POJOKSATU.id – Jurusan Bisnis menjadi salah satu program studi yang selalu masuk daftar favorit calon mahasiswa setiap tahunnya.
Tingginya minat membuat calon mahasiswa perlu lebih cermat dalam memilih kampus, tidak hanya berdasarkan popularitas, tetapi juga kualitas akademik, akreditasi, kurikulum, hingga jejaring alumni di dunia industri.
Selain perguruan tinggi negeri, sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia juga memiliki reputasi yang sangat baik dalam bidang bisnis.
Bahkan, beberapa di antaranya telah memperoleh akreditasi internasional dan menjalin kerja sama dengan universitas maupun perusahaan global.
Berdasarkan pemeringkatan EduRank 2026, berikut delapan kampus swasta dengan jurusan bisnis terbaik di Indonesia yang layak menjadi referensi bagi calon mahasiswa.
1. Universitas Bina Nusantara (BINUS)
Universitas Bina Nusantara atau BINUS dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia, terutama pada bidang teknologi, manajemen, dan bisnis.
Melalui BINUS Business School (BBS), kampus ini menawarkan berbagai program studi seperti:
- Business Creation
- Management
- International Business Management
- Digital Business
- Global Business Marketing
Kurikulumnya menerapkan konsep applied higher education yang memadukan teori, praktik, literasi digital, dan kewirausahaan.
BINUS juga mengantongi akreditasi internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business), yang menjadi salah satu standar tertinggi sekolah bisnis di dunia.
Baca Juga: Kampus Impian Tidak Masuk Daftar LPDP 2026? Tetap Bisa Daftar Beasiswa, Ini Syarat dan Ketentuannya
2. Telkom University
Telkom University berhasil berkembang menjadi salah satu kampus swasta unggulan sejak berdiri pada 2013.
Kampus yang berlokasi di Bandung ini memiliki kekuatan pada bidang teknologi, bisnis, dan industri kreatif.
Salah satu program unggulannya adalah Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI) yang telah memperoleh akreditasi A.
Dengan pendekatan Preparing the Digital Business Leader, Telkom University membekali mahasiswa dengan kompetensi bisnis berbasis transformasi digital dan kewirausahaan.
Baca Juga: Draf Revisi UU Ketenagakerjaan Berisi 224 Pasal, Ini Daftar Pokok Perubahan yang Diusulkan
3. Universitas Tarumanagara (UNTAR)
Universitas Tarumanagara (UNTAR) menjadi salah satu kampus swasta ternama di Jakarta yang memiliki Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan sejarah panjang.
Program unggulannya meliputi:
- Manajemen Bisnis
- Akuntansi Bisnis
Khusus Program Akuntansi, UNTAR bekerja sama dengan lembaga internasional seperti CPA Australia dan ICAEW, sehingga memberikan nilai tambah bagi lulusannya untuk berkarier di tingkat global.
Baca Juga: 10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia 2026, Lengkap dengan Jadwal PMB yang Masih Dibuka
4. Universitas Trisakti
Sebagai salah satu PTS tertua di Indonesia, Universitas Trisakti memiliki jaringan alumni yang luas di berbagai sektor bisnis, pemerintahan, hingga industri keuangan.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti menerapkan kurikulum berstandar internasional yang dipadukan dengan praktik lapangan.
Program studinya juga telah memperoleh akreditasi Unggul dari BAN-PT dan LAMEMBA, yang menjadi jaminan mutu pendidikan.
5. Universitas Mercu Buana
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana dikenal memiliki kurikulum yang disusun sesuai kebutuhan industri modern.
Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar melalui:
- Laboratorium bisnis
- Laboratorium kewirausahaan
- Studio pengembangan soft skill
- Program sertifikasi kompetensi nasional dan internasional
Pendekatan ini membuat lulusannya lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.
6. Universitas Islam Indonesia (UII)
Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta menjadi salah satu PTS yang konsisten mempertahankan kualitas akademiknya.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UII telah meraih akreditasi Unggul dan membuka berbagai program internasional, seperti:
- Double Degree
- Student Exchange
Mahasiswa juga dapat memperoleh sertifikasi profesional dari BNSP, ACCA, SAP, hingga LSP Perbankan, sehingga memiliki daya saing lebih tinggi saat memasuki dunia kerja.
Fasilitas pendukungnya meliputi coworking space, laboratorium bisnis, bank mini, hingga perpustakaan modern.
7. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) juga masuk dalam daftar kampus swasta terbaik untuk jurusan bisnis.
Seluruh program studinya telah mengantongi akreditasi Unggul. Kurikulum yang diterapkan menyesuaikan perkembangan teknologi digital, termasuk materi mengenai:
- E-commerce
- Analisis data bisnis
- Kewirausahaan digital
Pembelajaran didukung fasilitas modern yang dipadukan dengan penguatan nilai-nilai keislaman.
Baca Juga: Basarnas Ungkap 7 Orang Korban Ledakan Gas Grand Polonia, 2 Tertimbun, Satu Tewas, Ini Datanya
8. Universitas Pelita Harapan (UPH)
Universitas Pelita Harapan (UPH) memiliki Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang telah dikenal melalui berbagai prestasi nasional maupun internasional.
Program studi yang tersedia antara lain:
- Manajemen
- Akuntansi
Pembelajaran menggunakan pendekatan case study, sehingga mahasiswa terbiasa menyelesaikan persoalan bisnis nyata.
Baca Juga: PSMS Medan Perkenalkan Jersey Baru Piala Presiden Elite 2026, Siap Tantang Klub Liga 1 dan Asia
UPH juga memiliki berbagai fasilitas modern seperti:
- Trading room
- Laboratorium analitik
- Pusat inkubasi bisnis
- Smart classroom
Selain itu, kerja sama dengan jaringan Lippo Group dan berbagai perusahaan multinasional membuka peluang magang hingga rekrutmen kerja bagi mahasiswa.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Jurusan Bisnis
Selain melihat peringkat kampus, calon mahasiswa juga sebaiknya mempertimbangkan sejumlah aspek penting sebelum menentukan pilihan.
Mulai dari status akreditasi program studi, kualitas dosen, peluang magang, kerja sama internasional, fasilitas pendukung pembelajaran, hingga rekam jejak lulusan di dunia kerja.
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, calon mahasiswa dapat memilih kampus yang tidak hanya memiliki reputasi baik, tetapi juga mampu mendukung pengembangan kompetensi dan karier di bidang bisnis pada masa depan. ***




