POJOKSATU.id - Universitas Subang memiliki perjalanan sejarah yang panjang sebelum menjadi salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Subang seperti saat ini.
Cikal bakal kampus tersebut bermula dari berdirinya Yayasan Kutawaringin Subang yang merintis pendidikan tinggi sejak 1964.
Perjalanan itu diawali pada 10 November 1964 ketika Yayasan Kutawaringin Subang meresmikan Universitas Kutawaringin (UNKUWA).
Perguruan tinggi tersebut digagas oleh Otje Djunjunan, R.H. Acu Samsudin, dan R. Erawan Asmara dengan dukungan berbagai elemen, mulai dari PGRI, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, hingga sejumlah organisasi politik.
Pada masa awal berdirinya, UNKUWA membuka Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM) yang menjadi kelas jauh Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad).
Setahun kemudian, tepatnya pada 1965, dibuka pula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang merupakan filial IKIP Bandung.
Namun, perjalanan UNKUWA tidak berlangsung lama. Pada 1969, aktivitas universitas tersebut terhenti.
Baca Juga: PMII Garut Siapkan Kader Berdaya Saing, Muspimcab I Hasilkan Sejumlah Rekomendasi Strategis
Salah satu penyebabnya adalah kebijakan pemerintah yang melarang perguruan tinggi membuka kelas jauh, sehingga operasional kampus tidak dapat dilanjutkan.
Harapan untuk kembali menghadirkan pendidikan tinggi di Subang muncul pada 1982.
Atas prakarsa Bupati Subang saat itu, Ir. Sukanda Karta Sasmita, Yayasan Kutawaringin dihidupkan kembali dengan membuka Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) yang bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran.
Pendirian STIA bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya aparatur Pemerintah Kabupaten Subang, sekaligus memberikan kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Baca Juga: Logo Resmi HUT ke-81 RI Diluncurkan, Karya Fajar Novario Terpilih Lewat Voting Publik
Perkembangan berlanjut pada 1997 ketika Bupati Subang Drs. H. Abdul Wachyan menggagas pendirian Sekolah Tinggi Teknik (STT) Kutawaringin Subang.
Kehadiran STT saat itu dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, terutama seiring berkembangnya kawasan industri TEXMACO di Kecamatan Pabuaran.
Impian mendirikan universitas akhirnya terwujud berkat dukungan dan prakarsa Drs. Eep Hidayat sejak menjabat Ketua DPRD Kabupaten Subang hingga menjadi Bupati Subang periode 2004–2009.
Baca Juga: Dokter Icha
Upaya tersebut menjadi tonggak penting lahirnya Universitas Subang yang terus berkembang hingga sekarang.
Universitas Subang memiliki visi menjadi perguruan tinggi terkemuka di tingkat nasional dengan wawasan global pada tahun 2028.
Untuk mewujudkannya, kampus ini memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pusat-pusat keunggulan yang berdaya saing nasional maupun internasional.
Selain itu, Universitas Subang terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis guna mendukung pengembangan akademik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kampus ini juga berkomitmen mendukung pembangunan Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, hingga pembangunan nasional melalui kontribusi di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Perjalanan panjang Universitas Subang menjadi bukti bahwa komitmen dalam membangun dunia pendidikan mampu melahirkan institusi yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
Berbekal sejarah yang kuat dan visi ke depan, Universitas Subang diharapkan terus mencetak generasi unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, bangsa, dan dunia.***




