POJOKSATU.id - Persaingan kampus di Asia makin ketat, dan Indonesia masih ikut bertarung di dalamnya.
Lembaga pemeringkatan global Times Higher Education kembali merilis Asia University Rankings 2026, dengan melibatkan ratusan universitas dari berbagai negara.
Tercatat ada 929 universitas dari 36 negara yang masuk dalam pemeringkatan tahun ini.
Sementara dari Indonesia sendiri, total 1.405 kampus ikut dinilai, meski tidak semuanya berhasil masuk daftar utama.
Penilaian dilakukan menggunakan 18 indikator kinerja yang cukup kompleks.
Mulai dari kualitas pengajaran, kekuatan riset, reputasi akademik, hingga sejauh mana kampus mampu menjalin relasi dengan industri dan pemerintah.
Baca Juga: CCTV di Rumah Korban Pembunuhan Rumbai Baru Dipasang 9 April, Diawali Kecurigaan Kamar Dimaling
Indikator tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam lima area utama, yakni lingkungan belajar, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, wawasan internasional, serta hubungan industri.
Dengan kata lain, kampus tidak hanya dinilai pintar secara akademik, tapi juga harus relevan dan berdampak.
Asia Masih Dikuasai China dan Singapura
Di level Asia, posisi puncak masih belum tergeser.
Tsinghua University kembali menjadi kampus terbaik di Asia, mempertahankan posisinya dari tahun sebelumnya.
Di bawahnya ada Peking University di posisi kedua, dan National University of Singapore yang menempati peringkat ketiga.
Baca Juga: Hari Buruh Jambi 2026: Gubernur Al Haris Tekankan Sinergi Pengusaha dan Pekerja
Dominasi ini memperlihatkan bagaimana kekuatan riset dan inovasi di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara masih jadi tolok ukur utama.
Daftar Kampus Terbaik Indonesia Versi THE AUR 2026
Di dalam negeri, Universitas Indonesia masih menjadi kampus terbaik versi THE Asia University Rankings 2026 dengan posisi global di rentang 201–250.
Menariknya, ada satu kampus swasta yang berhasil menembus lima besar nasional, memberi warna tersendiri dalam peta persaingan pendidikan tinggi Indonesia.
Baca Juga: Nasib PPPK Paruh Waktu di Ujung Kontrak, Diperpanjang atau Jadi Full Time?
Berikut daftar lengkapnya:
1. Universitas Indonesia (201–250)
2. Institut Teknologi Bandung (351–400)
3. Universitas Gadjah Mada (351–400)
4. Universitas Sebelas Maret (351–400)
5. Binus University (401–500)
6. Universitas Diponegoro (501–600)
7. IPB University (501–600)
8. Universitas Airlangga (501–600)
9. Universitas Hasanuddin (601–800)
10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (601–800)
11. Universitas Negeri Malang (601–800)
12. Telkom University (601–800)
13. Universitas Andalas (601–800)
14. Universitas Muhammadiyah Surakarta (601–800)
15. Universitas Negeri Padang (601–800)
Baca Juga: Hari Kartini Jambi 2026: Al Haris Dorong Perempuan Perkuat Peran dan Lindungi Generasi
16. Universitas Negeri Semarang (601–800)
17. Universitas Negeri Yogyakarta (601–800)
18. Universitas Padjadjaran (601–800)
19. Universitas Pendidikan Indonesia (601–800)
20. Universitas Syiah Kuala (601–800)
Baca Juga: Gubernur Al Haris Siap Tindaklanjuti Masukan DPRD Demi Kemajuan Jambi
21. Universitas Brawijaya (601–800)
22. Universitas Katolik Atma Jaya (801+)
23. Universitas Halu Oleo (801+)
24. Universitas Islam Indonesia (801+)
25. Universitas Jember (801+)
26. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (801+)
27. Universitas Ahmad Dahlan (801+)
28. Universitas Muhammadiyah Malang (801+)
29. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (801+)
30. Universitas Negeri Jakarta (801+)
Baca Juga: KAI Jamin Pendidikan Anak-anak Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur
31. Universitas Negeri Surabaya (801+)
32. Universitas Sriwijaya (801+)
33. Universitas Sumatera Utara (801+)
34. Universitas Lampung (801+)
35. Universitas Mataram (801+)
Melihat daftar ini, satu hal terasa jelas. Kampus negeri masih mendominasi, tapi kehadiran kampus swasta di papan atas memberi sinyal bahwa peta persaingan mulai berubah. ***




