POJOKSATU.id - Prestasi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali mencuri perhatian di forum internasional.
Kali ini, mahasiswa Fakultas Pertanian USU tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi ikut membawa pulang penghargaan dari ajang yang mempertemukan sivitas akademika perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Adalah T. Muhammad Rifky Azhar, mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian USU, yang menjadi bagian dari kontingen USU dalam 25th IMT-GT Varsity Carnival 2026.
Dalam ajang yang digelar di Universitas Negeri Padang (UNP) tersebut, tim seminar USU berhasil meraih dua Gold Medal.
Penghargaan tersebut masing-masing diberikan untuk kategori Best Presentation dan Best Paper.
Baca Juga: 5 Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Nano untuk Antar Obat TB Langsung ke Paru-paru
Tidak berhenti di sana, Rifky juga mencatatkan prestasi secara personal.
Ia berhasil meraih Bronze Medal dalam kategori Best Effort for Mix Group.
Dengan demikian, keterlibatan Rifky dalam ajang tersebut berujung pada tiga penghargaan bagi kontingen USU, yakni dua medali emas melalui tim seminar dan satu medali perunggu dari kategori kelompok campuran.
Rifky Bukan Sekadar Anggota Kontingen
Rifky tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Agribisnis dengan NIM 230304001.
Keikutsertaannya menjadi bagian dari tim seminar USU menunjukkan bahwa bidang pertanian dan agribisnis juga memiliki ruang dalam forum akademik internasional.
Baca Juga: Bukan Cuma 500 Santri! Siswa Sekolah Lain Juga Diduga Keracunan MBG dari SPPG Kalitengah
Dalam kompetisi seminar, peserta tidak cukup hanya mempunyai gagasan.
Mereka juga harus mampu mengolah gagasan menjadi karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, kemudian menyampaikannya secara jelas di hadapan peserta dan juri.
Karena itu, keberhasilan tim USU mendapatkan Gold Medal untuk Best Paper dan Best Presentation menunjukkan adanya dua kemampuan yang berjalan beriringan: kualitas karya serta kemampuan mengomunikasikan gagasan.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi bekal yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kuliah.
Bronze Medal Datang dari Kelompok Lintas Negara
Prestasi Rifky secara individu diperoleh melalui kategori Best Effort for Mix Group.
Baca Juga: Joko Anwar Garap Pengabdi Setan 3: Origin, Cerita Baru Ungkap Masa Lalu Darminah dan Batara
Kategori tersebut melibatkan kelompok campuran yang terdiri atas peserta dari berbagai negara.
Di dalam kelompok seperti ini, kemampuan akademik bukan satu-satunya faktor yang dibutuhkan.
Peserta harus mampu berkomunikasi dengan anggota kelompok yang mempunyai latar belakang budaya dan perspektif berbeda.
Kemampuan beradaptasi, membagi peran, mendengarkan pendapat, dan bekerja sama menjadi bagian dari tantangan tersendiri.
Rifky akhirnya memperoleh Bronze Medal dari kategori tersebut.
Pengalaman itu sekaligus membuka kesempatan untuk membangun jejaring dengan mahasiswa dari negara lain.
Baca Juga: Pembunuh Sewa Jasa Ekspedisi Bawa Mayat dalam Kardus, Mulai Terbongkar Gara-gara Tercium Bau
Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional, pengalaman berkolaborasi lintas negara dapat menjadi modal penting karena lingkungan kerja semakin sering mempertemukan individu dari latar belakang berbeda.
Apa Itu IMT-GT Varsity Carnival?
25th IMT-GT Varsity Carnival 2026 merupakan ajang yang mempertemukan mahasiswa dan sivitas akademika perguruan tinggi yang berada dalam kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle atau IMT-GT.
Kegiatan tersebut tidak hanya dirancang sebagai kompetisi.
IMT-GT Varsity Carnival juga menjadi ruang untuk membangun persahabatan, memperkuat hubungan antarkampus, serta memperluas jejaring mahasiswa di kawasan Asia Tenggara.
Tahun ini, kegiatan tersebut diselenggarakan di Universitas Negeri Padang.
Pesertanya berasal dari perguruan tinggi di tiga negara yang menjadi bagian dari kawasan IMT-GT, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Bagi perguruan tinggi, keikutsertaan dalam forum semacam ini dapat menjadi salah satu sarana memperluas eksposur internasional mahasiswa.
Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut memberikan pengalaman untuk berinteraksi langsung dengan peserta dari negara lain.
Tidak Hanya Seminar, Ada Olahraga dan Budaya
Salah satu hal yang membuat IMT-GT Varsity Carnival berbeda dari kompetisi akademik biasa adalah cakupan kegiatannya.
Rangkaian kegiatan tahun 2026 mencakup kompetisi olahraga, pertunjukan budaya, dan seminar akademik.
Dengan format tersebut, mahasiswa dapat berinteraksi melalui berbagai bidang.
Kompetisi olahraga membangun semangat sportivitas dan kerja sama.
Pertunjukan budaya membuka ruang untuk mengenal identitas dan tradisi negara lain.
Baca Juga: Wujudkan Aksi Nyata Cinta Indonesia, Team OVERDOSE Gandeng Gerakan Anak Negri Bantu Masyarakat NTT
Sementara seminar akademik menjadi ruang pertukaran gagasan dan kemampuan intelektual.
Karena itu, pengalaman mengikuti IMT-GT Varsity Carnival tidak berhenti pada penghargaan yang diperoleh.
Peserta juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dalam lingkungan regional yang mempertemukan berbagai latar belakang.
Gold Medal untuk Paper dan Presentasi Bukan Capaian Sederhana
Dua Gold Medal yang diperoleh tim seminar USU mempunyai arti tersendiri.
Best Paper berkaitan dengan karya ilmiah yang dipresentasikan dalam forum tersebut.
Sementara Best Presentation menunjukkan kemampuan peserta dalam menyampaikan materi di hadapan audiens dan juri.
Keduanya membutuhkan persiapan berbeda.
Karya ilmiah harus memiliki gagasan yang jelas dan disusun dengan pendekatan akademik yang baik.
Setelah itu, gagasan tersebut harus diterjemahkan menjadi presentasi yang mudah dipahami, terstruktur, dan mampu menjawab pertanyaan atau penilaian dari juri.
Keberhasilan mendapatkan kedua penghargaan sekaligus memperlihatkan bahwa tim USU mampu bersaing tidak hanya dalam menghasilkan karya, tetapi juga dalam mengomunikasikan karya tersebut.
Pengalaman Internasional dan SDGs
Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari tiga negara juga mempunyai keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Dua tujuan yang relevan adalah SDG 4: Quality Education atau Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Partnerships for the Goals atau Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Dari sisi SDG 4, pengalaman mengikuti forum internasional memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan yang tidak hanya bersifat akademik.
Kemampuan berpikir kritis, presentasi, komunikasi, pemecahan masalah, serta kerja sama dapat berkembang melalui pengalaman kompetisi dan kolaborasi langsung.
Baca Juga: Download Soal OMI/KSM IPA Terpadu MI 2023-2020 PDF, Lengkap Link Google Drive
Sementara SDG 17 terlihat melalui interaksi dan kerja sama antara mahasiswa serta perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Kelompok campuran yang diikuti Rifky menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa dapat membangun pengalaman kolaborasi lintas negara.
Agribisnis Juga Punya Panggung Internasional
Prestasi Rifky menjadi menarik karena ia berasal dari Program Studi Agribisnis.
Bidang agribisnis tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pertanian di lapangan, tetapi juga mencakup pengelolaan usaha, ekonomi, inovasi, pemasaran, rantai pasok, hingga pengembangan sektor pertanian.
Kemampuan untuk menyampaikan gagasan secara akademik dan berkolaborasi dengan peserta dari negara lain menjadi kompetensi yang relevan bagi mahasiswa agribisnis.
Terlebih, sektor pertanian dan pangan mempunyai persoalan yang semakin lintas batas, mulai dari ketahanan pangan hingga keberlanjutan.
Baca Juga: Download Soal OMI KSM IPS Terpadu MTs Tahun 2020-2023 PDF, Lengkap Link Google Drive, Gratis
Pengalaman internasional seperti IMT-GT Varsity Carnival dapat memberikan perspektif berbeda kepada mahasiswa mengenai bagaimana persoalan tersebut dipahami dari negara lain.
Prestasi Tim dan Individu Saling Melengkapi
Pencapaian dalam ajang ini menunjukkan dua bentuk prestasi yang berbeda.
Pada level tim, USU berhasil meraih Gold Medal Best Paper dan Gold Medal Best Presentation.
Pada level individu, Rifky meraih Bronze Medal Best Effort for Mix Group.
Ketiganya saling melengkapi.
Prestasi tim memperlihatkan kemampuan mahasiswa USU menghasilkan dan mempresentasikan karya akademik.
Baca Juga: Wagub Jatim Ungkap 19 Lembaga Pendidikan Terdampak Keracunan MBG dari SPPG Kalitengah
Sementara penghargaan individu Rifky menunjukkan kemampuan berkolaborasi dalam kelompok lintas negara.
Bagi Fakultas Pertanian USU, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa mahasiswa mempunyai kesempatan untuk berkembang melalui berbagai jalur, baik kompetisi akademik maupun kegiatan kolaboratif internasional.
Keikutsertaan mahasiswa dalam forum seperti IMT-GT Varsity Carnival juga dapat menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi memperluas pengalaman mahasiswa di luar lingkungan kampus.
Pada akhirnya, tiga medali yang dibawa pulang bukan sekadar catatan penghargaan.
Di balik dua Gold Medal dan satu Bronze Medal tersebut terdapat pengalaman menyusun gagasan, mempertahankan karya, berbicara di forum internasional, bekerja dalam tim, dan beradaptasi dengan mahasiswa dari negara lain.
Bagi T. Muhammad Rifky Azhar dan tim seminar USU, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa ruang untuk membawa nama Indonesia ke forum regional tidak hanya datang dari kompetisi berskala besar, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa memanfaatkan kesempatan akademik dan kolaborasi yang tersedia. ***




