POJOKSATU.ID - Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana pemerintah mengukur kualitas pendidikan di sebuah sekolah?

Kualitas pendidikan bukan hanya soal nilai ujian, melainkan juga tentang bagaimana suasana dan sistem di dalam sekolah tersebut mendukung proses belajar mengajar.

Melalui Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek memotret berbagai dimensi penting di satuan pendidikan.

Sulingjar bertujuan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran dari sisi input dan proses.

Baca Juga: Kasus Eks Kapolres Bima Kota: Dari Dugaan Suap Narkoba, Penyimpangan Seksual hingga Pemecatan Tidak Hormat

Apa Itu Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar)?

Sulingjar adalah alat ukur yang digunakan untuk memotret mutu satuan pendidikan secara utuh.

Informasi yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek, mulai dari cara guru mengajar hingga kondisi keamanan dan inklusivitas di lingkungan sekolah.

Terdapat 9 aspek utama yang menjadi fokus dalam survei ini untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar murid:

Baca Juga: Guru Besar UGM Usul Penerbitan SIM dan STNK Dari Polri Dialihkan ke Pemda

1. Kualitas Pembelajaran
Menilai interaksi antara guru dan siswa, pengelolaan kelas, serta penyesuaian cara mengajar.

2. Praktik Perbaikan Pembelajaran oleh Guru
Bagaimana guru melakukan refleksi dan terus berinovasi dalam metode pengajaran mereka.

3. Kepemimpinan Instruksional
Sejauh mana kepala sekolah mendukung peningkatan mutu pembelajaran melalui kepemimpinan yang efektif.

4. Iklim Keamanan di Satuan Pendidikan
Perlindungan siswa dari perundungan (bullying), kekerasan, dan gangguan keamanan lainnya.

5. Iklim Kebinekaan di Satuan Pendidikan
Pengetahuan dan sikap terhadap keberagaman agama, sosial, budaya, dan komitmen kebangsaan.

6. Dukungan atas Kesetaraan Gender
Bagaimana lingkungan sekolah memberikan dukungan dan kesempatan yang adil bagi semua siswa tanpa memandang gender.

7. Iklim Inklusivitas
Dukungan sekolah terhadap murid berkebutuhan khusus (disabilitas) dan cerdas istimewa.

8. Dukungan/Partisipasi Orang Tua dan Murid
Keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan sekolah dan program pendidikan anak.

9. Latar Belakang Sosial Ekonomi Murid
Memahami kondisi sosial ekonomi yang mungkin memengaruhi akses terhadap pendidikan berkualitas.

Baca Juga: Guru Besar UGM Usul Penerbitan SIM dan STNK Dari Polri Dialihkan ke Pemda

Mengapa Ini Penting?

Data dari Sulingjar ini tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi menjadi fondasi bagi sekolah untuk melakukan perbaikan internal.

Dengan memahami kelemahan di salah satu aspek, sekolah dapat mengambil langkah nyata untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi setiap murid.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Survei Lingkungan Belajar, Anda dapat mengunjungi situs resmi di pusmendik.kemdikbud.go.id.***