POJOKSATU.id - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Universiti Malaya (UM) menyelenggarakan kegiatan International Community Service bertajuk "Early Childhood Education Teacher Training in the Implementation of Braindance Based on Indonesian–Malaysian Malay Dance to Improve Early Childhood Cultural Literacy" pada 18–22 Mei 2026 di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.
Kegiatan ini merupakan implementasi hilirisasi hasil penelitian tim dosen Universitas Negeri Jakarta mengenai model pembelajaran Braindance berbasis tari Melayu Indonesia-Malaysia sebagai inovasi pembelajaran untuk meningkatkan literasi budaya anak usia dini, yang dilaksanakan oleh Prof, Dr. Elindra Yetti, M.Pd dari Program Studi S2 Pendidikan Seni FBS UNJ sebagai ketua pelaksana kegiatan, bersama tim dosen yaitu Prof. Dr. Dinny Devi Triana, M.Pd. dan Lissa Maharani, S.Pd., M.Pd. (Prodi Pendidikan Tari), serta mahasiswa S2 Pendidikan Seni yaitu Andi Ricardo Karo-Karo dan Salsa Billa Oktaria.
Program ini juga merupakan kelanjutan dari kolaborasi pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya antara UNJ dan Universiti Malaya dalam penguatan kompetensi guru PAUD.
Dari Universiti Malaya ikut terlibat Assoc. Prof. Dr. Fonny Dameaty Hutagalung yamg merupakan Lecturer/Director, Universiti Malaya of Family Research and Development.
Pelatihan diikuti oleh guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Indonesia dan Malaysia, akademisi, serta mahasiswa yang terlibat dalam program kolaborasi internasional.
Kegiatan meliputi pelatihan konseptual mengenai braindance, praktik gerak berbasis tari Melayu Indonesia-Malaysia, penyusunan pembelajaran berbasis budaya, serta pendampingan implementasi pembelajaran yang mengintegrasikan gerak, budaya, dan karakter anak usia dini.
Melalui pendekatan embodied learning, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan braindance sebagai strategi pembelajaran yang menghubungkan perkembangan motorik, kognitif, sosial-emosional, serta literasi budaya anak.
Pemanfaatan tari Melayu sebagai sumber belajar diharapkan mampu memperkuat identitas budaya, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta meningkatkan toleransi dalam lingkungan pendidikan multikultural.
Ketua tim pengabdian Prof. Dr. Elindra Yetti, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil penelitian tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi diimplementasikan secara langsung melalui peningkatan kompetensi guru sebagai ujung tombak pembelajaran anak usia dini.
Selain memperkuat kompetensi pedagogik guru PAUD, kegiatan ini juga mempererat kerjasama akademik antara Universitas Negeri Jakarta dan Universiti Malaya dalam pengembangan pendidikan anak usia dini berbasis budaya serumpun Melayu.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kerja sama internasional yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga: Bos Danantara Blak-blakan Kinerja BUMN Properti, Aset Rp7 Triliun Utang Malah Rp 24 Triliun
Luaran kegiatan meliputi publikasi ilmiah, publikasi media massa dan media daring, dokumentasi video kegiatan, penguatan keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian internasional, serta penguatan kemitraan melalui implementasi Implementation of Arrangement (IoA) antara Universitas Negeri Jakarta dan Universiti Malaya.
Melalui kegiatan ini, UNJ dan Universiti Malaya menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus berkontribusi dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi masyarakat global.***



