POJOKSATU.id - Universitas Islam Majapahit (UNIM) memiliki perjalanan panjang dalam proses pendiriannya.
Sejumlah tahapan strategis dilalui sejak tahun 1999 hingga akhirnya resmi menyelenggarakan kegiatan akademik sebagai institusi pendidikan tinggi.
Langkah awal dimulai pada 9 Februari 1999 melalui penyusunan Statuta atau Pedoman Dasar universitas.
Baca Juga: Rincian Lengkap UKT UNY 2026: Biaya Kuliah Semua Fakultas, Calon Mahasiswa Wajib Tahu!
Dokumen ini memuat berbagai aspek penting, mulai dari nama, lambang, visi dan misi, hingga hymne dan mars kampus.
Statuta tersebut menjadi fondasi utama sebagai syarat administratif pendirian sebuah universitas.
Selanjutnya, pada 22 April 1999, UNIM memperoleh rekomendasi dari Kopertis Wilayah VII Jawa Timur untuk membuka 10 program studi.
Program tersebut terdiri dari berbagai fakultas, yakni Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Hasil Pertanian, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Tahap penting berikutnya terjadi pada 16 Juli 1999, ketika UNIM resmi mengantongi izin operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Izin ini menjadi legalitas utama bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Puncak dari rangkaian awal pendirian UNIM ditandai dengan pembukaan kuliah perdana pada 9 September 1999.
Momen ini sekaligus menjadi Dies Natalis UNIM, dengan diikuti oleh 12 program studi serta pengenalan atribut resmi universitas seperti lambang, bendera, hymne, dan mars.
UNIM saat itu berada di bawah naungan Yayasan Bakri Adnan Zain.
Perkembangan terus berlanjut dengan hadirnya Fakultas Agama Islam.
Pada 28 Juni 2000, UNIM memperoleh rekomendasi dari Kopertais Wilayah IV Jawa Timur untuk menyelenggarakan dua program studi di fakultas tersebut.
Rekomendasi ini kemudian diperkuat dengan terbitnya izin operasional pada 12 Agustus 2000 dari Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.
Rangkaian peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan UNIM sebagai institusi pendidikan tinggi.
Baca Juga: Waste to Energy Jambi Didorong, Solusi Strategis Pengelolaan Sampah
Setiap tahap yang dilalui menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kualitas pendidikan yang berlandaskan nilai akademik dan keislaman.
Perjalanan panjang ini menjadi bukti bahwa sebuah institusi tidak lahir secara instan.
Dibutuhkan perencanaan matang, kerja sama berbagai pihak, serta tekad yang kuat untuk mewujudkan sebuah lembaga pendidikan yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.***




