POJOKSATU.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.

Namun, di balik kebijakan tersebut, tersimpan strategi pengetatan anggaran demi menjaga kesehatan fiskal daerah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa keputusan tidak melakukan PHK terhadap PPPK bukan tanpa konsekuensi.

Baca Juga: Di Pertemuan G7, Menlu AS Sesumbar Operasi di Iran Sesuai Rencana, Perang Tak akan Berbulan-bulan

Menurutnya, Pemkot Bandung harus bekerja ekstra keras agar belanja pegawai tetap berada di bawah ambang batas 30 persen dari total APBD.

“Kami eliminasi kemungkinan PHK. Kami bekerja sangat keras memastikan kemampuan fiskal tetap memenuhi,” ujar Farhan, dikutip Sabtu (28/3/2026).

Fiskal Dijaga, Anggaran Mulai Direm
Saat ini, belanja pegawai Pemkot Bandung tercatat berada di angka 29 persen. Angka tersebut masih aman, namun ruang geraknya semakin sempit.

Baca Juga: WFH Jadi Strategi Hemat Energi, Pemerintah Kejar Penetapan Akhir Maret

Farhan menegaskan bahwa menjaga angka di bawah 30 persen menjadi prioritas utama demi menjaga stabilitas keuangan daerah.

“Sampai hari ini kami baru mencapai 29 persen, jadi masih bisa dijaga di bawah 30 persen,” jelasnya.

Namun demikian, kondisi ini memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian anggaran di berbagai sektor.

Baca Juga: R2 R3 Terancam Tersingkir? Prioritas PPPK Tak Berbasis Database BKN Jadi Sorotan

Konsekuensi, Kenaikan Anggaran Ditunda
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah menunda kenaikan anggaran pada sejumlah pos.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara kebutuhan pegawai dan kemampuan fiskal daerah.

Di sisi lain, rekrutmen CPNS juga tidak bisa dilakukan secara agresif.

Rekrutmen Diperketat, Tidak Lagi Ekspansif
Pemkot Bandung akan menghitung ulang skema rekrutmen aparatur sipil negara agar tidak membebani anggaran.

Baca Juga: TPG Terlambat Hingga Maret Masih Terjadi, Ini Cara Guru Mengantisipasi dan Mengawal Hak Secara Legal Tanpa Salah Langkah

“Kami akan menghitung skema rekrutmen agar tetap di bawah 30 persen,” tegas Farhan.

Artinya, peluang pembukaan formasi baru akan lebih selektif dan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Target Jangka Menengah: APBD Naik
Untuk keluar dari tekanan fiskal, Pemkot Bandung menargetkan peningkatan APBD sebagai solusi jangka menengah.

Farhan berharap nilai APBD Kota Bandung bisa kembali meningkat hingga menembus angka di atas Rp 8 triliun.

Jika target ini tercapai, ruang fiskal akan lebih longgar sehingga kebijakan kepegawaian bisa lebih fleksibel. ***