POJOKSATU.id - Pemerintah melakukan penyesuaian jadwal dalam proses rekrutmen Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tahun 2026.
Perubahan ini diumumkan oleh panitia seleksi nasional sebagai bagian dari penyempurnaan tahapan seleksi yang menjadi program prioritas dalam skema Percepatan Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Rekrutmen ini sejak awal dirancang untuk menjaring puluhan ribu tenaga manajerial yang akan ditempatkan di koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Para kandidat yang lolos nantinya akan bekerja di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Baca Juga: Ketat! Ini Mekanisme dan Kriteria Kelulusan Seleksi Kompetensi Manajer Kopdes Merah Putih 2026
Skema ini menegaskan bahwa posisi manajer tidak hanya administratif, tetapi juga strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi berbasis desa.
Tahapan seleksi sendiri telah memasuki fase lanjutan setelah proses pendaftaran resmi ditutup.
Peserta kini menunggu hasil seleksi administrasi sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.
Dalam pembaruan jadwal, pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses tetap berjalan berurutan, namun dengan penyesuaian waktu pada beberapa fase untuk memastikan pelaksanaan yang lebih optimal.
Baca Juga: Tunjukkan Dominasi, Pebalap Belia Astra Honda Melesat di Thailand Talent Cup 2026
Rangkaian seleksi diawali dengan pengumuman dan pendaftaran yang telah berlangsung pada pertengahan April 2026.
Setelah itu, panitia melakukan verifikasi berkas administrasi secara simultan hingga akhir April.
Hasil seleksi administrasi kemudian diumumkan pada penghujung bulan yang sama, menjadi pintu masuk bagi peserta untuk melanjutkan ke tahap kompetensi.
Memasuki awal Mei, peserta yang lolos administrasi akan memperoleh informasi jadwal ujian kompetensi.
Tahap ini menjadi salah satu fase krusial karena menguji kemampuan dasar sekaligus kompetensi teknis peserta.
Seleksi kompetensi dijadwalkan berlangsung pada awal hingga pertengahan Mei, sebelum hasilnya diumumkan beberapa hari setelahnya.
Tahapan berikutnya adalah seleksi kompetensi tambahan yang dirancang untuk menggali aspek lanjutan dari kemampuan peserta, termasuk kesiapan manajerial dan karakter kepemimpinan.
Jadwal pengumuman untuk tahap ini berlangsung di akhir Mei, sementara pelaksanaannya dijadwalkan pada awal Juni 2026.
Baca Juga: Terancam PHK Massal, Honorer Non-Database Desak Intervensi Presiden
Pada fase ini, peserta yang tersisa akan disaring lebih ketat untuk menentukan kandidat terbaik.
Pengumuman kelulusan akhir direncanakan berlangsung pada periode yang sama dengan pelaksanaan seleksi tambahan.
Peserta yang dinyatakan lolos tidak langsung bertugas, melainkan diwajibkan mengikuti serangkaian pelatihan.
Program ini mencakup pelatihan dasar kemiliteran sebagai bagian dari pembentukan disiplin dan karakter, yang dilaksanakan selama satu bulan mulai pertengahan Juni hingga pertengahan Juli.
Baca Juga: Ketua PDIP Anjurkan Amien Rais Minta Maaf Soal Video Teddy dan Prabowo, Tak akan Turunkan Derajat
Setelah itu, peserta akan mengikuti pelatihan manajerial dan kompetensi bidang pada akhir Juli sebelum resmi ditempatkan.
Dalam tahap seleksi kompetensi, peserta dihadapkan pada dua jenis ujian utama.
Tes Potensi Kognitif menjadi instrumen awal untuk mengukur kemampuan berpikir logis, analitis, serta pemahaman umum.
Tes ini memiliki durasi terbatas dan mencakup berbagai aspek, mulai dari bahasa hingga penalaran visual.
Baca Juga: 20 Desa di Karawang Terima Mobil Operasional Koperasi dari Agrinas
Nilai ambang batas ditetapkan sebagai syarat minimum agar peserta dapat bersaing dalam pemeringkatan.
Selain itu, Tes Manajemen Koperasi menjadi pembeda utama dalam menilai kesiapan peserta mengelola organisasi koperasi.
Materi yang diujikan mencerminkan kondisi nyata pengelolaan koperasi, termasuk aspek keuangan, operasional, dan pelayanan anggota.
Hasil dari kedua tes ini akan diolah menjadi dasar pemeringkatan, sehingga hanya peserta dengan nilai terbaik yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
***



