POJOKSATU.id - Universitas Negeri Surabaya kembali menorehkan capaian membanggakan dalam ajang UB Halal Metric 2026 yang diselenggarakan Universitas Brawijaya pada Selasa, 6 Mei 2026.

Dalam ajang tersebut, Unesa berhasil meraih dua Gold Award pada kategori Halal Education dan Halal Policy, serta Bronze Award pada kategori Halal Research and Community Services.

Capaian itu menjadi bukti komitmen Unesa dalam membangun ekosistem halal yang terintegrasi dengan pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, hingga tata kelola kampus berkelanjutan.

Baca Juga: LLDIKTI Wilayah III Ubah Linimasa Kenaikan Jabatan Akademik Dosen 2026, Simak Jadwal Terbarunya

Kepala Pusat Halal Unesa, Sri Abidah Suryaningsih, mengatakan penghargaan tersebut menunjukkan semakin kuatnya perhatian perguruan tinggi terhadap pengembangan halal ecosystem berbasis akademik dan pemberdayaan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat literasi dan implementasi halal di lingkungan pendidikan.

Halal bukan hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga menyangkut sistem, tata kelola, hingga pola pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: ICW Bongkar Dugaan Mark Up Sertifikasi Halal di BGN, Potensi Kerugian Negara Disebut Tembus Rp49,5 Miliar

Kampus Jadi Motor Penggerak Industri Halal
Dosen S1 Pendidikan Ekonomi Unesa itu menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem halal di perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan industri halal global.

Menurutnya, kampus kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi riset, inovasi, dan pendampingan masyarakat dalam penguatan ekonomi halal.

“Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, kampus dapat menjadi motor penggerak pengembangan industri halal yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.

Baca Juga: Fixed! Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Istilah Guru Honorer Akan Dihapus Mulai 2027

Sementara itu, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa, Turhan Yani, menilai penghargaan tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat posisi Unesa sebagai perguruan tinggi yang mendukung pengembangan halal ecosystem nasional.

“Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi simbolik, tetapi menjadi pengakuan bahwa Unesa dinilai berhasil membangun fondasi ekosistem halal yang terintegrasi dengan pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, dan nilai keberlanjutan,” ujarnya.

Tak Hanya Soal Sertifikasi Produk
Menurut Turhan Yani, konsep halal di lingkungan Unesa dipahami secara lebih luas, tidak terbatas pada sertifikasi makanan dan minuman.

Konsep tersebut juga mencakup tata kelola yang baik, etika, inklusivitas, keberlanjutan, hingga kemanfaatan sosial.

Baca Juga: Rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dibuka, Pendataan Door to Door Mulai Juni hingga Agustus

“Hal ini sejalan dengan visi Unesa sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global, termasuk penguatan ekonomi Islam dan industri halal,” katanya.

Ia menilai capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Unesa sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang memiliki komitmen terhadap pengembangan ekosistem halal nasional, khususnya di Jawa Timur yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri halal.

Penguatan Kurikulum hingga Pendampingan UMKM
Direktur Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah Unesa, Nadi Suprapto, menjelaskan keberhasilan Unesa meraih Gold Award pada indikator Halal Policy dan Halal Education.

Baca Juga: Begini Awal Mula Guru BK Potong Paksa Rambut 18 Siswi SMKN 2 Garut hingga Siswa Diajak KDM ke Salon

Juga tidak lepas dari komitmen institusi dalam mengintegrasikan pengembangan halal ecosystem ke dalam kebijakan akademik dan tridharma perguruan tinggi.

Pada aspek kebijakan, Unesa terus memperkuat tata kelola halal melalui:

Pengembangan pusat halal

Fasilitasi sertifikasi halal tenant kantin kampus

Penguatan literasi halal

Baca Juga: Cara Tidur Cepat Tanpa Obat, Kebiasaan Ilmiah Ini Bantu Tubuh Cepat Terlelap

Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga sertifikasi halal

“Kebijakan ini diarahkan untuk menciptakan budaya akademik yang mendukung pengembangan industri halal secara berkelanjutan,” jelasnya.

Di bidang pendidikan, Unesa juga mengembangkan berbagai program seperti penguatan kurikulum, seminar, workshop, hingga pengembangan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri halal masa depan.

Pendekatan pendidikan halal di Unesa dilakukan secara multidisipliner, mulai dari perspektif agama, ekonomi, teknologi, kewirausahaan, pangan, hingga manajemen.

Baca Juga: Siap Melesat, Pebalap Astra Honda Bidik Podium di ARRC Buriram

Selain aktif melakukan penelitian terkait perilaku konsumen halal, keuangan syariah, dan pengembangan industri halal, Unesa juga terlibat dalam pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM serta edukasi literasi halal berbasis masyarakat.

“Predikat ini menjadi motivasi bagi Unesa untuk terus meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, inovasi riset halal, dan dampak sosial pengabdian masyarakat,” ujar Nadi.

Ke depan, Unesa menargetkan penguatan posisi sebagai salah satu perguruan tinggi yang berperan aktif dalam pengembangan industri dan ekosistem halal nasional maupun internasional melalui riset, inovasi, kolaborasi, dan konsep halal sustainable campus. ***