POJOKSATU.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan akademisi Indonesia di kancah internasional.

Dosen sekaligus peneliti Departemen Fisika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip), Dr. Choirul Anam, M.Si., F.Med., berhasil menembus 50 besar ilmuwan dunia di bidang computed tomography (CT scan) berdasarkan pemeringkatan terbaru yang dirilis ScholarGPS.

Dalam pemeringkatan periode lima tahun dengan data hingga 2025, Dr. Choirul Anam berada di peringkat ke-48 dunia.

Baca Juga: Kabar Gembira! Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag Segera Cair, Rp5,783 Triliun Sudah Masuk DIPA

Posisi tersebut melonjak tajam dibandingkan laporan sebelumnya yang menempatkannya di peringkat ke-99 dunia.

Pencapaian ini menjadikan Dr. Anam sebagai salah satu ilmuwan Indonesia dengan pengakuan internasional di bidang teknologi pencitraan medis.

Bersaing dengan Ilmuwan Terkemuka Dunia
Pemeringkatan ScholarGPS menghimpun peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang berkontribusi pada pengembangan teknologi CT scan.

Daftar tersebut mencakup pakar radiologi, onkologi, kesehatan masyarakat, teknik biomedis, teknik komputer, matematika, hingga fisika dari berbagai negara.

Baca Juga: Kabar Gembira! Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag Segera Cair, Rp5,783 Triliun Sudah Masuk DIPA

Masuknya Dr. Choirul Anam ke jajaran 50 besar dunia membuat namanya sejajar dengan sejumlah ilmuwan terkemuka, seperti Prof. Cynthia McCollough dari Mayo Clinic, Prof. Joël Greffier dari Prancis, Prof. John Damilakis dari Yunani, dan Prof. Madan Rehani dari Amerika Serikat.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa riset yang dikembangkan akademisi Indonesia mampu bersaing dengan berbagai institusi riset kelas dunia.

Fokus Mengurangi Paparan Radiasi CT Scan
Riset yang dikembangkan Dr. Choirul Anam berfokus pada otomatisasi dosimetri radiasi dan peningkatan kualitas citra hasil pemeriksaan CT scan.

Baca Juga: Yusril Tegaskan Persekusi Transpuan di Bogor Tak Bisa Dibenarkan, Perpres LGBTQ Bukan Alasan Main Hakim Sendiri

Melalui pengembangan perangkat lunak, tim peneliti berupaya membantu fasilitas kesehatan memantau paparan radiasi secara lebih akurat sehingga pemeriksaan dapat dilakukan dengan dosis serendah mungkin tanpa mengurangi kualitas gambar.

"Dengan berfokus pada otomatisasi dosimetri radiasi, hasil riset ini memungkinkan pemantauan dan pengelolaan tingkat paparan radiasi yang diterima oleh pasien menjadi jauh lebih terukur, efisien, dan terkontrol secara presisi," ujar Dr. Choirul Anam.

Menurutnya, tujuan utama penelitian tersebut adalah mendukung pemeriksaan radiologi yang lebih aman sekaligus menghasilkan citra berkualitas tinggi untuk membantu dokter menegakkan diagnosis.

Baca Juga: Dandim 0604 Karawang Ajak Masyarakat Ciptakan Lingkungan Ramah Anak

Berpotensi Meningkatkan Keselamatan Pasien
Optimalisasi dosis radiasi dinilai penting, terutama bagi pasien yang memerlukan pemeriksaan CT scan berulang maupun kelompok rentan seperti anak-anak.

Dengan pengelolaan paparan radiasi yang lebih presisi, risiko jangka panjang akibat paparan radiasi dapat ditekan, sementara kualitas visualisasi organ tetap terjaga.

Citra yang lebih jelas juga dapat membantu dokter radiologi mendeteksi berbagai kelainan secara lebih akurat sehingga keputusan medis dapat diambil lebih cepat sesuai kondisi pasien.

Meski demikian, penelitian ini berfokus pada pengembangan teknologi pendukung pemeriksaan CT scan dan tidak menggantikan peran dokter maupun prosedur klinis yang berlaku di fasilitas pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Tegaskan BUMD Tak Boleh Jadi 'ATM' APBD, DPRD Jabar Berguru ke DKI untuk Siapkan Holding PT Sangga Buana

Dukung Target Undip Menuju World Class University
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, memberikan apresiasi atas capaian Dr. Choirul Anam yang dinilai mencerminkan konsistensi budaya riset di lingkungan kampus.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kualitas publikasi dan sitasi ilmiah Undip terus meningkat di tingkat internasional.

Capaian ini juga mendukung langkah strategis Universitas Diponegoro dalam memperkuat reputasi akademik untuk mencapai target sebagai World Class University (WCU).

Prestasi Dr. Choirul Anam tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Undip, tetapi juga menunjukkan bahwa peneliti Indonesia mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi kesehatan global melalui inovasi yang berorientasi pada keselamatan pasien dan peningkatan kualitas layanan medis.***