POJOKSATU.id - Transformasi pendidikan tinggi di Indonesia kini tidak hanya bicara soal kualitas akademik, tapi juga bagaimana lulusan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja global yang terus berkembang.
Data Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia mencatat, sekitar 296 ribu pekerja migran Indonesia ditempatkan ke luar negeri dengan total remitansi mencapai Rp280 triliun.
Angka ini menunjukkan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Baca Juga: Heboh Motor Listrik Rp42 Juta untuk Program MBG, BGN Ungkap Alasan dan Status Terbaru
Namun, jika dibandingkan dengan negara seperti Filipina dan India, jumlah tenaga kerja terampil Indonesia di luar negeri masih tergolong rendah, terutama pada sektor berkeahlian tinggi.
Padahal, berbagai laporan global justru menunjukkan adanya kekurangan tenaga kerja terampil di sejumlah negara, terutama di sektor kesehatan, manufaktur, hingga teknologi. Kondisi ini menjadi peluang strategis yang belum sepenuhnya dimanfaatkan Indonesia.
CDC Jadi Jembatan Talenta Global
Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar forum diskusi dan sosialisasi terkait peluang kerja luar negeri melalui penguatan Career Development Center (CDC) di perguruan tinggi, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Gemini Search Live Resmi Hadir di Indonesia, Begini Cara Pakainya dan Fitur Canggihnya
Wakil Menteri, Fauzan, menegaskan pentingnya membangun ekosistem kampus yang mampu melahirkan talenta global.
“Hari ini kita sedang merancang sebuah formula yang efektif untuk memasifkan kerja ke luar negeri, khususnya lulusan perguruan tinggi. Pertemuan ini akan melahirkan satu konsep menuju budaya dan pola pikir baru terkait bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Senada, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi menyebut perguruan tinggi sebagai pusat utama pencetak tenaga kerja terampil.
Baca Juga: Syarat Jadi Dosen di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Minat? Simak Ini
“Di tingkat global terdapat kekurangan tenaga kerja terampil. Perguruan tinggi merupakan sentra utama untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan, baik untuk kebutuhan domestik maupun internasional,” jelasnya.
Saat ini, tercatat sekitar 170 CDC berbasis kampus di Indonesia yang diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebutuhan industri global dengan kompetensi lulusan.
Kolaborasi dan Migrant Center Diperkuat
Kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga terus diperkuat untuk memastikan keselarasan antara kebutuhan pasar kerja luar negeri dengan sistem pendidikan tinggi.
Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan Susanto, mengungkapkan pengembangan migrant center di berbagai kampus menjadi langkah strategis berikutnya.
“Setiap kampus memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga kapasitas yang dibutuhkan berbeda-beda pula. Indonesia punya berbagai sektor unggulan. Center-center ini harus kita manfaatkan dan kolaborasikan bersama,” ujarnya. ***




