POJOKSATU.id - Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang terus berkembang di Jawa Timur.

Berdiri di bawah naungan Perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU), kampus ini mengusung motto "Religious Campus with Entrepreneurship Spirit", yang menegaskan komitmennya mencetak lulusan religius, unggul, sekaligus memiliki jiwa kewirausahaan.

UNUSIDA resmi memperoleh izin pendirian melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 195/E/O/2014 pada 4 Juli 2014.

Baca Juga: 10 Tips Memilih Rumah Subsidi untuk Gen Z dan Milenial, Jangan Asal Murah agar Tak Menyesal

Sejak saat itu, kampus yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo ini terus memperluas kiprah di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penyelenggara UNUSIDA adalah Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang berkedudukan di Jakarta, sedangkan pengelola operasional kampus dijalankan oleh Badan Pelaksana Pengelola (BPP) UNU Sidoarjo yang berkedudukan di Sidoarjo, Jawa Timur.

Berawal dari Gagasan PCNU Sidoarjo
Lahirnya UNUSIDA tidak terlepas dari inisiatif Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo yang saat itu dipimpin Rois Syuriah KH. Ahmad Rofiq Siroj dan Ketua Tanfidziyah Drs. KH. Abdy Manaf.

Baca Juga: STFT Widya Sasana Malang, Kampus Filsafat dan Teologi yang Konsisten Cetak Pemimpin Gereja Sejak 1971

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, dibentuk tim penyusun studi kelayakan yang dipimpin Dr. Fatkul Anam, M.Si.

Bersama sejumlah akademisi, tim ini melakukan berbagai kajian, menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, serta berkonsultasi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) maupun Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Perjalanan mendirikan UNUSIDA tidak berlangsung singkat.

Proposal pendirian harus melalui berbagai tahapan evaluasi, revisi, hingga penyesuaian administrasi sebelum akhirnya memperoleh izin resmi dari pemerintah.

Baca Juga: Kenali Gejala Penyakit Jantung Sejak Dini, Ini Tanda-Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Salah satu tantangan terbesar saat itu adalah pemenuhan persyaratan bank garansi.

Setelah melalui koordinasi bersama PBNU, kebutuhan tersebut akhirnya dapat dipenuhi sehingga proses pendirian universitas berjalan hingga tahap final.

Memiliki Lima Fakultas dan Dua Belas Program Studi
Kini UNUSIDA memiliki lima fakultas yang menaungi 12 program studi jenjang sarjana.

Fakultas Teknik memiliki Program Studi Teknik Industri, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia.

Fakultas Ilmu Komputer menaungi Program Studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, serta Desain Komunikasi Visual yang sebelumnya bernama Desain Grafis.

Fakultas Ekonomi terdiri atas Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

Baca Juga: Tips Cara Membersihkan TWS dengan Benar agar Suara Tetap Jernih dan Charging Case Awet

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan memiliki Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar serta Pendidikan Bahasa Inggris.

Sementara Fakultas Agama Islam menaungi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini.

Keberadaan berbagai program studi tersebut menjadi bagian dari upaya UNUSIDA menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Filosofi Logo UNUSIDA
Logo UNUSIDA memiliki makna yang sarat filosofi.

Bola dunia melambangkan cita-cita universitas untuk memberikan kontribusi bagi kesejahteraan bangsa Indonesia sekaligus terus berkiprah selama dunia masih berputar.

Pita hijau yang melingkari bola dunia menjadi simbol eratnya persaudaraan umat di seluruh dunia.

Baca Juga: Luhut: Perputaran Dana Program MBG Capai Rp120 Triliun, Manfaatnya Belum Banyak Dirasakan Petani dan UMKM

Sembilan bintang yang terdapat pada logo juga memiliki makna tersendiri.

Satu bintang besar melambangkan semangat perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Empat bintang di bagian atas melambangkan Khulafaurrasyidin, sedangkan empat bintang di bagian bawah melambangkan empat mazhab Ahlussunnah Wal Jamaah, yakni Syafi'i, Maliki, Hambali, dan Hanafi.

Dominasi warna hijau menggambarkan kesejahteraan, kebijaksanaan, serta kecerdasan yang menjadi nilai dasar dalam penyelenggaraan pendidikan di UNUSIDA.

Fokus Menjadi Kampus Unggul
Melalui Rencana Strategis 2019–2024, UNUSIDA menegaskan visinya menjadi pusat pendidikan unggul yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan.

Baca Juga: Ditemukan Meninggal di Juanda, Hasil Visum Sekdis Ruly Yunis Setiawati Berkaitan Penganiayaan

Universitas juga berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat riset dan pengabdian kepada masyarakat, mengembangkan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, serta memperluas kerja sama dengan berbagai institusi di tingkat nasional maupun internasional.

Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, memiliki karakter Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah, serta mampu bersaing di era global.

Perjalanan UNUSIDA menunjukkan bahwa membangun perguruan tinggi bukan sekadar menghadirkan ruang belajar, tetapi juga membangun harapan bagi generasi masa depan.

Dengan berpijak pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama dan semangat kewirausahaan, UNUSIDA terus berupaya menjadi kampus yang melahirkan insan berilmu, berkarakter, dan siap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***