POJOKSATU.id, JAKARTA--Layanan penerbangan di empat bandara ditutup sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9/2026).
Sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau tahun 2026 ini lebih parah dari kondisi kejadian erupsi 2018.
Empat bandara yang ditutup antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Bandara Radin Inten II, Bandara Halim Perdanakusuma, serta Bandara Budiarto.
Bandara Soetta ditutup hingga pukul 13.00 WIB pada Minggu (6/9/2026). Adapun sebelumnya, penutupan Bandara Soetta hanya sampai pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Jangan Langsung Parno Tsunami! Ternyata Begini Status Resmi Erupsi Gunung Anak Krakatau Terbaru!
Keputusan perpanjangan penutupan ini tertuang dalam NOTAM A3344/26 NOTAMR A3341/26.
Bandara Radin Inten II juga diperpanjang penutupanya. Kini bandara tersebut ditutup sementara hingga pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya berdasarkan NOTAM B1123/26 (NOTAMN) Bandara Radin Inten II ditutup sejak 6 September pukul 04.18 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 10.00 WIB.
Bandara Halim Perdanakusuma juga dinyatakan ditutup melalui NOTAM A3345/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 07.20 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 14.00 WIB.
Kemudian Bandara Budiarto Curug (RTO) Jakarta ditutup pada pukul 06.48 WIB hingga 13.30 WIB.
Sebelumnya, AirNav menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi ruang udara secara intensif.
"Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan segera kami tindaklanjuti melalui pembaruan informasi aeronautika dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai kebutuhan," tulis keterangan resmi AirNav.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyelimuti ruang udara Jakarta dan Lampung, Minggu (6/9/2026).
Sebaran abu terpantau hingga ketinggian 50.000 kaki dan bergerak ke berbagai arah, mengikuti dinamika angin pada lapisan atmosfer yang berbeda.
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andri Ramdhani, di Jakarta, Minggu, mengatakan, berdasarkan analisis citra satelit terkini, pada 6 September 2026 pukul 07.00 WIB, teridentifikasi dua kluster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
”Sebaran abu vulkanik Anak Krakatau kali ini sangat luas, bahkan lebih luas dampaknya dibandingkan dengan erupsi tahun 2018. Baru kali ini empat bandara terdampak langsung,” katanya.***




