POJOKSATU.id - Konflik pengelolaan Sekolah Islam Pembangunan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar.

Sejumlah perangkat penting seperti server, komputer, data, dan dokumen disebut dibawa dari lingkungan sekolah. Kondisi tersebut membuat pembelajaran siswa tingkat TK dan SD sementara dialihkan secara daring.

Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa, mengatakan pengambilan barang terjadi di tengah sengketa pengelolaan sekolah antara yayasan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Baca Juga: Apakah Uang QRIS ke Penjual Dipotong Admin? Ini Besaran MDR yang Perlu Diketahui

"Server diambil, komputer diambil, data semuanya kesulitan," ujar Ilham, Senin (24/8/2026).

300-400 Siswa Terdampak
Menurut Ilham, pihak yayasan memilih pembelajaran melalui media online untuk memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan.

"Kita sudah membangun komunikasi dengan para wali murid, orang tua, tetap memberikan layanan terbaik dengan cara pendidikan melalui media online," katanya.

Ia menyebut sekitar 300 hingga 400 siswa terdampak, terdiri dari peserta didik tingkat TK dan SD.

Baca Juga: Pasangin Resmi Diluncurkan, Progres Bangun Rumah Bisa Dipantau dengan AR dan VR

Pembelajaran tatap muka belum kembali dilakukan karena pihak yayasan menilai kondisi sekolah belum sepenuhnya aman dan nyaman bagi siswa.

"Kita tetap memastikan jangan sampai mereka belajar pada sebuah keadaan sekolah yang belum ada jaminan keamanan," ujar Ilham.

Server hingga Kendaraan Disebut Dibawa
Selain server dan komputer, Ilham menyebut sejumlah dokumen serta dua kendaraan operasional jenis Stargazer juga dibawa dari sekolah.

Baca Juga: Bukan Brasil, Ini Negara dengan Hutan Terluas di Dunia, Indonesia Masuk 10 Besar

Ia meminta seluruh barang tersebut segera dikembalikan sesuai kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat antara pihak-pihak yang bersengketa.

"Barang-barang yang sudah dibawa dari sekolah Pamulang yang dipindahkan, ada server, ada komputer, ada data-data, ada dokumen-dokumen dan juga kendaraan dua kendaraan operasional Stargazer dua buah segera dikembalikan," kata Ilham.

Namun, hingga Senin (24/8/2026), ia mengatakan belum ada barang yang dikembalikan.

Baca Juga: Demo Jakarta Hari Ini, Cek Pengamanan dan Kondisi Terbaru Commuter Line Jabodetabek

"Harus sudah dikembalikan ke kami, ternyata sampai pada hari ini, Senin, belum ada yang dikembalikan ke kami," ucapnya.

Sekolah Belum Kembali Normal
Situasi tersebut membuat yayasan menunda rencana pembelajaran tatap muka.

Pihak sekolah sebelumnya juga menyiapkan proses pembersihan lingkungan setelah terjadi pendudukan di sejumlah ruang kelas.

"Kita sengaja meliburkan pada hari Senin ini karena ingin memastikan ruangannya aman, nyaman, bersih," tutur Ilham.

Baca Juga: Belajar Makin Interaktif, Ini Fitur AI Gemini dan Google Search untuk Pelajar

Ilham berharap sengketa pengelolaan sekolah segera diselesaikan melalui jalur hukum agar kegiatan pendidikan tidak terus terganggu.

Menurutnya, siswa seharusnya tidak menjadi pihak yang terdampak akibat konflik pengelolaan lembaga pendidikan.

"Saya khawatir kalau kejadian ini terus berulang akan menjadi memori trauma yang luar biasa bagi mereka," kata Ilham. ***