POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

Salah satu langkah konkretnya adalah lewat peluncuran Program Campuspreneur.

Program ini resmi diluncurkan di Auditorium Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis (2/4/2026). Campuspreneur merupakan hasil kolaborasi antara Kemendag dengan 19 perguruan tinggi di Indonesia.

Baca Juga: Gosip vs Fakta TKA, Wajib Ikut dan Jadi Penentu Kelulusan? Jangan Gagal Paham, Ini Penjelasan Resminya

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, program ini dirancang untuk mencetak wirausaha muda dari kalangan mahasiswa.

Targetnya, mahasiswa tidak lagi bergantung pada lapangan kerja yang ada, tetapi justru mampu menciptakan peluang usaha sejak masih kuliah.

“Hari ini, kita bersama-sama meluncurkan Program Campuspreneur. Kami ingin anak-anak kita menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Dengan Tertatih-tatih Akibat Di Dor Aparat, Pelaku Utama Preman Yang Aniaya Tuan Rumah Pernikahan Akhirnya Tertangkap

Tidak mencari kerja, tapi menciptakan lapangan kerja baru yang dimulai sejak kuliah. Ketika lulus, sudah jadi pengusaha,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemendag, Sabtu (4/4).

Dorong dari Pasar Lokal hingga Ekspor
Mendag yang akrab disapa Busan itu menjelaskan, Campuspreneur dirancang dengan pendekatan bertahap. Mahasiswa didorong untuk memperkuat usaha di pasar domestik terlebih dahulu sebelum merambah pasar global.

Menurutnya, peluang ekspor Indonesia masih sangat terbuka lebar. Hal ini terlihat dari kinerja ekspor nasional yang menunjukkan tren positif.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Cairkan Gaji Dua Bulan Karyawan Kebun Binatang Bandung, Pegawai: Gerak Cepat Tidak Bertele-tele

“Kinerja ekspor Indonesia pada Januari–Februari 2026 naik 2,19 persen dibanding Januari–Februari 2025. Ini menjadi sinyal positif bahwa pasar ekspor kita masih besar dan peluangnya terbuka lebar,” tuturnya.

Untuk menjaga momentum tersebut, Kemendag juga terus mendorong diversifikasi pasar ekspor dan optimalisasi perjanjian dagang.

Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki 20 perjanjian dagang yang membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha.

Fasilitas Lengkap untuk Mahasiswa
Program Campuspreneur tidak hanya sebatas pelatihan. Mahasiswa juga akan mendapatkan berbagai dukungan konkret, mulai dari kurasi produk hingga akses langsung ke pasar internasional.

Baca Juga: Sejarah Akademi Komunitas Negeri Seni Budaya dan Olahraga Yogyakarta Dibangun Atas Usulan Gubernur DIY

Beberapa fasilitas yang disiapkan antara lain pelatihan kewirausahaan, kurasi produk oleh perusahaan, serta penjajakan bisnis atau business matching dengan calon pembeli dari luar negeri.

Program ini juga terintegrasi dengan skema UMKM BISA Ekspor yang memungkinkan mahasiswa mempresentasikan produknya di hadapan buyer internasional.

“Pelatihan, kurasi oleh perusahaan, kemudian business matching. Adik–adik bisa mempresentasikan produk melalui business matching di bawah Program UMKM BISA Ekspor,” kata Mendag Busan.

Baca Juga: DPR Soroti Darurat Etika Polri di Balik Ribuan Pelanggaran dan Tangisan Lansia di Banyumas

Perkuat Pasar Dalam Negeri
Meski berorientasi ekspor, pengembangan usaha mahasiswa juga difokuskan untuk memperkuat pasar domestik. Mahasiswa didorong memanfaatkan peluang besar di dalam negeri sebagai tahap awal pengembangan bisnis.

Kemendag bahkan telah menjalin kerja sama dengan berbagai ritel modern untuk membantu pemasaran produk mahasiswa. Produk yang lolos kurasi berpeluang langsung dipasarkan di department store dan pusat perbelanjaan.

“Adik-adik dapat menjalin kerja sama dengan ritel modern yang membawahi berbagai toko serba ada dan pusat perbelanjaan. Akan kurasi produk adik-adik mahasiswa, yang jika produknya bagus, bisa langsung dipasarkan,” jelasnya. ***