POJOKSATU.id — Banyak orang beranggapan bahwa skripsi hanya menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa sarjana di Indonesia.

Padahal, mahasiswa S1 di berbagai negara juga memiliki tugas akhir, meski bentuk dan penamaannya tidak selalu sama dengan skripsi yang dikenal di Tanah Air.

Secara umum, mahasiswa sarjana di luar negeri tetap diwajibkan menyelesaikan suatu proyek atau karya ilmiah sebelum lulus.

Baca Juga: Sering Merasa Seperti Ada Gempa Padahal Tidak? Ini Penyebab Tubuh Terasa Sempoyongan yang Perlu Diwaspadai

Namun, bentuk tugas akhir tersebut bergantung pada kebijakan universitas, program studi, dan negara tempat mereka menempuh pendidikan.

Di sejumlah negara Eropa, seperti Finlandia, Jerman, Belanda, hingga Polandia, mahasiswa sarjana umumnya diwajibkan menyusun penelitian yang disebut Bachelor's Thesis.

Tugas akhir ini memiliki konsep yang hampir serupa dengan skripsi di Indonesia, yakni berupa penelitian ilmiah yang disusun secara sistematis.

Baca Juga: Semangat Peringati Hari Pancasila, PLN UPT Bekasi Jaga Keandalan Pasokan GI Hankook Lewat Dedikasi Srikandi

Sebagai contoh, Hanken School of Economics di Finlandia mewajibkan mahasiswa program sarjana menyelesaikan Bachelor's Thesis pada tahun ketiga perkuliahan.

Sementara itu, sistem pendidikan di Amerika Serikat dan Kanada cenderung lebih fleksibel.

Banyak perguruan tinggi tidak mewajibkan mahasiswa S1 membuat skripsi sebagai syarat kelulusan.

Baca Juga: Proyek Pengarugan Pertamina EP di Plawad Karawang Dikeluhkan Petani

Sebagai gantinya, mahasiswa dapat menyelesaikan Capstone Project, yaitu proyek akhir yang dapat berupa penelitian, laporan magang, desain produk, maupun proyek pemecahan masalah sesuai bidang studinya.

Beberapa universitas, seperti Brown University dan Ohio State University, memberikan pilihan kepada mahasiswa untuk mengerjakan tesis atau bentuk proyek akhir lainnya.

Pada jurusan teknik dan bidang terapan, tugas akhir yang diberikan umumnya berbentuk Senior Project atau Design Project.

Mahasiswa dituntut membuat rancangan atau penelitian tertentu yang kemudian disertai laporan akhir, tanpa harus menyusun skripsi seperti yang lazim dilakukan di Indonesia.

Baca Juga: Diminta Kondisikan Demo Agar Tak Mendekat Istana, Ketua BEM UFH UBK Akui Disogok Rp 6 Juta oleh Okum Polisi

Dengan demikian, tidak semua mahasiswa sarjana di luar negeri wajib membuat skripsi.

Namun, hampir seluruh program pendidikan S1 tetap memiliki tugas akhir yang harus diselesaikan sebelum mahasiswa dinyatakan lulus.

Perbedaannya terletak pada nama, bentuk, serta pendekatan yang diterapkan oleh masing-masing universitas dan negara.

Jika di Indonesia skripsi menjadi syarat yang umum dijumpai, di luar negeri tugas akhir bisa berupa Bachelor's Thesis, Capstone Project, maupun Senior Project.***