POJOKSATU.id - Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung atau yang lebih dikenal dengan Polman Babel memiliki perjalanan panjang dalam dunia pendidikan vokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kampus ini berdiri pada tahun 1994 berdasarkan akta notaris nomor 17 tanggal 31 Januari 1994 dengan nama awal Akademi Teknik Polman Timah.
Tiga tahun setelah berdiri, lembaga pendidikan ini mengalami perubahan nama menjadi Politeknik Manufaktur Timah atau Polman Timah. Perubahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Republik Indonesia nomor 112/D/O/1999 tanggal 13 Juli 1999.
Baca Juga: Dana Transfer Dipotong, Pemda Mulai “Irit”: Sewa Mobil Pejabat hingga Perjalanan Dinas Dipangkas
Perjalanan Polman Timah tidak berhenti di situ. Pada tahun 2006, institusi ini turut memberikan kontribusi besar dalam lahirnya Universitas Bangka Belitung.
Perguruan tinggi tersebut merupakan hasil penyatuan beberapa institusi pendidikan, yakni Politeknik Manufaktur Timah, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Bangka, dan Sekolah Tinggi Teknik Pahlawan 12 yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Bangka Belitung.
Saat itu dukungan masyarakat, pemerintah daerah, serta perusahaan PT Timah Tbk terhadap penyatuan tersebut sangat besar.
Baca Juga: Viral Petugas TolJemput Bola ke Mobil yang Menumpuk, Cara Unik Ini Bikin Netizen Salut
Kolaborasi itu menjadi salah satu tonggak penting perkembangan pendidikan tinggi di Bangka Belitung dan menjadi cikal bakal lahirnya dua perguruan tinggi negeri di wilayah tersebut.
Namun pada tahun 2009, Polman Timah memutuskan untuk berpisah dari Universitas Bangka Belitung.
Setahun kemudian, tepatnya pada 2010, kedua institusi tersebut secara bersamaan resmi menjadi perguruan tinggi negeri.
Sejak saat itu, Polman Timah resmi berubah nama menjadi Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung atau Polman Babel.
Baca Juga: Viral Video Tramadol Dijual Bebas di Tanah Abang, Habiburokhman Minta Polisi Turun Tangan
Perubahan ini ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2010 tentang Pendirian, Organisasi, dan Tata Kerja Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung tertanggal 18 Oktober 2010.
Jika menilik sejarahnya, Politeknik Manufaktur PT Timah atau Polman Timah pertama kali diresmikan oleh Menteri Pertambangan dan Energi Republik Indonesia pada 1 November 1994.
Sementara itu, Polman Babel sebagai perguruan tinggi negeri diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Dr H Susilo Bambang Yudhoyono pada 22 November 2010 di Jayapura.
Dalam perjalanan kepemimpinannya, sejak berdiri pada 1994 Polman Timah telah dipimpin oleh lima direktur dan satu pelaksana tugas direktur.
Baca Juga: Masjid Jami Syekh Abdul Hamid Abulung, Jejak Sejarah Islam yang Terawat di Martapura Barat
Setelah menjadi Polman Babel, kampus ini kembali dipimpin oleh lima direktur dalam beberapa periode hingga sekarang.
Kampus Polman Babel sendiri berdiri di atas lahan seluas sekitar 4,5 hektar di Kawasan Industri Air Kantung, Sungailiat, Kepulauan Bangka Belitung.
Lingkungannya dikenal asri karena berada di kawasan pesisir Pantai Air Kantung.
Hingga tahun 2021, Polman Babel telah meluluskan lebih dari 2.500 alumni yang tersebar di berbagai sektor industri, baik nasional maupun internasional.
Baca Juga: Kasus Mengejutkan di Polda NTT! Dirresnarkoba Dicopot Usai Diduga Peras Tersangka hingga Rp375 Juta
Dengan kapasitas student body sekitar 1.080 mahasiswa, kampus ini terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.
Untuk menunjang proses belajar, Polman Babel menyediakan berbagai fasilitas pendidikan yang memadai.
Mulai dari laboratorium dan fasilitas praktikum modern, ruang kelas nyaman, akses internet, kantin, perpustakaan modern, hingga fasilitas olahraga dan taman kampus yang mendukung aktivitas mahasiswa.
Dalam arah pengembangannya, Polman Babel memiliki visi untuk terwujudnya politeknik yang bermutu dengan kemampuan ilmu pengetahuan terapan, teknologi, dan inovasi guna mendukung daya saing bangsa.
Baca Juga: Otak Maextro
Visi tersebut diwujudkan melalui sejumlah misi utama, di antaranya meningkatkan mutu, relevansi, serta akses pendidikan untuk menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.
Selain itu, kampus ini juga mendorong penguatan penelitian dasar dan terapan guna menghasilkan nilai tambah dari produk inovasi.
Tak kalah penting, Polman Babel juga terus meningkatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan terapan, teknologi, dan inovasi yang dikembangkan di lingkungan kampus.
Perjalanan Polman Babel menunjukkan bahwa sebuah institusi pendidikan bisa tumbuh kuat dari kolaborasi antara dunia industri, pemerintah, dan masyarakat.
Dari kampus yang lahir pada 1994 hingga kini terus mencetak lulusan bagi dunia industri, Polman Babel menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam membangun masa depan daerah dan daya saing bangsa.***




