POJOKSATU.ID - Pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai lonjakan tunjangan profesi guru hingga 700 persen memicu beragam tanggapan kritis dari kalangan netizen di media sosial.

Sejumlah warga internet mempertanyakan keabsahan serta bukti konkret dari klaim peningkatan nominal tunjangan yang dinilai sangat fantastis tersebut.

Warganet menilai terdapat kekeliruan pemahaman publik terkait lonjakan angka persentase yang disampaikan oleh pemerintah.

Menurut sudut pandang warganet, peningkatan yang terjadi bukanlah pada nominal rupiah yang diterima oleh masing-masing guru, melainkan pada akumulasi jumlah penerimanya.

Baca Juga: Menag Klaim Tunjangan Profesi Guru Kemenag Naik 700 Persen Beserta Penguatan Infrastruktur Pendidikan

Skema kenaikan tersebut dinilai merupakan dampak dari pelaksanaan program sertifikasi guru atau program pendidikan profesi guru yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu.

Proses akumulasi penerima manfaat tersebut bahkan sudah berlangsung sebelum masa kepemimpinan menteri yang menjabat saat ini.

Selain meluruskan pemahaman mengenai persentase kenaikan, netizen juga menyuarakan realita mengenai nasib tenaga pendidik di daerah.

Sejumlah warganet mengungkapkan bahwa mayoritas guru yang belum tersertifikasi dan belum menerima tunjangan tambahan justru berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Baca Juga: Tinggalkan Sekadar Bagi Bansos, Kemensos dan BRIN Matangkan Mekanisme Kerja Sama Intersektoral

Keluhan ini marak disampaikan oleh netizen yang melihat langsung kondisi ketimpangan kesejahteraan guru di kota mereka masing-masing.

Di tengah maraknya tanggapan skeptis masyarakat, pemerintah sebelumnya memaparkan sejumlah capaian penguatan fasilitas pendidikan keagamaan.

Berdasarkan data resmi, Kementerian Agama telah merevitalisasi 556 madrasah dan membangun 352 madrasah baru di berbagai wilayah.

Pemerintah juga mencatat pendirian 34 perguruan tinggi keagamaan negeri serta penyaluran 2.180 papan interaktif digital untuk 551 madrasah.

Bantuan dana pendidikan seperti Program Indonesia Pintar dan KIP-Kuliah juga tercatat telah menyerap anggaran triliun rupiah untuk jutaan penerima manfaat.

\Kendati demikian, sorotan publik di media sosial tetap tertuju pada transparansi serta pemerataan distribusi tunjangan profesi bagi para guru.***