POJOKSATU.id — Kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan penelitian di Swiss kembali terbuka.
Pemerintah Swiss melalui Swiss Government Excellence Scholarships menyediakan program beasiswa untuk tahun akademik 2027-2028.
Khusus peserta dari Indonesia, masa pendaftaran berlangsung mulai 20 Agustus hingga 30 November 2026.
Program tersebut ditujukan bagi peneliti berprestasi yang ingin memperdalam keilmuan serta melakukan kegiatan riset di institusi pendidikan atau penelitian di Swiss.
Baca Juga: Rusun MBR Manggarai Punya 4 Tipe Unit, Cek Batas Penghasilan Calon Penghuni
Terdapat dua skema yang dapat dipilih pelamar Indonesia, yakni PhD Scholarship dan Research Fellowship.
Keduanya memiliki tujuan yang berbeda sesuai dengan rencana akademik masing-masing peserta.
PhD Scholarship diperuntukkan bagi kandidat yang berencana mengambil pendidikan doktoral di perguruan tinggi maupun lembaga penelitian yang diakui di Swiss.
Sementara Research Fellowship ditujukan bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian selama satu tahun di Swiss sebagai bagian dari program doktoral yang ditempuh di negara asal.
Baca Juga: Andrew Garfield Ingin Tinggalkan Dunia Akting, Pilih Hidup Sederhana dan Jauh dari Sorotan
Dalam program Research Fellowship, pelamar yang sebelumnya belum pernah menjalani pendidikan ataupun kegiatan penelitian di Swiss menjadi kandidat yang diprioritaskan.
Penerima Swiss Government Excellence Scholarships memperoleh tunjangan biaya hidup sebesar CHF 2.450 setiap bulan.
Dengan asumsi kurs sekitar Rp22.000 per CHF, jumlah tersebut setara dengan kurang lebih Rp54 juta per bulan.
Namun, nilai dalam rupiah tersebut dapat berubah mengikuti pergerakan nilai tukar mata uang.
Untuk skema PhD Scholarship, pendanaan awal diberikan selama 12 bulan.
Masa pembiayaan dapat diperpanjang sebanyak dua kali hingga mencapai durasi maksimal 36 bulan dengan mempertimbangkan perkembangan akademik peserta selama periode awal.
Baca Juga: Laut Bercerita Siap Masuk Bioskop Oktober 2026, Angkat Kisah Aktivis Era Orde Baru
Berbeda dengan beasiswa PhD, Research Fellowship diberikan paling lama selama 12 bulan dan tidak tersedia perpanjangan.
Kedua program tersebut mulai berlaku pada 1 September 2027.
Selain tunjangan bulanan, peserta juga memperoleh sejumlah fasilitas lainnya.
Penerima dari negara non-EU/EFTA mendapatkan asuransi kesehatan, bantuan uang jaminan sewa sebesar CHF 600 yang diberikan satu kali, serta kartu Half-Fare Travelcard untuk memperoleh tarif khusus transportasi umum.
Pemerintah Swiss juga menyediakan tunjangan perjalanan udara pulang ke negara asal bagi penerima dari negara non-EU/EFTA.
Besaran bantuan tersebut disesuaikan dengan negara asal masing-masing penerima.
Meski menawarkan sejumlah fasilitas, program ini tidak mencakup seluruh kebutuhan selama berada di Swiss.
Biaya kuliah atau biaya semester yang ditetapkan universitas tetap menjadi tanggung jawab penerima.
Besaran biaya tersebut berbeda-beda berdasarkan institusi dan dapat berada pada kisaran CHF 600 hingga CHF 2.000 per semester.
Pengeluaran untuk menghadiri konferensi maupun melakukan penelitian lapangan juga tidak termasuk dalam pembiayaan beasiswa.
Selain itu, tunjangan yang diberikan hanya diperuntukkan bagi penerima beasiswa.
Pemerintah Swiss tidak menyediakan biaya hidup tambahan bagi anggota keluarga maupun tanggungan peserta.
Sebelum mendaftar, calon peserta perlu memastikan seluruh ketentuan yang ditetapkan telah terpenuhi.
Baca Juga: Pilih Mundur dari Kadet Unhan, Ini Lima Momen yang Diungkap Wafa, Medsosnya Ramai Tuai Tanggapan
Beberapa persyaratan utama yang harus diperhatikan antara lain:
- Memiliki gelar master atau kualifikasi setara paling lambat 31 Juli 2027.
- Bagi kandidat yang mendaftar ke ETH Zurich, gelar master wajib sudah diperoleh paling lambat 30 Juni 2027.
- Tahun kelahiran peserta harus setelah 31 Desember 1991.
- Menyusun proposal penelitian secara lengkap dengan mencantumkan jadwal serta kegiatan utama yang akan dilakukan.
- Mendapatkan surat dukungan dari pembimbing akademik di Swiss beserta CV singkat pembimbing.
- Peserta yang telah tinggal di Swiss harus memiliki tanggal kedatangan yang tidak lebih awal dari 1 Agustus 2026 serta menyertakan bukti pendaftaran atau izin tinggal.
- Penerima beasiswa diwajibkan tinggal di Swiss selama periode program.
Ketersediaan pembimbing akademik di Swiss menjadi salah satu bagian yang perlu dipersiapkan sejak awal.
Pembimbing harus bersedia mendukung rencana penelitian yang diajukan sekaligus memberikan surat rekomendasi atau dukungan sebagai bagian dari dokumen aplikasi.
Calon peserta juga disarankan tidak menunggu hingga mendekati tenggat pendaftaran untuk mencari pembimbing.
Proses menemukan akademisi yang sesuai dengan bidang penelitian dan memperoleh kesediaannya dapat memerlukan waktu.
Peserta harus menyiapkan berbagai berkas sebagai bagian dari proses pengajuan aplikasi.
Dokumen yang diperlukan mencakup CV, surat motivasi, proposal penelitian, surat dukungan dari pembimbing di Swiss, serta CV singkat pembimbing tersebut.
Dokumen akademik berupa ijazah dan transkrip nilai dari pendidikan sebelumnya juga harus disertakan.
Baca Juga: Bukan Dipelihara, Begini Cara dan Mekanisme Adopsi Orangutan untuk Dukung Konservasi
Selain itu, pelamar perlu menyiapkan salinan paspor sebagai bagian dari dokumen administrasi.
Apabila dokumen yang dimiliki menggunakan bahasa selain Inggris, Prancis, Italia, atau Jerman, peserta perlu melengkapinya dengan terjemahan tersertifikasi.
Khusus kandidat Research Fellowship, terdapat dokumen tambahan berupa CV singkat pembimbing akademik dari universitas asal peserta.
Proses seleksi Swiss Government Excellence Scholarships tidak hanya melihat latar belakang pendidikan pelamar.
Komite juga mempertimbangkan kemampuan penelitian, rekam akademik, serta alasan kandidat mengikuti program tersebut.
Baca Juga: Sekolah Kedinasan 2026 Punya Aturan Khusus untuk Calon Taruna Perempuan, Ini yang Perlu Dicek
Kualitas dan tingkat orisinalitas proposal penelitian menjadi bagian penting dalam penilaian.
Metode penelitian yang digunakan juga akan diperiksa untuk melihat kekuatan rancangan proyek yang diajukan.
Selain proposal, kualitas pembimbingan akademik dan kemungkinan terbentuknya kerja sama penelitian di masa mendatang turut menjadi pertimbangan dalam proses seleksi.
Baca Juga: Networking Rebahan
Pengajuan aplikasi dilakukan secara online melalui sistem GO ESKAS.
Sebelum mengirimkan berkas, calon peserta perlu memastikan skema beasiswa yang dipilih serta batas waktu pendaftaran yang berlaku untuk Indonesia.
SERI menyampaikan bahwa proses pendaftaran Swiss Government Excellence Scholarships tidak dikenakan biaya.
Oleh karena itu, calon peserta perlu waspada apabila menemukan pihak yang mengaku sebagai penyelenggara dan meminta pembayaran tertentu dengan dalih biaya visa, asuransi, atau keperluan lainnya.
Informasi mengenai ketentuan, dokumen, pilihan program, dan prosedur pendaftaran dapat diperiksa melalui laman resmi Swiss Government Excellence Scholarships.***




