POJOKSATU.id - Menjelang seleksi masuk perguruan tinggi tahun 2026, Tes Kemampuan Akademik (TKA) tetap menjadi momok sekaligus peluang emas bagi para calon mahasiswa.

Dalam rumpun Matematika Saintek maupun Matematika Dasar, topik Bilangan dan Aljabar menduduki porsi yang sangat signifikan.

Berdasarkan tren soal lima tahun terakhir dan prediksi evaluasi kurikulum terbaru, pemahaman mendalam terhadap kedua aspek ini adalah kunci utama untuk meraih skor di atas 700.

Artikel ini membedah secara rinci kisi-kisi TKA 2026, fokus pada materi yang paling sering muncul, serta strategi cepat menyelesaikannya agar Anda tidak terjebak dalam perhitungan yang membuang waktu.

Baca Juga: Perhapi Sebut Banjir Garoga Dipicu Anomali Curah Hujan Ekstrem, Infrastruktur Tambang Berfungsi Sebagai Buffer Limpasan

Mengapa Bilangan dan Aljabar Jadi Prioritas?

Dalam struktur TKA, Bilangan dan Aljabar dianggap sebagai “pondasi”. Materi geometri, kalkulus, hingga statistika membutuhkan kemahiran manipulasi aljabar yang kuat.

Data tren soal menunjukkan sekitar 35–40 persen soal TKA Matematika berkaitan langsung atau tidak langsung dengan manipulasi aljabar dan sifat-sifat bilangan. 

Tanpa penguasaan di bagian ini, Anda akan kesulitan mengerjakan soal tingkat lanjut yang sebenarnya hanya memerlukan penyederhanaan bentuk aljabar di tahap akhir.

Baca Juga: Total Korupsi Bupati Pekalongan Rp 19 Miliar, Dibagi-bagi Sekeluarga Mulai Suami hingga Anak-anak

1. Sistem Bilangan: Bukan Sekadar Hitung Cepat

Materi bilangan dalam TKA 2026 tidak lagi berhenti di aritmatika dasar, melainkan masuk ke analisis sifat angka atau number theory dasar.

Sifat Bilangan Bulat (Ganjil-Genap dan Prima)
Soal sering meminta Anda menentukan apakah suatu ekspresi bernilai ganjil, genap, positif, atau negatif berdasarkan parameter tertentu. Ingat, angka 2 adalah satu-satunya bilangan prima genap. Fakta sederhana seperti “ganjil dikali ganjil tetap ganjil” sering menjadi kunci membuka soal HOTS.

Eksponen dan Logaritma
Topik ini hampir selalu hadir. Fokus utama pada penyederhanaan bentuk akar dan pangkat pecahan. Persamaan eksponen sering berujung pada persamaan kuadrat setelah pemisalan variabel. Untuk logaritma, kuasai sifat perubahan basis serta operasi penjumlahan dan pengurangan logaritma.

Keterbagian dan Sisa Bagi (Modulus)
Soal FPB dan KPK kini kerap muncul dalam bentuk variabel atau pola bilangan berulang. Konsep sisa bagi sering dikemas dalam soal cerita yang menguji ketelitian.

Baca Juga: Pendaftaran SPAN-PTKIN 2026 Ditutup MALAM INI Pukul 23.59 WIB, UIN Jakarta Buka 30 Prodi Unggulan

2. Aljabar: Uji Logika dan Kecepatan

Aljabar di TKA 2026 menuntut kecepatan berpikir logis dan fleksibilitas mengubah bentuk persamaan.

Persamaan dan Pertidaksamaan Kuadrat
Jangan hanya menghafal rumus ABC. Hubungan akar melalui Teorema Vieta jauh lebih sering diuji. Penjumlahan akar x1 + x2 = -b/a dan hasil kali akar x1 · x2 = c/a wajib dikuasai. 

Soal kerap meminta Anda menyusun persamaan baru dari hubungan akar tertentu atau menganalisis nilai diskriminan untuk menentukan sifat grafik.

Sistem Persamaan Linear (SPL)
TKA jarang meminta nilai variabel secara langsung. Biasanya yang ditanyakan adalah x + y atau xy. Pola penjumlahan atau pengurangan persamaan sering menjadi jalan tercepat tanpa eliminasi panjang.

Baca Juga: MK Tolak Gugatan Batas Usia Profesor 70 Tahun, Permohonan Profesor Emeritus Ditolak

Fungsi Komposisi dan Invers
Materi ini sering dikombinasikan dengan topik lain. Teknik pemisalan variabel efektif digunakan. Pahami juga sifat dasar invers fungsi untuk mempercepat pengerjaan.

Barisan dan Deret
Selain rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama, deret geometri tak hingga juga sering muncul. Soal cerita bisa berkaitan dengan pertumbuhan, peluruhan, atau pola pantulan.

Strategi TKA 2026: Pahami Pola, Bukan Sekadar Rumus

TKA dirancang untuk menguji penalaran, bukan sekadar kemampuan menghitung cepat. Karena itu, strategi belajar harus bergeser dari menghafal menjadi memahami pola.

Baca Juga: Inovasi Dosen IPB Masuk 117 Inovasi Indonesia 2025, Jasad Renik Hijaukan Lahan Tambang Kapur

Gunakan teknik substitusi angka sederhana seperti 0, 1, atau 2 untuk menguji bentuk umum dan mengeliminasi pilihan salah. Visualisasikan persamaan kuadrat sebagai grafik parabola agar lebih mudah memahami pertidaksamaan.

Latih juga manipulasi bentuk aljabar, misalnya mengubah x² + y² menjadi (x + y)² – 2xy. Trik kecil seperti ini bisa menghemat waktu hingga dua menit per soal, dan itu sangat berharga di ruang ujian.

Materi Bilangan dan Aljabar adalah tambang poin di TKA 2026. Dengan menguasai eksponen, sifat akar persamaan kuadrat, serta logika bilangan bulat, Anda sudah mengamankan persentase besar dari total skor. ***