POJOKSATU.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa tunjangan profesi bagi para guru di lingkungan Kementerian Agama mengalami lonjakan yang sangat signifikan hingga mencapai 700 persen.

Kenaikan ini diklaim menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah peningkatan kesejahteraan guru di bawah naungan instansi tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan saat beliau menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu, 1 Agustus.

Baca Juga: Tinggalkan Sekadar Bagi Bansos, Kemensos dan BRIN Matangkan Mekanisme Kerja Sama Intersektoral

Selain memaparkan peningkatan tunjangan profesi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan keagamaan secara berkelanjutan.

Berdasarkan data resmi Kementerian Agama, sebanyak 556 madrasah dan sekolah keagamaan telah berhasil direvitalisasi.

Langkah pembangunan infrastruktur fisik juga diwujudkan melalui hadirnya 352 bangunan madrasah baru di berbagai wilayah.

Tidak hanya jenjang menengah dan dasar, pemerintah turut mendirikan 34 perguruan tinggi keagamaan negeri guna memperluas akses pendidikan tinggi.

Baca Juga: Transformasi KDKMP Menjadi Pusat Logistik, Bansos Pemerintah, dan Layanan Kesehatan Desa di Koperasi Desa?

Sektor modernisasi pembelajaran juga menjadi fokus utama pemerintah dalam memperkuat ekosistem fasilitas pendidikan keagamaan.

Guna menunjang efektivitas belajar mengajar berbasis teknologi, sebanyak 2.180 papan interaktif digital telah didistribusikan.

Fasilitas teknologi digital tersebut telah menjangkau dan disalurkan secara merata ke 551 madrasah.

Di sisi lain, angka penerima manfaat dari berbagai program bantuan pendidikan keagamaan juga ter catat cukup besar.

Program Indonesia Pintar tercatat telah menyasar sebanyak 5.180.170 penerima manfaat dengan total alokasi anggaran mencapai Rp4,038 triliun.

Sementara itu, Program KIP-Kuliah berhasil disalurkan kepada 289.255 penerima manfaat dengan dukungan anggaran sebesar Rp3,032 triliun.

Berbagai pencapaian ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu dan pemerataan akses pendidikan keagamaan di seluruh wilayah tanah air.***