POJOKSATU.id – Pendaftaran sekolah kedinasan yang berada di bawah sejumlah kementerian dan lembaga negara akan segera dibuka.
Selain harus lolos seleksi administrasi dan tes akademik, calon peserta juga diwajibkan mengikuti tes fisik dengan standar yang berbeda di setiap sekolah kedinasan.
Perbedaan tersebut terlihat dari jenis hingga nama tes yang digunakan.
Setiap instansi menyesuaikan materi tes fisik dengan kebutuhan pendidikan dan tugas kedinasan yang akan dijalani para taruna maupun praja.
Sebagai contoh, sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan memasukkan tes curl up sebagai bagian dari seleksi kebugaran jasmani untuk mengukur kekuatan otot perut.
Tes ini tidak ditemukan pada sejumlah sekolah kedinasan lainnya.
Selain jenis tes, penyebutan tes fisik juga berbeda. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggunakan istilah tes kesamaptaan, sedangkan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN dan sekolah kedinasan milik Kementerian Perhubungan menyebutnya sebagai tes kebugaran jasmani.
Perbedaan Tes Fisik di Sekolah Kedinasan
Setiap sekolah kedinasan memiliki ketentuan masing-masing terkait tes kebugaran yang harus diikuti peserta.
Tujuannya adalah memastikan calon taruna atau praja memiliki kondisi fisik yang memadai selama menjalani pendidikan.
Secara umum, tes fisik yang digunakan di berbagai sekolah kedinasan meliputi:
-
Lari sebagai pengukur daya tahan tubuh.
-
Push up untuk mengukur kekuatan otot lengan dan dada.
-
Sit up atau curl up untuk mengukur kekuatan otot perut.
-
Shuttle run atau lari bolak-balik guna mengukur kelincahan.
-
Tes kebugaran lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi.
Baca Juga: Belajar Langsung dari Peternak, Peserta Sekolah Komoditas Unggas Dalami Budidaya Puyuh Petelur
Meski beberapa materi tes terlihat serupa, standar penilaian, jumlah repetisi, hingga batas waktu pelaksanaan dapat berbeda di setiap sekolah kedinasan.
Tes Fisik Kemenhub Memiliki Curl Up
Sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan memiliki salah satu materi tes yang berbeda dibanding sekolah kedinasan lainnya, yakni curl up.
Tes ini bertujuan mengukur kekuatan sekaligus daya tahan otot perut.
Peserta diminta melakukan gerakan mengangkat badan dari posisi terlentang sesuai jumlah repetisi yang ditentukan oleh panitia seleksi.
IPDN Menggunakan Tes Kesamaptaan
Berbeda dengan sekolah kedinasan lainnya, IPDN menggunakan istilah tes kesamaptaan.
Tes ini merupakan rangkaian pengukuran kemampuan fisik yang harus dipenuhi calon praja sebelum dinyatakan lolos seleksi.
Materi yang diujikan bertujuan memastikan peserta memiliki kebugaran yang sesuai dengan karakter pendidikan semi-militer di IPDN.
STAN dan STMKG Juga Menerapkan Tes Kebugaran
PKN STAN maupun Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) juga menerapkan tes kebugaran jasmani dalam proses seleksi.
Meski tidak seberat tes fisik di sekolah kedinasan yang menerapkan pendidikan semi-militer, peserta tetap dituntut memiliki kondisi tubuh yang sehat dan bugar agar mampu mengikuti proses pendidikan dengan baik.
Persiapkan Kondisi Fisik Sejak Dini
Bagi calon peserta sekolah kedinasan, persiapan tidak hanya difokuskan pada kemampuan akademik, tetapi juga kebugaran fisik.
Latihan rutin seperti lari, push up, sit up, maupun latihan daya tahan tubuh dapat membantu meningkatkan peluang lolos pada tahapan seleksi kebugaran.
Karena setiap sekolah kedinasan memiliki ketentuan yang berbeda, peserta juga disarankan mempelajari persyaratan resmi dari instansi tujuan sebelum mengikuti proses seleksi.
Dengan persiapan akademik dan fisik yang matang, peluang untuk lolos menjadi taruna atau praja sekolah kedinasan akan semakin besar. ***




