POJOKSATU.id - Program Studi S1 Sastra Indonesia FBS UNJ dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJ dengan Pemerintah Desa Medalsari dan SDN Medalsari III menyelenggarakan Lokakarya.
Adapun Lokakaryanya adalah Penguatan Kompetensi Guru SDN Medalsari dalam Pengembangan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Budaya Lokal dan Sastra Anak pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di SDN Medalsari III, Desa Medalsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini diikuti oleh 14 guru dari SDN Medalsari III dan SDN Medalsari I.
Baca Juga: Bruno Guimaraes Makin Dekat ke Arsenal, Newcastle Bidik Gelandang Borussia Dortmund
Lokakarya ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi S1 Sastra Indonesia FBS UNJ yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, inovatif, serta mampu mengintegrasikan potensi budaya lokal dan sastra anak sebagai sumber belajar.
Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran yang relevan dengan lingkungan sosial dan budaya peserta didik.
Dalam sambutannya, penyelenggara menyampaikan bahwa Desa Medalsari memiliki kekayaan budaya berupa cerita rakyat dan tradisi lisan yang masih hidup di tengah masyarakat.
Baca Juga: Manchester United Ubah Prioritas Transfer, Bek Kolombia Jadi Target Utama
Sayangnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Di sisi lain, isu perubahan iklim juga menuntut hadirnya inovasi pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran ekologis peserta didik sejak usia dini.
Oleh karena itu, lokakarya ini dirancang untuk mempertemukan dua pendekatan penting, yakni pemanfaatan budaya lokal dan sastra anak sebagai media pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan bermakna.
Baca Juga: Perkuat Benteng Pertahanan ASEAN, Indonesia dan Thailand Tingkatkan Latihan Militer Bersama
Lokakarya menghadirkan dua narasumber dari Program Studi S1 Sastra Indonesia FBS UNJ. Materi pertama disampaikan oleh Asep Supriyana dengan judul "Perkuat Kompetensi Guru SDN Medalsari melalui Lokakarya Pengembangan LKPD Berbasis Cerita Rakyat dan Tradisi Lisan."
Pada sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengintegrasikan cerita rakyat dan tradisi lisan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Dalam paparannya, Asep Supriyana menjelaskan bahwa cerita rakyat dan tradisi lisan tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kaya untuk mengembangkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Menurutnya, guru perlu mampu mengolah kekayaan budaya lokal menjadi bahan ajar yang kontekstual sehingga peserta didik tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri.
Materi kedua disampaikan oleh Venus Khasanah dengan judul "Literasi Iklim Berbasis Sastra Anak: Pemanfaatan Narasi Climate Fiction untuk Membangun Kesadaran Ekologis Siswa Sekolah Dasar di Desa Medalsari."
Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep climate fiction sebagai salah satu bentuk sastra anak yang dapat dimanfaatkan untuk menanamkan kesadaran lingkungan, kepedulian terhadap perubahan iklim, serta perilaku ramah lingkungan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia yang menarik dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Baca Juga: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dinonaktifkan Sementara oleh Jaksa Agung per 31 Juli
Menurut Venus Khasanah, sastra anak memiliki kekuatan untuk membangun empati sekaligus membentuk kesadaran ekologis sejak dini.
Melalui cerita yang dekat dengan pengalaman anak, peserta didik dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan kebiasaan hidup berkelanjutan tanpa merasa sedang digurui.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti berbagai sesi praktik yang meliputi identifikasi potensi cerita rakyat Desa Medalsari, teknik penyusunan LKPD berbasis budaya lokal, pengembangan aktivitas pembelajaran Bahasa Indonesia, hingga pemanfaatan aplikasi sederhana untuk menghasilkan LKPD digital.
Seluruh kegiatan dirancang secara partisipatif sehingga guru dapat langsung menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam produk pembelajaran.
Suasana lokakarya berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, berbagi pengalaman mengajar, serta menggali berbagai cerita rakyat yang berkembang di lingkungan masyarakat Medalsari.
Antusiasme peserta juga terlihat saat praktik penyusunan LKPD dan presentasi hasil kerja kelompok yang memadukan unsur budaya lokal dengan pendekatan pembelajaran yang inovatif.
Baca Juga: Desas Desus Kapolri Jenderal Sigit Diganti, Ketua Komisi III DPR RI : Tidak Benar
Melalui kegiatan ini, guru berhasil menghasilkan beberapa draft Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bahasa Indonesia berbasis cerita rakyat dan tradisi lisan, disertai dokumentasi awal cerita rakyat lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber belajar di sekolah.
Selain itu, peserta memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan sastra anak sebagai media penguatan literasi iklim yang relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.
Manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh sekolah. Guru memperoleh peningkatan kompetensi dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual, sedangkan sekolah memiliki fondasi awal untuk membangun bank bahan ajar berbasis budaya lokal yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Temui Wamen Koperasi, Bupati Bandung Perkuat Sinergi Kembangkan Koperasi untuk Petani dan Peternak
Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat juga membuka peluang bagi pengembangan berbagai program pendidikan berbasis potensi lokal pada masa mendatang.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian akan melakukan pendampingan implementasi LKPD dalam proses pembelajaran, penyempurnaan produk berdasarkan hasil uji coba di kelas, serta mendorong pengembangan bank LKPD berbasis cerita rakyat dan tradisi lisan yang dapat digunakan oleh guru secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi S1 Sastra Indonesia FBS UNJ menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan.
Sinergi antara budaya lokal, sastra anak, dan inovasi pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, memperkuat literasi budaya dan literasi iklim, serta menumbuhkan generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan peduli terhadap lingkungan. ***




