POJOKSATU.id - Universitas Hamzanwadi resmi berdiri pada 23 September 2016 berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 428/KPT/I/2016.
Pendirian ini merupakan hasil penggabungan STKIP Hamzanwadi Selong dan STT Hamzanwadi Selong menjadi satu universitas yang lebih komprehensif.
Dalam keputusan tersebut, Universitas Hamzanwadi menyelenggarakan 4 fakultas dengan total 22 program studi.
Keempat fakultas itu meliputi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
Empat Fakultas dan 22 Program Studi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi fakultas dengan jumlah program studi terbanyak, yakni 15 prodi.
Di antaranya Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika dan Pendidikan Ekonomi.
Juga ada Pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Sosiologi, PGSD, PGPAUD, Pendidikan Informatika, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, serta Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik.
Fakultas Teknik memiliki lima program studi, yaitu Manajemen Informatika (D3), Sistem Informasi, Teknik Informatika, Teknik Lingkungan, dan Teknik Komputer.
Sementara itu, Fakultas Kesehatan menyelenggarakan program studi Farmasi. Adapun Fakultas MIPA membuka program studi Statistika.
Seluruhnya merupakan program sarjana (S1), kecuali Manajemen Informatika yang berjenjang Diploma Tiga (D3).
Baca Juga: UU Pemilu Digugat ke Mahkamah Konstitusi, Keluarga Presiden dan Wapres Dilarang Maju Capres-Cawapres
Jejak Awal dari STKIP Hamzanwadi Selong
Sejarah panjang universitas ini tak lepas dari kiprah pendirinya, Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Pada 1977, berdiri Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hamzanwadi yang kemudian berubah menjadi STIP Hamzanwadi Selong pada 1978.
Status terdaftar diperoleh pada 18 Agustus 1984 untuk Jurusan Ilmu Pendidikan dengan program studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (kini Bimbingan dan Konseling).
Seiring kebutuhan tenaga pendidik, pada 1987 dibuka tiga jurusan baru yang mencakup lima program studi di bidang matematika dan IPA, ilmu sosial, serta bahasa dan seni.
Awalnya seluruh program berjenjang D3, kemudian berkembang menjadi S1 pada 1994.
Pengembangan terus berlanjut dengan dibukanya program studi baru seperti Pendidikan Fisika, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, PGSD, hingga PGPAUD dan Pendidikan Seni pada periode 2004 hingga 2013.
Baca Juga: Menaker Ingatkan Kewajiban THR Jelang Lebaran, Perusahaan yang Bandel Diminta Segera Dilaporkan
Hingga 22 September 2016, STKIP telah memiliki empat jurusan dengan 15 program studi.
Perjalanan STT Hamzanwadi Selong
Di sisi lain, sejarah STT bermula dari Lembaga Pendidikan Wasyrin Najabah (LPWN) Hamzanwadi Pancor yang berdiri pada 23 Maret 2002 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain NW Pancor.
LPWN memiliki tiga jurusan, yaitu Informatika Komputer, Komputer Akuntansi, dan Manajemen Perkantoran.
Hingga kelulusan terakhir pada 2014, LPWN telah meluluskan 851 mahasiswa, dengan sekitar 70 persen terserap di dunia kerja, baik instansi pemerintah, swasta, maupun wirausaha.
Lembaga ini membawa misi pengembangan sumber daya manusia intelektual yang berlandaskan iman dan takwa kepada Allah SWT, yang kemudian menjadi fondasi kuat berdirinya STT dan akhirnya Universitas Hamzanwadi.
Perjalanan panjang dari lembaga pendidikan kecil hingga menjadi universitas dengan puluhan program studi menunjukkan komitmen besar dalam membangun pendidikan di Lombok Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Dari ruang-ruang kelas sederhana hingga menjadi institusi pendidikan tinggi terpadu, Universitas Hamzanwadi tumbuh dengan semangat pengabdian, mencetak generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga berakar pada nilai keimanan dan budaya lokal.***




