POJOKSATU.id - Universitas Malikussaleh merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Aceh yang memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan.
Nama universitas ini diambil dari sosok Sultan Malikussaleh, raja pertama Kerajaan Samudera Pasai yang dikenal sebagai pelopor kerajaan Islam di Nusantara.
Kerajaan Samudera Pasai dalam catatan sejarah menjadi pusat pengembangan Islam sekaligus pusat ilmu pengetahuan yang berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.
Warisan intelektual dari masa kejayaan tersebut melahirkan banyak ulama dan ilmuwan yang berkontribusi besar terhadap perkembangan agama, ilmu pengetahuan, seni, serta budaya.
Semangat kepeloporan, kedinamisan, dan patriotisme Sultan Malikussaleh kemudian menjadi inspirasi bagi lahirnya Universitas Malikussaleh.
Nilai-nilai tersebut diharapkan terus hidup melalui generasi penerus yang menimba ilmu di kampus ini.
Cikal bakal berdirinya Universitas Malikussaleh bermula dari pendirian Akademi Ilmu Agama jurusan Syariah pada 12 Juni 1969.
Akademi tersebut didirikan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara saat itu, Drs. Tgk. Abdul Wahab Dahlawy.
Baca Juga: 3 Resep Bolu Kukus Lembut untuk Suguhan Lebaran, Mudah Dibuat di Rumah
Setahun kemudian, pada 15 September 1970, akademi tersebut diperluas dengan membuka jurusan Ilmu Politik.
Pengembangan pendidikan terus berlanjut hingga dibentuk Yayasan Perguruan Tinggi Islam sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan lembaga pendidikan tersebut.
Pada tahun 1971, Akademi Ilmu Agama kemudian berubah menjadi Perguruan Tinggi Islam dengan beberapa jurusan, di antaranya Akademi Syariah, Akademi Ilmu Politik, Akademi Tarbiyah, serta Dayah Tinggi atau Pesantren Luhur.
Perubahan kembali terjadi pada 1972 ketika lembaga pendidikan tersebut berganti nama menjadi Perguruan Tinggi Islam Malikussaleh (PERTIM).
Baca Juga: Masjid Kiai Gede Kotawaringin, Jejak Dakwah Ulama Jawa di Kalimantan Sejak Abad ke-17
Selanjutnya pada tahun 1980, lembaga ini berkembang menjadi Yayasan Universitas Malikussaleh yang dikenal dengan singkatan UNIMA.
Dalam perkembangannya, berbagai fakultas mulai dibuka, seperti Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Pada tahun 1989, Universitas Malikussaleh kembali melakukan penataan organisasi dengan mengintegrasikan beberapa fakultas utama, termasuk Fakultas Ilmu Administrasi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, serta Fakultas Hukum.
Namun perjalanan kampus ini tidak selalu mudah. Situasi politik di Aceh yang dilanda konflik berkepanjangan sempat memberi dampak serius terhadap kehidupan sosial masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Dalam kondisi tersebut, muncul aspirasi kuat dari masyarakat Aceh agar Universitas Malikussaleh dapat ditingkatkan statusnya menjadi perguruan tinggi negeri.
Harapan ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat kepada pemerintah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh.
Pemerintah kemudian membentuk tim persiapan penegerian Universitas Malikussaleh melalui Keputusan Menteri Pendidikan Nasional pada 16 November 2000.
Berbagai tahapan administratif dan akademik pun dilakukan untuk memenuhi syarat sebagai perguruan tinggi negeri.
Proses tersebut mencakup pembinaan akademik, pengalihan aset yayasan kepada pemerintah, serta penyesuaian status pegawai menjadi aparatur sipil negara.
Upaya panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 95 Tahun 2001 pada 1 Agustus 2001 yang menetapkan Universitas Malikussaleh sebagai perguruan tinggi negeri.
Peresmian Universitas Malikussaleh sebagai universitas negeri kemudian dilakukan pada 8 September 2001 di Lhokseumawe.
Dengan status tersebut, Aceh memiliki dua universitas negeri besar, yakni Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh dan Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe.
Kini Universitas Malikussaleh terus berkembang sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di Aceh dengan berbagai program studi yang mendukung kemajuan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Perjalanan panjang Universitas Malikussaleh menjadi bukti bahwa pendidikan dapat lahir dari semangat perjuangan masyarakat.
Dari sebuah akademi kecil hingga menjadi perguruan tinggi negeri, UNIMAL kini menjadi simbol harapan bagi generasi Aceh untuk terus belajar, berkembang, dan membangun masa depan yang lebih baik.***



