POJOKSATU.id - Universitas Pendidikan Ganesha atau yang lebih dikenal dengan sebutan Undiksha merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Bali yang berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia di bidang kependidikan maupun non-kependidikan.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Undiksha dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kampus ini berkomitmen menghasilkan lulusan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kemampuan akademis dan profesional yang tinggi, serta mampu mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Undiksha secara resmi ditetapkan sebagai universitas melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 pada tanggal 11 Mei 2006.

Baca Juga: Geopolitik Global Tak Stabil, Menhan Sjafrie Harus Fokus Urus Pertahanan Dalam Negeri

Namun, perjalanan menuju terbentuknya universitas ini memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perkembangan pendidikan guru di Indonesia.

Pada dekade 1950-an, pemerintah Indonesia mendirikan lembaga pendidikan guru berupa Kursus B-I dan B-II yang bertujuan menyiapkan calon guru untuk tingkat sekolah menengah atas.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, pada tahun 1955 didirikan Kursus B-I Bahasa Indonesia di Singaraja.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1957, lembaga tersebut berkembang dengan dibukanya Kursus B-I Perniagaan.

Baca Juga: Soroti Posisi Menhan Sjafrie, Isu Keamanan Nasional Jangan Jadi Instrumen Politik Menuju 2029

Keberadaan dua kursus tersebut menjadi cikal bakal berkembangnya lembaga pendidikan guru di kawasan Bali Utara.

Pada masa yang sama, pemerintah juga mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Malang, Bandung, Batusangkar, dan Tondano pada tahun 1954.

Kemudian pada tahun 1958, PTPG diubah menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang berada di bawah universitas.

Kebijakan ini dilakukan untuk memperkuat sistem pendidikan guru secara nasional.

Baca Juga: Beasiswa LPDP TRIN Doktor by Research 2026 Dibuka, Ini Syarat, Kampus Tujuan, dan Jadwal Seleksinya

Untuk menghindari dualisme lembaga pendidikan guru, pemerintah memutuskan mengintegrasikan seluruh kursus B-I dan B-II ke dalam FKIP pada universitas terdekat sejak 1 Januari 1960.

Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, pada 1 Januari 1962 Kursus B-I Bahasa Indonesia dan Kursus B-I Perniagaan di Singaraja dijadikan FKIP Cabang Universitas Airlangga Surabaya.

Namun kebijakan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah Universitas Udayana di Denpasar resmi berdiri pada 9 Agustus 1962, FKIP Cabang Universitas Airlangga di Singaraja kemudian dialihkan dan diintegrasikan ke Universitas Udayana menjadi bagian dari FKIP Universitas Udayana.

Perkembangan pendidikan guru di Indonesia kembali mengalami perubahan ketika pemerintah mendirikan lembaga baru bernama Institut Pendidikan Guru (IPG).

Baca Juga: Tamparan Mojtaba

Untuk menghindari konflik dan dualisme lembaga, Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan kebijakan menggabungkan FKIP dan IPG menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1963.

Berdasarkan kebijakan tersebut, FKIP Universitas Udayana kemudian dilepas dan diintegrasikan menjadi IKIP Malang Cabang Singaraja.

Namun perubahan kelembagaan kembali terjadi pada tahun 1968 ketika IKIP Malang Cabang Singaraja diintegrasikan kembali ke Universitas Udayana.

Pada saat itu dibentuk dua fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan.

Baca Juga: VIRAL Bahlil Sentil Orang Kaya Pakai BBM Subsidi Sebut Malu Dong Ambil Hak Rakyat!

Hingga akhir 1970-an, Fakultas Keguruan Universitas Udayana terus berkembang dengan membuka berbagai jurusan pendidikan seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Ekonomi, Sejarah, Geografi, serta Civic atau Hukum.

Pada tahun 1980, fakultas tersebut menambah satu jurusan baru yaitu Pendidikan Kimia. Sementara itu, Fakultas Ilmu Pendidikan mengelola dua jurusan utama yaitu Bimbingan dan Penyuluhan serta Pendidikan Luar Sekolah.

Perubahan kembali terjadi pada tahun 1983 ketika pemerintah melakukan penataan ulang perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 62 Tahun 1982, Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Udayana kemudian digabung menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Udayana.

Baca Juga: KABAR BAIK! Bahlil Pastikan Harga BBM Tak Naik Sampai Lebaran 2026

FKIP Universitas Udayana saat itu memiliki empat jurusan utama, yaitu Jurusan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, serta Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Perjalanan panjang kelembagaan tersebut akhirnya melahirkan Universitas Pendidikan Ganesha sebagai perguruan tinggi negeri yang berdiri secara mandiri pada tahun 2006.

Kini Undiksha berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi di Bali yang tidak hanya fokus pada pendidikan guru, tetapi juga mengembangkan berbagai bidang keilmuan lainnya.

Dari lembaga kursus pendidikan guru hingga menjadi universitas negeri, perjalanan Universitas Pendidikan Ganesha mencerminkan dinamika panjang pendidikan di Indonesia.

Sejarah tersebut menjadi fondasi kuat bagi Undiksha untuk terus melahirkan generasi pendidik dan profesional yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.***