POJOKSATU.id — Kementerian Agama (Kemenag) berencana menghadirkan program beasiswa bagi 100 ribu mahasiswa mancanegara yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di Indonesia.
Program tersebut akan dijalankan melalui skema INSIGHT Scholarship.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Sahiron, mengatakan inisiatif tersebut disusun untuk meningkatkan minat mahasiswa dari berbagai negara agar memilih PTKIN di Indonesia sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.
Ia menjelaskan, Kemenag tidak hanya menawarkan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menyiapkan sejumlah program kursus singkat (short course) dan berbagai fasilitas penunjang akademik bagi peserta dari luar negeri.
"Selain beasiswa, tersedia pula berbagai program short course dan bentuk dukungan akademik lainnya.
Skema pembiayaannya beragam, mulai dari beasiswa penuh (full scholarship) hingga beasiswa parsial (partly scholarship)," ujar Sahiron.
Menurut Sahiron, sumber pendanaan INSIGHT Scholarship berasal dari anggaran Kementerian Agama dan diperkuat oleh pendapatan masing-masing PTKIN yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU).
Pengenalan program tersebut kepada kalangan diplomatik dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 30 Juni 2026.
Kemenag berharap langkah ini dapat membantu mewujudkan target pemerintah dalam meningkatkan jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Sidang Tuntutan Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Terdakwa Priyo Disetujui Justice Collabolator
Ia menyebut pemerintah terus mendorong bertambahnya jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Tanah Air.
Bahkan, Presiden menargetkan Indonesia dapat menarik sedikitnya 100 ribu mahasiswa dari berbagai negara pada 2029 untuk belajar di perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi keagamaan.
"Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa internasional yang belajar di Indonesia. Bahkan Presiden menantang agar pada tahun 2029 Indonesia mampu menarik sedikitnya 100 ribu mahasiswa asing untuk belajar di berbagai perguruan tinggi Indonesia, baik di universitas umum maupun perguruan tinggi keagamaan," jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati, menilai INSIGHT Scholarship berpotensi menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kualitas studi Islam Indonesia kepada masyarakat dunia.
Baca Juga: SPMB Depok 2026 Dibuka, Ada 22 PAUD dan RA Gratis yang Bisa Dipilih Orang Tua, Cek Daftarnya
Menurut Ani, kemajuan kajian keislaman di Indonesia memberikan kesempatan besar bagi Indonesia untuk berkembang menjadi salah satu pusat studi Islam terkemuka di tingkat global.
Pencapaian tersebut turut tercermin dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2026 pada bidang Theology, Divinity and Religious Studies.
Dalam daftar tersebut, tiga PTKIN Indonesia berhasil masuk jajaran kampus terbaik dunia, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, serta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Ani menilai daya tarik studi Islam di Indonesia berpeluang menarik minat mahasiswa tidak hanya dari kawasan Asia, tetapi juga dari Eropa, Amerika, hingga Singapura.
"Tidak tertutup kemungkinan mahasiswa dari Eropa, Amerika, Singapura, dan negara-negara lain tertarik mempelajari studi Islam di Indonesia. Dengan perkembangan kajian Islam yang semakin maju, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat studi Islam dunia," kata Ani.
Melalui INSIGHT Scholarship, pemerintah berharap daya saing PTKIN semakin meningkat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi pendidikan tinggi berbasis studi Islam yang diperhitungkan di kancah internasional.***




