POJOKSATU.ID - Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2026 menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi Rakhmi Oktarini karena ia berhasil meraih penghargaan sebagai guru pendamping siswa ADEM berdedikasi terbaik ke II.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen dan konsistensinya yang luar biasa dalam membimbing para siswa.

Berdasarkan penjelasan dari pihak penanggungjawab program ADEM Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan atau Puslapdik, Dwi Permana, penghargaan tersebut memang dikhususkan bagi para guru yang mampu membawa siswa ADEM menjadi pribadi yang mandiri.

Selain itu, para guru pendamping ini dinilai sukses membantu anak didik mereka dalam beradaptasi serta meningkatkan kualitas diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Baca Juga: Ketahui Sisi Lain Pendampingan Siswa Afirmasi Siswa ADEM di SMA Berikut!

Rekam jejak Rakhmi Oktarini dan para penerima penghargaan lainnya membuktikan bahwa mereka melakukan pembinaan secara totalitas di luar tugas utama mereka sebagai pengajar di kelas.

Tugas seorang guru pendamping program ADEM sesungguhnya bukanlah perkara yang mudah karena memerlukan ketabahan ekstra.

Mereka memegang tanggung jawab besar untuk membuat para siswa merasa nyaman berada di lingkungan baru yang sangat berbeda dengan daerah asal mereka.

Perbedaan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan mulai dari segi kebudayaan, kebiasaan sehari-hari, hingga pola pergaulan sosial di masyarakat.

Baca Juga: 35 Ribu Peserta Dikabarkan Lolos KDKMP dan KNMP, Pengumuman Kelulusan Akhir Masih Menanti Rilis Resmi!

Oleh karena itu, guru pendamping dituntut untuk selalu kreatif dalam melatih anak didik mereka dalam hal kedisiplinan dan pengelolaan waktu yang baik.

Tidak hanya itu, para siswa juga dibimbing agar mahir dalam melakukan manajemen keuangan pribadi serta cakap dalam menyelesaikan berbagai macam persoalan yang dihadapi.

Masalah yang diatasi pun sangat beragam, mulai dari hambatan dalam proses belajar di sekolah hingga permasalahan pribadi yang mengganggu psikologis siswa.

Penilaian dalam penghargaan ini juga memberikan poin tambahan bagi guru yang bersedia mengawal dua program ADEM sekaligus, seperti ADEM Papua dan ADEM 3T.

Tantangan bagi pendamping dua program tersebut jauh lebih besar karena karakteristik, kebiasaan, dan kemampuan akademik dari kedua kelompok siswa tersebut sangatlah berbeda.

Pihak Puslapdik menegaskan bahwa keberadaan guru pendamping memegang peranan yang sangat krusial dalam menentukan keberhasilan Program ADEM secara keseluruhan.

Melalui penghargaan ini, pemerintah ingin memberikan apresiasi tertinggi kepada mereka yang telah menjaga harapan anak-anak dengan keterbatasan akses pendidikan.

Berkat pengorbanan dan bimbingan para guru ini, para siswa ADEM dapat menjalani masa studi mereka dengan sebaik-baiknya hingga tuntas.

Pada akhirnya, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mandiri tetapi juga memiliki karakter yang kuat demi masa depan bangsa.***