POJOKSATU.id - Universitas Padjadjaran menjadi tuan rumah Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Wilayah LLDikti Wilayah IV Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 4 Mei 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Kampus Iwa Koesoemasoemantri Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, dan mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menegaskan bahwa para finalis yang hadir merupakan representasi terbaik dari ratusan ribu mahasiswa di wilayah tersebut.
“Total mahasiswa (wilayah LLDIKTI IV) ada 783.999 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, kalian yang hadir hari ini adalah bibit-bibit terbaik yang akan mewakili ratusan ribu mahasiswa."
"Saya percaya seluruh finalis di sini sudah merupakan mahasiswa terbaik. Namun, melalui seleksi ini kami harus memilih yang terbaik di antara yang terbaik,” ungkap Dr. Lukman dikutip dari portal resmi unpad.ac.id.
Sebanyak 15 finalis program sarjana dan 15 finalis program diploma berhasil lolos ke tahap seleksi wilayah.
Mereka merupakan hasil penyaringan ketat yang dimulai dari tingkat fakultas, perguruan tinggi, hingga wilayah.
Nantinya, para finalis terpilih akan melaju ke ajang Pilmapres tingkat nasional.
Lukman juga menekankan bahwa Pilmapres bukan sekadar kompetisi untuk menentukan pemenang.
“Pilmapres bukan semata-mata menentukan siapa yang menjadi juara, yang paling penting adalah bagaimana membentuk karakter serta mengeksplorasi potensi mahasiswa.
Baca Juga: Beasiswa S1 Tunisia Dibuka! Gratis Kuliah di 9 Kampus, Daftar Sampai 30 Juni 2026
Kalian adalah talenta-talenta terbaik yang kami yakini memiliki kemampuan luar biasa, hanya saja potensi tersebut belum sepenuhnya tergali dan ditunjukkan,” lanjut Lukman.
Bukan Sekadar Adu Prestasi
Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, SS., MA., Ph.D., turut mengingatkan para peserta untuk tetap rendah hati meski telah mencapai tahap ini.
Ia menyampaikan bahwa seluruh finalis adalah pemenang di kampus masing-masing.
Baca Juga: Viral Isu 9.759 Formasi CPNS Sumut, Pemprov Tegaskan Belum Final
“Tetap junjung tinggi sportivitas dan berikan performa terbaik, karena siapa pun yang nantinya terpilih sebagai pemenang, sesungguhnya seluruh mahasiswa yang hadir di sini adalah para pemenang yang akan meraih masa depan yang gemilang,” pesannya.
Dalam proses seleksi, peserta diuji melalui berbagai komponen penilaian seperti Capaian Unggulan (CU), Gagasan Kreatif (GK) atau Produk Inovatif (PI), hingga kemampuan Bahasa Inggris (BI).
Penilaian dilakukan oleh dewan juri lintas bidang yang berasal dari berbagai perguruan tinggi.
Baca Juga: Pantau Nilai Secara Real Time! Ini Link Live Score Seleksi Manajer Koperasi 2026
Daftar Wakil ke Tingkat Nasional
Pada akhir kegiatan, diumumkan 12 mahasiswa yang akan mewakili LLDIKTI Wilayah IV ke tingkat nasional, masing-masing 6 dari kategori sarjana dan diploma.
Kategori Sarjana:
- Muhammad Hisyam Az-Zahran (Universitas Padjadjaran)
- Nabilah Dwisepti Cahyani (Universitas Pendidikan Indonesia)
- Ganesha Rahman Liswantoro (Institut Teknologi Bandung)
- Niko Faiz Fahrezi (IPB University)
Baca Juga: Kartu Ujian Manajer Koperasi Merah Putih 2026 Sudah Bisa Diunduh, Cek Link, Syarat, dan Jadwalnya
- Sherly Nur Sausanindra (Telkom University)
- Daffa Sumarlan (Universitas Islam Bandung)
Kategori Diploma:
- Aini Al Fatihaturrizqi (Universitas Padjadjaran)
- Rino Alfian Muhammad Shobari (IPB University)
- Novi Fujianti (Universitas Jenderal Achmad Yani)
- Reqi Jumantara Hapid (Politeknik Negeri Bandung)
- Najla Ghina Nazhifa (Politeknik Manufaktur Bandung)
- Rahmania Putri (Politeknik Negeri Subang)
Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan. Rainova Rahaniawan dari Institut Teknologi Nasional Bandung meraih Anugerah Komunikasi dan Budaya.
Sementara Lala Diah Pitaloka dari Politeknik Mardira Indonesia mendapatkan Anugerah Bakti Olahraga.
Pada penutupan, Juri Gagasan Kreatif, Prof. Dr. Heris Hendriana, M.Pd., mengingatkan bahwa gelar juara bukanlah tujuan akhir.
“Apa pun itu, prestasi hari ini adalah portofolio bagi para mahasiswa untuk masa depan yang lebih cerah dan tercerahkan,” ujar Prof. Heis.
Ajang ini pun seolah menegaskan satu hal: di balik seleksi ketat dan nama-nama terbaik, yang paling penting bukan siapa yang berdiri di podium tertinggi, tapi siapa yang terus bertumbuh setelah panggung ini usai. ***




