POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mencari skema untuk menambah nilai hadiah bagi siswa berprestasi yang meraih juara dalam berbagai ajang talenta nasional.

Langkah tersebut dilakukan setelah muncul sorotan publik mengenai apresiasi yang diterima para juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. 

Sejumlah pihak menilai nominal hadiah yang diberikan kepada siswa berprestasi masih terlalu kecil dan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya sedang mencari sumber anggaran lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai hadiah bagi para siswa berprestasi.

Baca Juga: Rangkuman Materi TKA Matematika SMA, Bab Penting Kuasai Barisan dan Deret Aritmetika hingga Penerapan Geometri

"Kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah," kata Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.

Hadiah OSN 2026 Menjadi Sorotan

Seperti diketahui, hasil OSN 2026 jenjang SD dan SMP telah diumumkan pada Minggu, 30 Agustus 2026. 

Setelah pengumuman tersebut, perhatian publik tidak hanya tertuju pada para siswa yang berhasil meraih medali, tetapi juga pada besaran uang pembinaan yang diberikan kepada para pemenang.

Untuk OSN 2026 jenjang SD dan SMP, peraih medali emas mendapatkan uang pembinaan Rp3 juta, medali perak Rp2 juta, sedangkan medali perunggu Rp1 juta. 

Baca Juga: Biaya Perang Amerika Serikat Melawan Iran Capai Rp 1.763 Miliar

Nominal tersebut kemudian menuai sorotan karena dinilai jauh lebih kecil dibandingkan apresiasi pada penyelenggaraan sebelumnya.

Polemik tersebut kemudian mendapat tanggapan langsung dari Mendikdasmen Abdul Mu'ti. 

Ia menjelaskan bahwa penurunan nilai hadiah berkaitan dengan adanya pengurangan anggaran yang signifikan di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).

"Iya, karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas," ujar Mu'ti.

Pemerintah pun menyatakan tengah mengupayakan skema agar sumber pendanaan lain dapat dimanfaatkan sehingga anggaran hadiah bagi siswa berprestasi dapat ditambah.

Baca Juga: Simak Aturan Baru PIP 2026, TK Mulai Dapat Bantuan, Sekolah Bisa Usulkan Penerima, Ini Besarannya

OSN sendiri merupakan salah satu ajang talenta nasional yang diselenggarakan Puspresnas. 

Untuk jenjang pendidikan menengah, rangkaian OSN 2026 berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, semifinal hingga tingkat nasional. 

Puspresnas juga telah menetapkan peserta yang lolos menuju tahap nasional pada Agustus 2026. 

Hasil OSN tersebut dapat dicek melalui: Pengumuman dan informasi OSN 2026 Puspresnas

Kemendikdasmen akui hadiah bukan satu-satunya bentuk apresiasi

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pemberian apresiasi kepada siswa berprestasi merupakan bagian dari implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid.

Baca Juga: BNPB Usulkan Penambahan Dana Siap Pakai Tahun 2026 Rp 5,67 Triliun ke Kemenkeu

Dalam aturan tersebut, apresiasi menjadi salah satu tahapan dalam pengelolaan talenta murid setelah proses identifikasi, pengembangan, dan aktualisasi.

Karena itu, apresiasi terhadap siswa berprestasi tidak hanya dipandang dari nilai hadiah yang diterima.

"Kami terus berusaha mendukung dan mengapresiasi prestasi anak bangsa. Mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar," ujar Mu'ti.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada siswa juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membuka kesempatan pengembangan talenta secara berkelanjutan.

"Apresiasi tersebut menjadi bagian penghargaan kepada murid yang telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, daya juang, dan prestasi dalam ajang talenta, termasuk OSN," katanya.

Baca Juga: BINUS Bandung Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence bagi Generasi Muda

Mu'ti juga meminta masyarakat tidak melihat keberhasilan siswa hanya berdasarkan besaran hadiah yang diperoleh setelah memenangkan sebuah kompetisi.

"Mereka yang juara juga akan mendapat dukungan pengembangan talenta berkelanjutan," ujarnya.

Pemenang OSN Mendapat Peluang Pengembangan Lebih Lanjut

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan apresiasi dan pembinaan terhadap siswa berprestasi tidak berhenti pada pemberian hadiah maupun dana pembinaan.

Menurut Irene, Puspresnas terus mendampingi para talenta berprestasi agar mempunyai kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan dan mengikuti kompetisi hingga tingkat internasional.

"Prestasi di tingkat nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan. Kami terus mendampingi para talenta berprestasi agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan lebih luas lagi," tutur Irene.

Baca Juga: Masker Dibasahi untuk Tangkal Abu Vulkanik? Dokter Ungkap Risikonya, Bisa Bikin Sesak

Artinya, siswa yang berhasil meraih prestasi dalam OSN masih memiliki kesempatan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai bagian dari pengembangan talenta mereka.

Dukungan Melalui Beasiswa Talenta Indonesia

Salah satu bentuk dukungan lanjutan bagi siswa berprestasi diberikan melalui kesempatan melanjutkan pendidikan.

Puspresnas bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjalankan Beasiswa Talenta Indonesia.

Program tersebut memberikan dukungan pendanaan pendidikan bagi talenta berprestasi untuk melanjutkan studi pada jenjang S1/D4, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

Abdul Mu'ti sebelumnya juga menegaskan bahwa para juara OSN mendapat prioritas untuk memperoleh beasiswa LPDP.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Siang Ini, Terekam Selama 17 Detik

Menurutnya, dukungan pendidikan tersebut memiliki nilai yang lebih besar dan jangka panjang dibandingkan sekadar hadiah uang tunai.

Dengan demikian, penghargaan bagi siswa berprestasi tidak berhenti pada uang pembinaan setelah memenangkan kompetisi, tetapi dapat dilanjutkan melalui pembinaan talenta dan dukungan pendidikan.

OSN Bukan Hanya Soal Medali

Irene menegaskan bahwa OSN tidak semata-mata bertujuan mengejar medali atau menjadi juara.

Menurutnya, proses yang dilalui siswa selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dari pembentukan kemampuan dan karakter.

"OSN bukan semata-mata tentang medali atau menjadi juara.  Proses mengikuti kompetisi menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, sportivitas, daya juang, dan mental sebagai generasi unggul Indonesia," tutur Irene.

Baca Juga: Doli Baca Gerak AHY sebagai Kode Pilpres 2029, Demokrat Hari Ini Justru Bilang 'Bukan Soal 2029'

Pandangan tersebut menempatkan kompetisi talenta sebagai bagian dari proses pendidikan yang lebih luas. 

Siswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar hasil akhir, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menghadapi tantangan, berkompetisi secara sportif, dan mengembangkan kemampuan.

Pemerintah Siapkan Skema Hadiah

Sorotan mengenai hadiah OSN 2026 kini menjadi perhatian Kemendikdasmen. Pemerintah menyatakan tengah mencari skema agar sumber pembiayaan lain dapat dimanfaatkan untuk menambah anggaran apresiasi bagi siswa berprestasi.

Jika skema tersebut dapat direalisasikan, nilai hadiah bagi para juara berbagai ajang talenta nasional diharapkan dapat ditingkatkan. ***