POJOKSATU.id - Status tidak linier pada Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) bagi guru Non ASN mata pelajaran Bahasa Inggris di SD, khususnya kelas 1 dan 2, menjadi masalah yang cukup sering dikeluhkan.
Banyak guru merasa kebingungan karena sebelumnya status sudah linier, namun setelah penerbitan SKTP justru berubah menjadi tidak linier atau kembali berwarna kuning di Info GTK.
Kondisi ini sebenarnya tidak selalu disebabkan oleh kesalahan guru, melainkan lebih kepada faktor sistem dan kebijakan yang belum sepenuhnya sinkron.
Baca Juga: Mantan Caleg di Cirebon Ditangkap, Diduga Sebar Video Asusila Lansia untuk Ancaman dan Pemerasan
Salah satu penyebab utamanya adalah pembaruan sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang belum sepenuhnya mampu menyesuaikan dengan aturan terbaru terkait linearitas guru Bahasa Inggris di jenjang SD.
Secara aturan, mata pelajaran Bahasa Inggris di SD memang dinyatakan linier dengan beberapa bidang, seperti guru kelas, guru Bahasa Inggris, maupun bidang terkait seperti koding.
Namun dalam praktiknya, sistem sering kali belum langsung mengenali pembaruan tersebut, terutama pada kelas rendah seperti kelas 1 dan 2.
Selain itu, masa transisi kurikulum juga menjadi faktor yang cukup berpengaruh.
Baca Juga: OPINI HUKUM DAN POLITIK: JBC Dinilai Jadi Simbol Modernisasi dan Kemajuan Pembangunan Provinsi Jambi
Saat ini, kebijakan nasional terkait Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD masih dalam tahap penguatan dan direncanakan berlaku penuh pada tahun ajaran 2027/2028.
Kondisi ini membuat aturan linearitas belum sepenuhnya stabil sehingga berdampak pada pembacaan sistem di Dapodik dan SKTP.
Permasalahan lain yang sering terjadi adalah beban mengajar yang tidak terbaca dengan baik oleh sistem.
Banyak guru Bahasa Inggris SD yang sudah mengajar di kelas 1 dan 2, namun jam mengajarnya tidak dihitung sebagai jam linier.
Baca Juga: Menebar Kepedulian di Hari Waisak 2026, BRI Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha
Akibatnya, sistem menganggap guru tidak memenuhi syarat linearitas meskipun secara nyata sudah melaksanakan tugas mengajar sesuai ketentuan.
Selain itu, kesesuaian sertifikat pendidik juga dapat memengaruhi status linearitas.
Jika terdapat perbedaan antara bidang sertifikasi dengan data yang terbaca di sistem, maka status linier bisa berubah menjadi tidak linier.
Untuk mengatasi permasalahan ini, guru disarankan untuk segera berkoordinasi dengan operator sekolah.
Pengecekan data pada Dapodik menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh data, mulai dari mata pelajaran, beban mengajar, hingga jabatan guru, sudah sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Di sisi lain, guru juga perlu bersabar menunggu pembaruan sistem pada Info GTK agar dapat menyesuaikan dengan kebijakan terbaru.
Selama proses penyesuaian ini berlangsung, perubahan status linier menjadi tidak linier masih sering terjadi dan umumnya akan kembali normal setelah sistem diperbarui.
Dengan memahami penyebab utama permasalahan ini, guru diharapkan tidak langsung panik ketika status SKTP berubah.
Fokus utama yang perlu dilakukan adalah memastikan data tetap valid dan terus melakukan koordinasi dengan pihak sekolah agar proses pencairan TPG tetap berjalan lancar.
***



