POJOKSATU.id - Tahapan seleksi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) 2026 memasuki fase krusial.
Peserta yang telah dinyatakan lolos administrasi kini bersiap menghadapi seleksi kompetensi yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 12 Mei 2026.
Pada tahap ini, kelengkapan administrasi menjadi faktor penentu, termasuk kewajiban membawa kartu ujian saat hari pelaksanaan.
Kartu ujian bukan sekadar formalitas.
Dokumen ini berfungsi sebagai identitas resmi peserta yang memuat informasi penting, mulai dari nomor ujian, jadwal sesi, hingga lokasi pelaksanaan tes.
Tanpa kartu tersebut, peserta tidak diperkenankan mengikuti ujian dan otomatis dinyatakan gugur oleh panitia.
Untuk mendapatkannya, peserta harus mengunduh kartu ujian secara mandiri melalui portal resmi Panitia Seleksi Nasional di PHTC Panselnas.
Akses dilakukan menggunakan akun yang telah didaftarkan sebelumnya.
Proses pengunduhan relatif sederhana.
Setelah masuk ke akun masing-masing, peserta dapat menuju menu ringkasan pendaftaran dan memilih opsi cetak kartu ujian.
File yang tersedia biasanya dalam format PDF dan disarankan untuk dicetak menggunakan tinta berwarna agar seluruh informasi terbaca jelas saat proses verifikasi di lokasi ujian.
Selain kartu ujian, peserta juga diwajibkan membawa identitas resmi seperti KTP atau Kartu Keluarga asli.
Panitia mengingatkan agar peserta hadir lebih awal, setidaknya 90 menit sebelum sesi dimulai, guna menghindari keterlambatan serta memberi waktu untuk proses registrasi ulang.
Dari sisi penampilan, ketentuan berpakaian juga menjadi perhatian.
Baca Juga: Harunya Solidaritas untuk Korban, Dari Karangan Bunga hingga Buku Yasin Bertuliskan Nama Mereka
Peserta diminta mengenakan kemeja putih polos yang dipadukan dengan bawahan berwarna gelap, serta sepatu tertutup.
Bagi peserta perempuan yang mengenakan jilbab, disarankan menggunakan warna gelap yang serasi dengan ketentuan umum.
Seleksi kompetensi tahun ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang telah lama diterapkan oleh Badan Kepegawaian Negara. Metode ini dikenal transparan karena hasil ujian dapat langsung diketahui setelah peserta menyelesaikan tes.
Materi yang diujikan terbagi dalam dua bagian utama, yakni tes potensi kognitif dan tes manajemen koperasi.
Baca Juga: Bisa Daftar CPNS 2026 Sambil Ikut Seleksi Kopdes? Simak Faktanya
Tes potensi kognitif menjadi penentu utama karena memiliki nilai ambang batas. Peserta harus mencapai skor minimal yang telah ditetapkan untuk bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
Jika terdapat nilai akhir yang sama antar peserta, penentuan peringkat akan mempertimbangkan sejumlah faktor tambahan, seperti nilai tes manajemen koperasi, indeks prestasi kumulatif (IPK), hingga usia.
Untuk menjamin keterbukaan, hasil ujian juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi milik BKN di masing-masing kantor regional.
Baca Juga: Rahasia Lulus Tes Kopdes 2026, Kenali Materi TPK, TMK, dan Ambang Batas
Peserta maupun masyarakat dapat memantau perolehan nilai secara real time selama pelaksanaan seleksi berlangsung.
Setelah seluruh rangkaian tes selesai, hasil seleksi kompetensi dijadwalkan diumumkan pada 17 hingga 19 Mei 2026.
Peserta yang berhasil lolos akan melangkah ke tahap berikutnya dengan peluang terbatas, yakni maksimal tiga kali jumlah formasi yang tersedia.
***



