POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan arah kebijakan revitalisasi satuan pendidikan pada 2026 dengan fokus yang semakin tajam.
Program ini diprioritaskan untuk sekolah terdampak bencana, wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta satuan pendidikan dengan tingkat kerusakan berat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memastikan pemerataan akses pendidikan yang aman dan bermutu.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi difokuskan pada sekolah yang paling membutuhkan.
“Revitalisasi kami fokuskan pada sekolah-sekolah yang paling membutuhkan, terutama di daerah 3T dan terdampak bencana. Ini penting agar seluruh peserta didik dapat belajar dalam lingkungan yang layak dan aman,” ujarnya saat peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Pati di SMP Negeri 8 Pati, Jawa Tengah, Minggu, 12 April 2026.
Realisasi 2025 Lampaui Target
Program revitalisasi pada 2025 menunjukkan capaian yang signifikan.
Dengan dukungan anggaran sebesar Rp16,9 triliun, program ini berhasil menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Baca Juga: UPI Jadi Kampus Terfavorit SNBP 2026, Ini Rincian Lengkap UKT Semua Prodi dan Fakultas
Bahkan, realisasi tersebut melampaui target awal sebanyak 10.440 unit, dengan total capaian mencapai 16.167 satuan pendidikan.
Intervensi yang dilakukan mencakup pembangunan dan rehabilitasi berbagai fasilitas penting, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang komputer, hingga fasilitas sanitasi.
Dampak Nyata di Daerah
Di Kabupaten Pati, sebanyak 90 satuan pendidikan telah merasakan langsung manfaat program revitalisasi ini.
Perubahan signifikan terlihat pada kualitas infrastruktur dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga: Postingan Trump Seolah Dirinya Sosok Mirip Yesus Akhirnya Dihapus, Tuai Kontroversi
Salah satu contohnya terjadi di SMP Negeri 1 Gembong. Kepala sekolah, Istiana, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, kondisi bangunan sekolah cukup memprihatinkan.
“Saat hujan, air masuk ke ruang kelas karena atap bocor. Proses pembelajaran menjadi tidak optimal,” ujarnya.
Setelah dilakukan perbaikan menyeluruh, kondisi sekolah berubah drastis.
Ruang kelas menjadi lebih aman, fasilitas seperti laboratorium komputer dan UKS tersedia, serta sanitasi menjadi lebih layak.
“Sekarang suasana belajar jauh lebih nyaman. Siswa lebih betah di sekolah dan kegiatan pembelajaran berjalan lebih kondusif,” tambah Istiana.
Target 2026: Tambahan 60 Ribu Sekolah
Pemerintah tidak berhenti pada capaian 2025. Pada 2026, program revitalisasi akan diperluas secara besar-besaran.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebutkan akan ada tambahan 60 ribu satuan pendidikan yang menjadi target revitalisasi tahun ini.
“Insyaallah sesuai dengan janji Pak Presiden (Presiden Prabowo Subianto) akan ada tambahan 60.000 satuan pendidikan untuk tahun ini,” katanya dalam peresmian revitalisasi di Kabupaten Semarang.
Program ini diharapkan terus berlanjut, dengan catatan dukungan anggaran dari DPR dapat terealisasi sesuai rencana.
Baca Juga: Kesempatan Terakhir! Daftar Maganghub Batch 4 Bareng PT Kalimaya Aluna Indonesia
Dukungan Daerah dan Syarat Ketat
Pemerintah daerah turut memberikan apresiasi atas program ini. Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menilai revitalisasi sangat membantu peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
"Program ini berdampak langsung pada kualitas sarana dan prasarana pendidikan kami. Ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan mutu pembelajaran,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyebutkan bahwa pada 2025 terdapat 45 satuan pendidikan di wilayahnya yang menerima program revitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp13,6 miliar.
Baca Juga: Biaya Kuliah IPB 2026 Lengkap, Daftar UKT Semua Prodi Jalur SNBP-SNBT, Calon Mahasiswa Wajib Tahu!
Ia juga menegaskan bahwa sekolah penerima program harus memenuhi persyaratan ketat, terutama memiliki kondisi bangunan yang benar-benar rusak parah.
"Program yang bagus ini tentunya sangat bermanfaat betul untuk anak-anak kita dalam proses belajar mengajar. Sekolahnya nyaman, juga bersih, indah, dan rapi," kata Ngesti.
Perkuat Ekosistem Pendidikan Nasional
Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dalam perencanaan program.
Hal ini bertujuan agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Baca Juga: Tiga Kali Panen Tembus Tonan, Bukti Nyata Program Ketahanan Pangan Kodim Karawang
Tak hanya itu, bantuan penunjang seperti perangkat pembelajaran digital juga mulai diberikan untuk mendukung kualitas proses belajar di sekolah.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, program revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan nasional secara menyeluruh. ***




