POJOKSATU.id - Kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2025/2026 segera berakhir pada Juni 2026. 

Setelah menjalani proses pembelajaran selama satu semester, para siswa akan memasuki masa libur akhir semester yang dinantikan banyak keluarga.

Jadwal libur sekolah di setiap daerah tidak selalu sama. 

Meski sebagian besar provinsi memiliki rentang waktu libur yang hampir serupa, beberapa wilayah menerapkan jadwal yang berbeda, termasuk DKI Jakarta.

Mengetahui jadwal libur sekolah menjadi penting, terutama bagi orang tua yang berencana menghabiskan waktu bersama anak atau menyusun agenda liburan keluarga selama masa jeda pembelajaran.

Baca Juga: 10 Kelas Liburan Anak di Bandung 2026, Ada Coding, Sains, Public Speaking hingga Eksplorasi Alam

Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2025/2026 di 19 Provinsi

Berikut jadwal libur sekolah berdasarkan kalender pendidikan yang berlaku di sejumlah provinsi:

  • Banten: 20 Juni–11 Juli 2026

  • DKI Jakarta: 22 Juni–3 Juli 2026

  • Jawa Barat: 29 Juni–10 Juli 2026

  • Jawa Tengah: 22 Juni–11 Juli 2026

  • Jawa Timur: 22 Juni–13 Juli 2026

  • DI Yogyakarta: 29 Juni–10 Juli 2026

  • Sumatera Barat: 22 Juni–11 Juli 2026

  • Sumatera Selatan: 22 Juni–11 Juli 2026

    Baca Juga: Tahun Baru Islam 1448 H, Wagub Erwan Ajak Masyarakat Hijrah Menuju Kehidupan yang Lebih Baik

  • Riau: 22 Juni–4 Juli 2026

  • Bali: 29 Juni–11 Juli 2026

  • Kalimantan Barat: 20 Juni–11 Juli 2026

  • Kalimantan Timur: 22 Juni–10 Juli 2026

  • Kalimantan Utara: 27 Juni–11 Juli 2026

  • Sulawesi Selatan: 22 Juni–4 Juli 2026

  • Sulawesi Tenggara: 22 Juni–11 Juli 2026

  • Sulawesi Barat: 22 Juni–11 Juli 2026

  • Nusa Tenggara Barat (NTB): 22 Juni–11 Juli 2026

  • Nusa Tenggara Timur (NTT): 22 Juni–11 Juli 2026

    Baca Juga: Prediksi Skor Meksiko vs Korea Selatan: Taegeuk Warriors Bukan Unggulan

Perlu diketahui, kalender pendidikan yang diterbitkan pemerintah provinsi umumnya berlaku untuk jenjang SMA, SMK, dan sederajat. 

Sementara itu, jadwal libur untuk jenjang SD dan SMP dapat menyesuaikan kebijakan pemerintah kabupaten atau kota masing-masing.

Karena itu, orang tua dan siswa disarankan memantau informasi resmi dari dinas pendidikan daerah setempat untuk memperoleh jadwal yang paling akurat.

Arahan Kemendikdasmen Jelang Libur Sekolah

Menjelang masa libur semester, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) biasanya mengeluarkan arahan kepada sekolah, orang tua, dan peserta didik agar masa liburan dimanfaatkan secara positif dan aman.

Baca Juga: Anggaran Sekolah Rakyat Diusulkan Naik Dua Kali Lipat pada 2027, Kemensos Targetkan 100 Ribu Siswa

Hingga saat ini, Kemendikdasmen belum menerbitkan arahan khusus untuk libur semester genap tahun ajaran 2025/2026. 

Namun, sejumlah imbauan yang pernah disampaikan pada periode sebelumnya masih relevan untuk diterapkan selama masa liburan.

Kegiatan yang Dianjurkan Kemendikdasmen Selama Libur Sekolah

Kemendikdasmen mendorong orang tua untuk memanfaatkan masa liburan sebagai kesempatan memperkuat hubungan keluarga sekaligus mendukung perkembangan karakter anak.

Berikut beberapa kegiatan yang dianjurkan selama liburan sekolah:

1. Menghabiskan Waktu Berkualitas Bersama Anak

Orang tua dapat melibatkan anak dalam berbagai aktivitas sehari-hari yang sederhana tetapi bermanfaat, seperti:

Baca Juga: Prediksi Skor Rep Ceko vs Afrika Selatan, Siapa Dijagokan Menang?

  • Memasak bersama di rumah.

  • Membantu mengatur keuangan rumah tangga sederhana.

  • Membersihkan dan merapikan rumah bersama.

  • Berdiskusi tentang pengalaman anak selama belajar di sekolah.

  • Mengobrol mengenai minat, bakat, dan cita-cita anak.

  • Melakukan rekreasi atau perjalanan sesuai kemampuan keluarga.

Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana belajar keterampilan hidup (life skills) sekaligus mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Baca Juga: Menteri Hukum Inisiasi Bangun Sekolah Rakyat Tanpa APBN, Tanah 6,3 Hektare Diserahkan untuk Sekolah Rakyat di Tangerang

2. Membiasakan Aktivitas Positif yang Mendukung Literasi dan Numerasi

Masa liburan bukan berarti anak harus berhenti belajar sepenuhnya. 

Orang tua dapat mengajak anak melakukan aktivitas ringan yang tetap merangsang kemampuan berpikir.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membaca buku cerita, buku pengetahuan, atau bahan bacaan lainnya bersama anak.

  • Bermain permainan edukatif yang melatih logika dan kemampuan memecahkan masalah.

  • Mengikuti kegiatan yang mendorong kreativitas dan kerja sama.

  • Mengembangkan minat anak melalui seni, olahraga, dan kegiatan budaya.

Baca Juga: Jarang Diketahui, Begini Mata Kuliah dan Prospek Jurusan Sains Informasi Geografi Atau SIG

Dengan cara yang menyenangkan, anak tetap dapat mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, dan karakter selama liburan.

3. Mengatur Penggunaan Gawai dan Internet Secara Bijak

Kemendikdasmen juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua terhadap penggunaan perangkat digital selama liburan.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menetapkan batas waktu penggunaan gawai atau screen time yang wajar.

  • Membuat kesepakatan penggunaan gawai bersama anak.

  • Mendampingi anak saat mengakses internet dan media sosial.

  • Mengarahkan anak untuk mengonsumsi konten edukatif dan bermanfaat.

Baca Juga: Jurusan Antropologi, Untuk Apa Mempelajari Manusia, Budaya, dan Kehidupan Sosial?

Selain itu, orang tua perlu memastikan anak terhindar dari konten yang mengandung:

  • Kekerasan.

  • Pornografi.

  • Perjudian.

  • Perundungan (bullying).

  • Disinformasi atau berita palsu.

4. Mendorong Anak Aktif dalam Kegiatan Sosial dan Kemasyarakatan

Liburan juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengalaman sosial anak melalui berbagai aktivitas di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Segera Susul Justin Hubner, Asnawi Lamar Kekasihnya Artis FTV Yuriska Patricia

Kegiatan yang dianjurkan meliputi:

  • Mengikuti kegiatan keagamaan.

  • Berpartisipasi dalam aktivitas seni dan olahraga di lingkungan masyarakat.

  • Mengunjungi teman dan kerabat.

  • Bersilaturahmi dengan keluarga besar.

  • Mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan yang positif.

Melalui aktivitas tersebut, anak dapat belajar berinteraksi, bekerja sama, dan membangun empati terhadap lingkungan sekitar.

5. Melindungi Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi

Kemendikdasmen mengingatkan bahwa masa liburan harus tetap menjadi waktu yang aman bagi anak.

Baca Juga: Prospek Jurusan Astronomi, Begini Mahasiswa Mempelajari Alam Semesta, Bintang, dan Galaksi

Orang tua diharapkan memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi, seperti:

  • Kekerasan fisik.

  • Kekerasan psikis.

  • Kekerasan berbasis gender.

  • Pekerjaan yang mengganggu hak anak untuk belajar, bermain, dan beristirahat.

  • Praktik pernikahan usia dini.

Pengawasan dan komunikasi yang baik dengan anak menjadi langkah penting untuk memastikan mereka tetap aman selama liburan.

6. Pendampingan Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus, masa liburan tetap perlu diisi dengan rutinitas yang terjaga agar anak merasa nyaman dan stabil.

Baca Juga: SK PIP Madrasah Tahap 1 Tahun 2026 Terbit, Cek Daftar Nama Penerima Jenjang MI dan MTs, Unduh di Sini

Beberapa hal yang dianjurkan antara lain:

  • Menjaga jam tidur tetap teratur.

  • Mempertahankan pola makan yang sehat.

  • Menjalankan aktivitas harian secara konsisten.

  • Memberikan stimulasi sesuai kebutuhan dan kemampuan anak.

  • Berkomunikasi dengan guru atau sekolah apabila membutuhkan dukungan tambahan selama masa libur.

Pendampingan yang konsisten dapat membantu anak tetap berkembang secara optimal meskipun sedang tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Baca Juga: Heboh Polemik Unggahan Pride Month SUMA UI, Alumni Tegaskan Keberatan, UI Masih Evaluasi

Libur sekolah bukan hanya waktu untuk beristirahat dari rutinitas belajar, tetapi juga kesempatan berharga bagi keluarga untuk mempererat kebersamaan dan membantu anak mengembangkan berbagai keterampilan kehidupan. 

Dengan pendampingan yang tepat, masa liburan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. ***