POJOKSATU.id - Maudy Ayunda Foundation (MAF) resmi membuka pendaftaran MAF Impact Leaders Program Cohort IV hingga 11 September 2026.
Ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus terlibat dalam kegiatan berdampak sosial kembali terbuka.
Program ini menyasar anak muda yang tidak hanya ingin mengembangkan diri, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di sekitarnya.
Bagi Maudy Ayunda, pendidikan seharusnya tidak berhenti pada proses belajar di ruang kelas.
Baca Juga: CPNS 2027 Diperkirakan Dibuka Awal Tahun, PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS
Ada kesempatan yang lebih luas untuk tumbuh, memimpin, dan membawa perubahan.
“Pendidikan bukan hanya tentang apa yang seseorang pelajari, tetapi juga tentang kesempatan yang mereka miliki untuk tumbuh, memimpin, dan menciptakan perubahan,” ungkap Maudy Ayunda.
Pandangan tersebut kemudian diwujudkan melalui MAF.
Yayasan yang dibangun Maudy ini berupaya menciptakan ekosistem yang membantu generasi muda memperoleh akses pendidikan sekaligus dukungan untuk mengembangkan potensi.
“Karena itu, melalui Maudy Ayunda Foundation, kami ingin membangun ekosistem yang memberikan generasi muda bukan hanya akses terhadap pendidikan, tetapi juga mentorship, dukungan, dan ruang untuk mengembangkan potensi mereka,” ungkap Maudy.
Baca Juga: Resep Wedang Telang Lemon Sereh, Minuman Segar dengan Warna Biru Cantik
Bukan Sekadar Mentorship
MAF Impact Leaders Program pertama kali digagas pada 2018.
Sejak awal, program tersebut diarahkan untuk membantu anak muda mengasah kemampuan kepemimpinan dan mengubah kepedulian terhadap isu sosial menjadi aksi yang lebih nyata.
Dalam program ini, peserta tidak berjalan sendirian.
MAF melibatkan pendidik, komunitas, NGO, hingga sektor swasta untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam.
Nama Impact Leaders sendiri mencerminkan harapan agar para peserta tidak hanya berkembang untuk dirinya sendiri. Mereka juga diharapkan mampu membawa manfaat bagi komunitas dan lingkungan.
Baca Juga: Kardus dan Gelas Plastik Jadi Media Belajar STEM, Begini Cara Anak PAUD Bereksplorasi
“Nama Impact Leaders bukan sekadar identitas baru, tetapi merupakan cerminan dari apa yang kami harapkan dari perjalanan mereka, bahwa dukungan yang mereka terima dapat menjadi bekal untuk menciptakan dampak yang terus bertumbuh dan menginspirasi lebih banyak orang,” tutur Maudy.
Pendaftaran Masih Dibuka
Nah, bagi mahasiswa yang tertarik mengikuti program ini, pendaftaran Cohort IV masih berlangsung sampai 11 September 2026.
Ada sejumlah kriteria yang perlu diperhatikan calon peserta.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa berusia 18–22 tahun yang sudah menyelesaikan pendidikan SMA atau sederajat dan sedang menempuh pendidikan sarjana di universitas nasional maupun internasional.
Baca Juga: Resep Getuk Kimpul Merah Putih, Jajanan Tradisional Empuk Gurih dengan Taburan Kelapa
Calon peserta juga diharapkan mempunyai pengalaman mengikuti organisasi mahasiswa atau kegiatan ekstrakurikuler.
Yang tak kalah penting, peserta perlu menunjukkan passion serta komitmen untuk menciptakan perubahan positif.
Selama mengikuti program, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kapasitas diri, memperkuat kemampuan kepemimpinan, serta belajar mengubah gagasan tentang persoalan sosial menjadi aksi.
Menariknya, peserta juga berkesempatan menginisiasi project grant.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mereka menghadirkan proyek yang memberikan manfaat nyata bagi komunitas maupun lingkungan sekitar.
Baca Juga: HPN 2026 Jadi Momen Berburu Promo BRI, Ada Diskon Kuliner hingga Belanja Online
Harapan MAF cukup sederhana, tetapi dampaknya bisa panjang.
Kesempatan yang diperoleh peserta hari ini diharapkan menjadi bekal untuk perjalanan mereka di masa depan.
Cerita Alumni Impact Leaders
Manfaat program tersebut juga dirasakan Gaizzka Metsu Wilsensa, salah satu alumni Impact Leaders Cohort III.
Bagi Gaizzka, pengalaman mengikuti MAF bukan hanya soal memperoleh bimbingan.
Program tersebut memberinya ruang untuk mengenal diri, bertanya, belajar, sekaligus melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.
Baca Juga: Kecelakaan di Depan SMA 8 Cilawu Garut, Satu Korban Dikabarkan Meninggal
“Bagi saya, menjadi bagian dari MAF bukan hanya tentang mendapatkan mentorship, tetapi tentang mendapatkan ruang untuk belajar, bertanya, dan mengenal diri saya sendiri dengan lebih baik,” ungkap Gaizzka.
Pengalaman selama mengikuti rangkaian mentorship kemudian terus ia bawa setelah program berakhir.
Bekal tersebut mendorongnya untuk berpikir lebih kritis dan mencari cara agar bisa memberikan kontribusi kepada lebih banyak orang.
Pada akhirnya, program seperti Impact Leaders menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkembang tidak harus berhenti pada pencapaian pribadi.
Ketika ilmu, pengalaman, dan keberanian memimpin dipakai untuk membantu orang lain, di situlah pendidikan menemukan maknanya yang lebih luas. ***




