POJOKSATU.id - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 siswa Indonesia resmi dirilis pada Selasa, 8 September 2026. 

Hasilnya menunjukkan skor membaca dan sains mengalami peningkatan dibandingkan PISA 2022, sedangkan matematika turun dua poin.

Meski sejumlah skor meningkat, posisi Indonesia dalam peringkat PISA masih menjadi sorotan. 

Pada 2025, Indonesia berada di peringkat 78 dari 90 negara untuk matematika, peringkat 74 dari 90 negara untuk membaca, dan peringkat 73 dari 91 negara untuk sains.

Baca Juga: Cara Cek Nomor NPWP Online dengan Mudah, Bisa Lewat Coretax dan M-Pajak

Artinya, kenaikan skor tidak serta-merta membuat posisi Indonesia melonjak dalam peringkat. Jumlah negara peserta PISA 2025 juga berbeda dibandingkan 2022 sehingga peringkat perlu dibaca bersama dengan skor capaian masing-masing bidang.

PISA merupakan asesmen yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains.

PISA 2025 dilaksanakan di 91 negara dengan sekitar 760 ribu siswa sebagai sampel. 

Pengujian menggunakan metode Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT) pada April-Mei 2025.

Baca Juga: Hasil Magang Nasional 2026 Kapan Diumumkan? Cek Jadwal dan Cara Melihatnya

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan hasil PISA 2025 menunjukkan kebijakan pendidikan yang dilakukan Kemendikdasmen telah berada pada arah yang tepat, terutama dalam pengayaan kompetensi guru dan penguatan literasi.

Menurut Toni, tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan pendidikan dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak terhadap pengalaman belajar setiap siswa di kelas.

"Keberhasilan kita bukan naiknya posisi Indonesia dalam peringkat PISA, melainkan semakin naiknya kemampuan murid kita dalam bernalar, memecahkan masalah, dan belajar sepanjang hayat," ujar Toni dalam Peluncuran Hasil PISA 2025 di Gedung E, Kompleks Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Baca Juga: Karpet Sering Dicakar Kucing? Begini Cara Menghentikan Kebiasaannya

Peringkat PISA Indonesia 2025 dan Perbandingannya dengan 2022

1. Matematika

Skor matematika Indonesia justru mengalami penurunan dari 366 poin pada 2022 menjadi 364 poin pada 2025.

  • PISA 2022: 366 poin

  • Peringkat 2022: 70 dari 81 negara

  • Kompetensi minimum 2022: 18,40 persen

  • PISA 2025: 364 poin

  • Peringkat 2025: 78 dari 90 negara

  • Kompetensi minimum 2025: 16,93 persen

Baca Juga: Nonton Rail Futsal di Tuparev Cirebon, Tiket Kereta Api Bisa Dapat Diskon 20 Persen

Penurunan ini menunjukkan tantangan numerasi siswa Indonesia masih cukup besar. Persentase siswa yang mencapai kompetensi minimum matematika juga turun dari 18,40 persen menjadi 16,93 persen.

2. Membaca

Berbeda dengan matematika, skor membaca Indonesia meningkat enam poin.

  • PISA 2022: 359 poin

  • Peringkat 2022: 71 dari 81 negara

  • Kompetensi minimum 2022: 25,40 persen

  • PISA 2025: 365 poin

  • Peringkat 2025: 74 dari 90 negara

  • Kompetensi minimum 2025: 27,11 persen

Baca Juga: Ibu Febiona Purba Tak Puas Pemeriksaan Anaknya dari Dokter, Sudah 5 Kali Pindah Rumah Sakit

Kenaikan skor dan persentase kompetensi minimum menunjukkan adanya perkembangan kemampuan membaca siswa Indonesia. 

Namun, posisi Indonesia secara peringkat masih berada di kelompok bawah peserta PISA.

3. Sains

Skor sains juga mengalami peningkatan enam poin, dari 383 poin pada 2022 menjadi 389 poin pada 2025.

  • PISA 2022: 383 poin

  • Peringkat 2022: 67 dari 81 negara

  • Kompetensi minimum 2022: 34,10 persen

  • PISA 2025: 389 poin

  • Peringkat 2025: 73 dari 91 negara

  • Kompetensi minimum 2025: 36,81 persen

Persentase siswa yang mencapai kompetensi minimum sains meningkat dari 34,10 persen menjadi 36,81 persen.

Baca Juga: Lenovo Tab Plus Gen 2 Meluncur, Bawa 9 Speaker dan Kickstand 360 Derajat

Apa Dampak Peringkat PISA bagi Pendidikan Indonesia?

Peringkat PISA bukan sekadar angka posisi Indonesia dibandingkan negara lain. 

Hasil asesmen tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai kemampuan siswa dalam menggunakan pengetahuan untuk bernalar dan menyelesaikan persoalan yang ditemui dalam kehidupan.

Karena itu, posisi Indonesia yang masih berada di kelompok bawah menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan sekolah. 

Terlebih, penurunan skor matematika menunjukkan penguatan kemampuan numerasi masih perlu mendapat perhatian.

Di sisi lain, peningkatan skor membaca dan sains memberikan sinyal positif bahwa perbaikan pembelajaran dapat menghasilkan perkembangan kemampuan siswa.

Baca Juga: Jalan Sapan–Majalaya Dikebut, DPRD Jabar Ingin Rampung Oktober

Kemendikdasmen menekankan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan tidak semata-mata dilihat dari naik atau turunnya peringkat PISA. 

Yang lebih penting adalah apakah kemampuan siswa dalam bernalar, memecahkan masalah, dan belajar sepanjang hayat benar-benar meningkat. ***