POJOKSATU.id - Universitas Airlangga (Unair) menjadi universitas terbaik di Indonesia untuk bidang farmasi berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026.

Unair berada dalam kelompok peringkat 251–300 dunia pada kategori Pharmacy & Pharmacology. Posisi tersebut masih sama seperti edisi 2025.

Di bawah Unair, Universitas Indonesia (UI) menempati posisi kedua nasional. UI berada pada kelompok peringkat 301–350 dunia, meningkat dari rentang 351–400 pada edisi sebelumnya.

Daftar universitas Indonesia dalam pemeringkatan bidang ini juga bertambah. Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sama-sama masuk kelompok 351–400 dunia setelah tidak tercantum dalam edisi 2025.

Baca Juga: Terekam Satelit Luar Negeri, Begini Mengerikannya Sebaran Awan Vulkanik Krakatau dari Luar Angkasa!

Jumlah Kampus Indonesia Bertambah
Unair mempertahankan posisi sebagai universitas Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam Pharmacy & Pharmacology selama dua edisi berturut-turut.

Fakultas Farmasi Unair juga menyatakan posisi kampus tersebut masih berada pada kelompok 251–300 dunia dalam QS World University Rankings by Subject 2026.

Perubahan terjadi pada posisi kampus-kampus berikutnya. UI berhasil naik satu kelompok peringkat, sedangkan Unpad dan UGM menjadi dua nama baru yang masuk dalam daftar tahun ini.

Baca Juga: Hujan Abu Vulkanik Menyerang? Jangan Panik, Lakukan 9 Langkah Penyelamat Nyawa Ini!

Dengan masuknya Unpad dan UGM, jumlah perguruan tinggi Indonesia yang tercantum dalam pemeringkatan Pharmacy & Pharmacology bertambah dari dua menjadi empat universitas.

Bagi Unpad, hasil tersebut sekaligus menjadi debut dalam kategori Pharmacy & Pharmacology. Kampus tersebut langsung masuk kelompok 400 besar dunia.

Keunggulan Kampus Berbeda pada Setiap Indikator
Posisi Unair sebagai universitas dengan peringkat tertinggi di Indonesia tidak berarti kampus tersebut memperoleh skor paling tinggi pada seluruh indikator.

Baca Juga: 10 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi UNIRANKS 2027, Telkom University Teratas

QS menggunakan sejumlah indikator untuk mengukur kekuatan universitas dalam bidang Pharmacy & Pharmacology. Setiap kampus memiliki keunggulan pada komponen yang berbeda.

Berikut perbandingan skor empat universitas Indonesia yang masuk pemeringkatan:
- Reputasi akademik: UGM memperoleh skor tertinggi sebesar 57,4, disusul Unair 55,9, UI 54,0, dan Unpad 51,9.

- Reputasi pemberi kerja: UI menjadi yang tertinggi dengan skor 60,2. Berikutnya UGM memperoleh 58,0, Unair 57,8, dan Unpad 50,3.

- Sitasi per publikasi: Unpad mencatat skor tertinggi sebesar 74,5. Sementara itu, UGM memperoleh 66,3, Unair 65,5, dan UI 69,8.

Baca Juga: Ternyata Gampang Banget! Begini Langkah Lengkap Update Data Desil Sendiri di dtsen-form.bps.go.id

- Indeks-H: Unair unggul dengan skor 63,9, diikuti Unpad 63,1, UI 56,6, dan UGM 52,6.

- Jaringan riset internasional: Unair kembali menjadi yang tertinggi dengan skor 67,0. UI memperoleh 49,3, UGM 37,1, sedangkan Unpad 29,4.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap universitas memiliki kekuatan masing-masing dalam indikator yang digunakan QS.

Unair unggul pada dua indikator, yakni Indeks-H dan jaringan riset internasional.

Sementara itu, UGM memiliki skor reputasi akademik tertinggi, UI unggul dalam reputasi pemberi kerja, dan Unpad mencatat skor tertinggi pada sitasi per publikasi.

Baca Juga: Fenomena Gelombang Rambatan Udara Pemicu Suara Dentuman Dahsyat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Dengan demikian, posisi akhir dalam pemeringkatan tidak ditentukan oleh satu indikator saja. QS menggabungkan seluruh indikator sesuai dengan bobot masing-masing untuk menghasilkan peringkat universitas.

Bagaimana QS Menilai Bidang Farmasi?
QS menggunakan lima indikator utama dalam pemeringkatan Pharmacy & Pharmacology.

Reputasi akademik memiliki bobot terbesar, yaitu 40 persen. Indikator ini menggambarkan persepsi komunitas akademik terhadap kekuatan institusi dalam bidang yang dinilai.

Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Lebih Parah dari 2018, Empat Bandara Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau

Kemudian, sitasi per publikasi dan Indeks-H masing-masing memiliki bobot 20 persen. Kedua indikator tersebut berkaitan dengan dampak dan produktivitas penelitian universitas dalam bidang farmasi dan farmakologi.

Sementara itu, reputasi pemberi kerja dan jaringan riset internasional masing-masing mempunyai bobot 10 persen.

Reputasi pemberi kerja berkaitan dengan penilaian terhadap lulusan, sedangkan jaringan riset internasional menggambarkan jangkauan kolaborasi penelitian universitas dengan mitra dari berbagai negara.

Baca Juga: Jangan Langsung Parno Tsunami! Ternyata Begini Status Resmi Erupsi Gunung Anak Krakatau Terbaru!

QS World University Rankings by Subject 2026 mencakup 55 disiplin ilmu. Edisi tersebut menganalisis sekitar 21.000 program akademik dari sekitar 1.900 institusi di 100 negara.

Namun, peringkat Pharmacy & Pharmacology bukan merupakan pemeringkatan khusus terhadap satu program studi farmasi.

QS mengukur kekuatan institusi secara keseluruhan dalam bidang farmasi dan farmakologi, termasuk aspek reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, dampak penelitian, produktivitas riset, dan kolaborasi internasional.

Karena itu, pemeringkatan QS tidak menggantikan penilaian terhadap akreditasi program studi maupun program profesi apoteker.

Baca Juga: Bikin Merinding! Visual Reka Ulang Erupsi Krakatau 1883 Tampilkan Bencana Paling Mengerikan dalam Sejarah!

Calon mahasiswa tetap perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memilih kampus, seperti kurikulum, akreditasi, fasilitas laboratorium, biaya pendidikan, lingkungan akademik, hingga ketersediaan dan kualitas pendidikan profesi apoteker.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa universitas farmasi terbaik kedua di Indonesia?
Universitas Indonesia menempati posisi kedua nasional dan berada pada kelompok 301–350 dunia.

Apa universitas farmasi terbaik kedua di Indonesia?
Universitas Indonesia menempati posisi kedua nasional dan berada pada kelompok 301–350 dunia.

Berapa universitas Indonesia yang masuk pemeringkatan farmasi QS 2026?
Ada empat universitas Indonesia yang masuk dalam QS World University Rankings by Subject 2026 kategori Pharmacy & Pharmacology, yaitu Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Gadjah Mada.

Baca Juga: Waspada Ring of Fire Mengamuk, Inilah Daftar Gunung Aktif yang Erupsi Secara Beruntun di Tahun ini!

Apakah Unpad dan UGM memiliki peringkat yang sama?
Ya. Universitas Padjadjaran dan Universitas Gadjah Mada sama-sama berada pada kelompok peringkat 351–400 dunia dan menjadi peringkat ketiga bersama di Indonesia.

Apakah pemeringkatan ini menilai program profesi apoteker?
Tidak secara terpisah. QS menilai kekuatan institusi dalam bidang Pharmacy & Pharmacology secara keseluruhan, bukan membuat peringkat khusus untuk program profesi apoteker. ***