POJOKSATU.id - Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana (STFT Widya Sasana) menjadi salah satu perguruan tinggi teologi tertua dan berpengaruh di Indonesia. 

Berdiri sejak 1 Maret 1971, kampus yang berlokasi di Kota Malang, Jawa Timur, ini terus berkembang sebagai pusat pendidikan filsafat dan teologi yang mencetak calon pemimpin Gereja Katolik sekaligus melahirkan berbagai karya akademik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perjalanan STFT Widya Sasana diawali dari penyatuan Seminari Tinggi Ordo Karmel (O.Carm) di Batu, Malang, dengan Seminari Tinggi Kongregasi Misi (CM) Kediri. 

Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Banten Versi uniRank 2026, Unpam Jadi yang Tertinggi di Provinsi Ini

Penyatuan tersebut diprakarsai oleh pimpinan kedua kongregasi yang kemudian mendirikan Yayasan Widya Sasana sebagai badan hukum yang menaungi penyelenggaraan pendidikan.

Yayasan Widya Sasana resmi dibentuk pada 1 Maret 1971 dan pengesahannya dilakukan melalui Akta Notaris Raden Soediono pada 3 Mei 1972. 

Seiring perjalanan waktu, yayasan terus berkembang. 

Pada 1979, Serikat Sabda Allah (SVD) Provinsi Jawa-Bali bergabung sebagai bagian dari yayasan, disusul berbagai kongregasi religius dan keuskupan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Tidak hanya Ordo Karmel dan Kongregasi Misi, sejumlah kongregasi lain seperti BHK, CDD, CP, SMM, CSE, OSM, MSF, serta berbagai keuskupan, di antaranya Malang, Surabaya, Bali, Pontianak, Sintang, Ketapang, Samarinda, Banjarmasin, Palangkaraya, Tanjung Selor, Merauke, Jayapura, Sorong-Manokwari, hingga Timika turut menjadi bagian dari perjalanan STFT Widya Sasana. 

Pada 2009, Keuskupan Surabaya memutuskan mengakhiri keikutsertaannya dalam lembaga tersebut.

Baca Juga: Kenali Gejala Penyakit Jantung Sejak Dini, Ini Tanda-Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Berawal dari Kampus Sederhana di Jalan Talang

Pada masa awal berdiri, kegiatan perkuliahan dilaksanakan di kompleks Biara Karmel yang berada di Jalan Talang Nomor 5, Kota Malang.

Seiring meningkatnya jumlah mahasiswa dan kebutuhan sarana pendidikan, sejak 1983 seluruh aktivitas akademik dipindahkan ke kampus baru di Jalan Terusan Rajabasa Nomor 2, Malang. 

Hingga kini lokasi tersebut masih menjadi pusat kegiatan pendidikan STFT Widya Sasana.

Perjalanan kampus ini juga tidak lepas dari berbagai keterbatasan. 

Pada masa-masa awal, proses belajar mengajar bahkan pernah dilakukan di area terbuka atau emperan bangunan karena ruang kelas yang tersedia belum mencukupi kebutuhan mahasiswa.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Bakal Berubah, Kemenhub Siapkan Rumus Baru Tarif Batas Atas

Perkembangan Program Studi dan Akreditasi

Dalam perjalanan akademiknya, STFT Widya Sasana terus mengalami perkembangan signifikan.

Pada 1986, kampus ini memperoleh status terdaftar untuk Program Diploma III dan Sarjana Strata Satu Program Studi Filsafat Agama Kristen melalui keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Status akademik kemudian meningkat menjadi "Diakui" pada 1993 sebelum akhirnya memperoleh akreditasi nasional pertama pada 1998.

Prestasi akademik terus meningkat ketika Program Studi S1 berhasil meraih akreditasi "A" pada 2005. 

Capaian tersebut berhasil dipertahankan dalam proses reakreditasi pada 2010, 2015, dan 2020.

Pada akreditasi terbaru tahun 2025, Program Studi S1 Filsafat Keilahian memperoleh predikat "Unggul" berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Perubahan juga terjadi pada nama program studi. Sejak 2017, Program Studi Filsafat Agama Kristen resmi berganti nama menjadi Program Studi Filsafat Keilahian sesuai keputusan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Baca Juga: Ganti Dolar

Kini Memiliki Program S1 hingga Doktor

Perkembangan STFT Widya Sasana tidak berhenti pada jenjang sarjana.

Pada Oktober 2007, kampus memperoleh izin membuka Program Magister Filsafat yang mulai menerima mahasiswa pada tahun akademik 2008/2009 dengan dua konsentrasi, yakni Filsafat Sistematis dan Filsafat Teologis.

Program Magister kemudian memperoleh akreditasi "B" pada 2014 sebelum meningkat menjadi akreditasi "A" pada 2019.

Selanjutnya, pada 2019 STFT Widya Sasana mendapatkan izin menyelenggarakan Program Doktor Teologi. 

Program doktor tersebut kemudian memperoleh akreditasi "Baik" dari BAN-PT pada 2022.

Baca Juga: Luhut: Perputaran Dana Program MBG Capai Rp120 Triliun, Manfaatnya Belum Banyak Dirasakan Petani dan UMKM

Perkembangan terbaru terjadi pada akhir 2023 ketika kampus memperoleh izin membuka Program Studi Sarjana Teologi. 

Program tersebut kemudian mendapatkan akreditasi sementara dari BAN-PT pada Oktober 2025.

Saat ini STFT Widya Sasana menyelenggarakan empat program studi, yaitu S1 Filsafat Keilahian, S1 Teologi, S2 Magister Filsafat Keilahian, serta S3 Doktor Teologi.

Dipimpin Akademisi Berpengalaman

Untuk periode 2024–2028, STFT Widya Sasana dipimpin oleh Prof. Dr. Edison Robertus Lamarsen Tinambunan.

Ia merupakan alumnus STFT Widya Sasana pada jenjang sarjana dan magister sebelum melanjutkan studi di Institutum Patristicum Augustinianum, Roma, Italia. Gelar doktor diraihnya dari Pontificia Studiorum Universitas a Sancto Thomas Aquinate in Urbe, Italia.

Baca Juga: Ditemukan Meninggal di Juanda, Hasil Visum Sekdis Ruly Yunis Setiawati Berkaitan Penganiayaan

Pengalaman akademik tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan STFT Widya Sasana sebagai pusat pendidikan filsafat dan teologi yang terus meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Lebih dari lima dekade perjalanan telah membentuk STFT Widya Sasana sebagai rumah bagi lahirnya pemikir, pendidik, dan pelayan umat yang berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan. ***