POJOKSATU.id - Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SD dijadwalkan berlangsung pada 20–30 April 2026. Persiapan menghadapi ujian tersebut bisa mulai dilakukan sejak sekarang agar siswa lebih siap secara materi maupun pemahaman.
Dalam pelaksanaannya, TKA menguji dua mata pelajaran wajib, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia.
Kedua mata pelajaran ini perlu dipahami dengan baik oleh siswa agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan.
Pelaksanaan TKA sendiri didorong oleh kebutuhan pelaporan capaian akademik individu siswa melalui penilaian yang terstandar.
Baca Juga: Topan Ginting Dituntut 5,5 Tahun, Rasuli Siregar 4 Tahun, Korupsi PUPR Sumut Masuki Fase Akhir
Nilai TKA nantinya dapat dimanfaatkan sebagai acuan ketika siswa mendaftarkan diri ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
TKA jenjang SD dan SMP juga bersinergi dengan Asesmen Nasional (AN). Karakteristik serta pendekatan penilaiannya disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik.
Rancangan TKA memiliki tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk memotret capaian belajar, assessment for learning sebagai dasar perbaikan pembelajaran, serta assessment as learning yang menjadi bagian dari sistem penilaian komprehensif pendidikan.
Ringkasan Materi TKA Bahasa Indonesia SD
Ringkasan materi TKA Bahasa Indonesia SD penting dipelajari sebagai referensi belajar.
Baca Juga: JANGAN SALAH PAHAM! Ini 2 Kriteria Guru Sertifikasi Dapat Tambahan TPG THR 2026
Dengan ringkasan materi, siswa dapat memahami pembelajaran secara lebih terstruktur dan terarah.
Fokus utama TKA Bahasa Indonesia SD/MI/sederajat adalah keterampilan berbahasa, khususnya membaca.
Keterampilan membaca dipilih karena menjadi fondasi penting bagi siswa untuk terus belajar di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Keterampilan membaca dalam TKA diujikan melalui dua jenis teks, yaitu teks informasi dan teks fiksi.
Teks informasi merupakan teks yang berisi fakta sederhana dari berbagai bidang atau topik yang berskala lokal maupun nasional.
Sementara itu, teks fiksi merupakan cerita rekaan yang dapat berupa fantasi atau cerita faktual seperti sejarah atau biografi.
Teks ini biasanya memiliki latar cerita konkret, tokoh berkarakter sederhana, konflik tunggal dengan penyelesaian tertutup, alur maju, serta sudut pandang orang pertama.
Teks yang digunakan dalam TKA juga memiliki karakteristik tertentu.
Karakteristik kosakata meliputi penggunaan kata dasar, kata berimbuhan, kata konkret, dominan bermakna denotatif, serta makna konotatif dengan konteks terbatas.
Karakteristik kalimat umumnya terdiri dari 3–7 kata per kalimat dengan pola dasar SPOK. Struktur bahasa tulis juga dapat bercampur dengan unsur bahasa lisan dalam batas tertentu.
Baca Juga: TPG Masuk Komponen THR 2026, Guru ASN Tanpa Tukin Berpotensi Terima Tambahan Satu Bulan
Sementara karakteristik wacana ditandai dengan kohesi pengacuan atau referensi, penggunaan konjungsi antarparagraf seperti penambahan dan penjelasan, serta panjang teks sekitar 150–200 kata, kecuali untuk teks puisi.
Contoh Soal dan Pembahasan TKA Bahasa Indonesia SD
Contoh soal berikut dapat digunakan siswa untuk berlatih sekaligus memahami pola soal TKA Bahasa Indonesia.
1. Berdasarkan cerita Petualangan Kiki dan Burung Kecil, urutan perawatan burung kecil yang dilakukan Kiki dan ayahnya adalah …
A. Memberi makan → membersihkan luka → mengoleskan obat → membuat kandang
B. Membersihkan luka → mengoleskan obat → membuat kandang → memberi makan
C. Mengoleskan obat → membersihkan luka → memberi makan → membuat kandang
D. Membuat kandang → memberi makan → membersihkan luka → mengoleskan obat
Jawaban: B
Pembahasan:
Dalam teks dijelaskan bahwa Kiki dan ayahnya terlebih dahulu membersihkan luka burung dengan air hangat, kemudian mengoleskan obat. Setelah itu mereka membuat kandang sementara dan memberikan makanan.
2. Apa saja contoh hewan folivora berdasarkan teks?
A. Sapi
B. Koala
C. Panda
D. Buaya
Jawaban: B
Pembahasan:
Dalam bacaan dijelaskan bahwa contoh hewan folivora adalah koala yang memakan daun eukaliptus dan panda yang memakan bambu.
3. Apa gagasan utama pada paragraf ketiga teks tersebut?
A. Jenis daun yang cocok untuk hewan folivora
B. Pembagian hewan berdasarkan makanan
C. Cara khusus tubuh hewan folivora mencerna daun
D. Peranan hutan bagi kehidupan hewan folivora
Jawaban: C
Pembahasan:
Paragraf ketiga menjelaskan mekanisme tubuh hewan folivora yang memiliki usus panjang serta bakteri khusus untuk membantu mencerna daun.
Baca Juga: Desa Berjo Karanganyar Bagikan THR Total Rp723 Juta ke Warganya!
4. Bagan yang sesuai untuk menggambarkan isi teks adalah …
A. Tiga Kelompok Hewan → Pengertian Folivora → Contoh Folivora → Cara Mencerna
B. Tiga Kelompok Hewan → Contoh Folivora → Pengertian Folivora → Cara Mencerna
C. Tiga Kelompok Hewan → Contoh Folivora → Pengertian Folivora → Cara Mencerna
D. Tiga Kelompok Hewan → Pengertian Folivora → Cara Mencerna → Contoh Folivora
Jawaban: D
Pembahasan:
Urutan informasi dalam teks dimulai dari klasifikasi hewan, kemudian pengertian folivora, cara mencerna daun, dan diakhiri dengan contoh hewan folivora.
5. Watak tokoh utama dalam cerita Angsa Bertelur Emas adalah …
A. Berani
B. Sombong
C. Serakah
D. Pembangkang
Jawaban: C
Pembahasan:
Petani tidak puas dengan satu telur emas setiap hari dan ingin mendapatkan emas lebih cepat sehingga menyembelih angsa.
Baca Juga: Pemkab Bandung Gandeng Badan Bank Tanah, Tata Kelola Lahan Diperkuat untuk Dukung Pembangunan
6. Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan akhir cerita adalah …
A. Makan buah simalakama
B. Ada udang di balik batu
C. Seperti katak dalam tempurung
D. Nasi sudah menjadi bubur
Jawaban: D
Pembahasan:
Setelah menyembelih angsa, petani menyesal karena tidak mendapatkan emas lagi.
Baca Juga: Sinkronisasi Dapodik Maret 2026 Dipercepat: Ini Alasan dan Batas Waktunya di Info GTK!
7. Pernyataan yang sesuai dengan cerita adalah …
A. Petani mendapatkan uang dari menjual angsa
B. Angsa pernah menghasilkan lebih dari satu telur emas
C. Keinginan cepat kaya membuat petani menyesal
D. Angsa tidak pernah menghasilkan lebih dari satu telur emas
Jawaban: B
Pembahasan:
Dalam cerita disebutkan bahwa angsa pernah mengeluarkan banyak telur emas dalam sehari.
Baca Juga: Kasus Penembakan ABG di Makassar, Kompolnas Terjun ke Lokasi Kumpulkan Bukti-buki
8. Siapa yang mengusulkan meminta bantuan hewan cerdik?
A. Bani
B. Ucil
C. Rino
D. Hari
Jawaban: D
Pembahasan:
Hari si harimau yang mengusulkan agar meminta bantuan Ucil si kancil.
9. Arti ungkapan “diam seribu bahasa” adalah …
A. Tidak mampu melakukan sesuatu
B. Menahan diri untuk tidak berkomentar
C. Tidak mau mendengarkan pendapat
D. Tidak mengetahui masalah
Jawaban: B
Pembahasan:
Ungkapan tersebut menggambarkan para binatang yang memilih diam karena takut menegur Rino.
10. Contoh peristiwa yang sesuai dengan pengalaman Ucil adalah …
A. Tita memberi ide cemerlang kepada teman-temannya. (Sesuai)
B. Jani menghargai kepercayaan teman sekelas. (Tidak Sesuai)
C. Nina bertanggung jawab menjalankan tugas. (Tidak Sesuai)
D. Tita bertanggung jawab menjalankan tugas. (Tidak Sesuai)
Jawaban: A
Pembahasan:
Ucil membantu menyelesaikan masalah dengan ide cerdik, sehingga contoh yang paling sesuai adalah seseorang yang memberi gagasan untuk memecahkan masalah bersama.
Latihan soal dan pemahaman materi seperti ini dapat membantu siswa lebih siap menghadapi TKA.
Semakin sering berlatih membaca dan memahami teks, semakin besar pula peluang meraih hasil terbaik dalam ujian nanti. ***




