POJOKSATU.id - Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kanal komunikasi khusus bagi guru untuk menyampaikan keluhan, masukan, temuan, maupun pengaduan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Kanal tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya BGN memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program MBG.
Guru dapat menyampaikan berbagai informasi mengenai pelaksanaan MBG melalui email [email protected].
Kanal komunikasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Kick-off Webinar Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BGN, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga: Susunan Upacara Hari Pramuka 14 Agustus 2026 Lengkap, Tema hingga Aturan Resmi
Guru Jadi Mata dan Telinga di Sekolah
Kepala BGN Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengatakan, guru memiliki posisi penting karena berada langsung di lingkungan sekolah dan mendampingi peserta didik selama pelaksanaan MBG.
Menurutnya, laporan dari guru dapat menjadi sumber informasi bagi BGN untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan menentukan langkah perbaikan.
“Kalau Bapak-Ibu Guru kemudian merasa ada yang perlu disampaikan kepada kami sebagai Badan Gizi Nasional, apakah itu keluhan, apakah itu komplain, apakah itu temuan, apa pun itu yang terkait Program Makan Bergizi Gratis, kami menyiapkan saluran khusus email kepada Badan Gizi Nasional,” ujar Mas Dar.
Ia menegaskan, BGN terbuka terhadap kritik maupun pengaduan yang berkaitan dengan program tersebut.
Baca Juga: Susul Jeongyeon, Chaeyoung TWICE Tinggalkan JYP Entertainment setelah 14 Tahun Bersama Agensi
“Kami siap menerima masukan, menerima kritikan, menerima aduan atau apa pun itu yang terkait dengan Makan Bergizi Gratis.
Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kami, meningkatkan kualitas kami, dan meningkatkan keterbukaan partisipasi masyarakat dalam Program Makan Bergizi Gratis ini,” tegas Mas Dar.
Masukan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan MBG secara bertahap.
Guru Diminta Ikut Awasi Keamanan Makanan
Selain membuka kanal pengaduan, BGN juga mendorong guru dan tenaga kependidikan ikut terlibat dalam pengawasan makanan yang diberikan kepada siswa.
Baca Juga: Tim Pelajar Indonesia Borong 4 Emas di World Greenmech 2026 Thailand, Total Raih 37 Gelar
Dalam rapat koordinasi tata kelola dan penyelenggaraan MBG di sekolah secara daring, Sabtu (8/8), Mas Dar menjelaskan bahwa guru memiliki peran dalam menjadikan program tersebut sebagai sarana edukasi mengenai pola makan sehat.
Guru juga diharapkan menjadi salah satu lapisan terakhir dalam memastikan makanan yang diterima peserta didik berada dalam kondisi aman.
“Tujuannya tadi disampaikan oleh Pak Menteri (Dikdasmen) adalah untuk supaya sebagai ajang edukasi, menjadi tempat untuk mengedukasi siswa tadi. Selain itu juga di situ bapak, ibu guru sebagai perannya kami mohon sebagai organoleptik yang terakhir,” kata Mas Dar.
Sebelum makanan dibagikan kepada siswa, BGN telah menetapkan mekanisme pemeriksaan di tingkat sekolah.
Petugas penanggung jawab atau PIC berasal dari unsur tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha.
Dua orang PIC bertugas menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memeriksa makanan sebelum dibagikan.
Pemeriksaan dilakukan secara organoleptik dengan melihat, mencium, dan mencicipi makanan.
“Namun di situ, tetap PIC juga melakukan satu mekanisme organoleptik, yaitu dibuka, diambil sampelnya, dibuka, kemudian dibau, dicium, dirasa, dilihat. Manakala tidak memenuhi standar, maka tidak harus atau wajib hukumnya tidak diberikan kepada siswa,” ujar Mas Dar.
Menurutnya, mekanisme tersebut menjadi salah satu lapisan penting untuk memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar keamanan.
Baca Juga: Gunil Resmi Tinggalkan Xdinary Heroes, Imbasnya Band Batal Tampil di Summer Sonic 2026
MBG Bukan Beban Tambahan bagi Guru
Mas Dar juga mendorong guru untuk ikut mengonsumsi menu MBG bersama siswa.
Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat fungsi MBG sebagai bagian dari edukasi dan pembentukan karakter di lingkungan sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, pelaksanaan MBG di satuan pendidikan merupakan bagian integral dari kebijakan penguatan pendidikan karakter.
Program tersebut berkaitan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Mu'ti menegaskan bahwa guru dan tenaga kependidikan mempunyai peran penting dalam memastikan program MBG berjalan dengan baik.
Namun, keterlibatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menambah beban pekerjaan guru.
“MBG yang diselenggarakan di sekolah tidaklah dimaksudkan untuk mebebani dan menambah tugas bapak, ibu guru sekalian,” ujar Mu'ti.
Menurutnya, pendidikan tidak sebatas transfer pengetahuan dan keterampilan. Sekolah juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai dan karakter melalui kebiasaan hidup sehat serta perilaku yang baik. ***




