POJOKSATU.id - Yayasan Del merupakan lembaga nirlaba yang didirikan oleh Luhut B. Pandjaitan pada 30 Agustus 2001 di Jakarta.

Awalnya bernama Yayasan Simargala, diambil dari nama desa kelahiran beliau di Huta Namora, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Perubahan nama menjadi Yayasan Del dilakukan pada tahun yang sama karena pertimbangan agar lebih universal.

Kata “Del” dimaknai sebagai pemimpin yang selalu selangkah lebih maju.

Pendirian yayasan ini dilandasi tekad kuat untuk meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat perdesaan yang kurang tersentuh pembangunan.

Baca Juga: Dua Sekolah Kedinasan Baru 2026 Resmi Disiapkan! Peluang Lulus Jadi CPNS Makin Terbuka Lebar

Fokusnya mencakup pendidikan, sosial, kemanusiaan, seni budaya, hingga pelestarian lingkungan.

Visi Yayasan Del adalah menjadi lembaga selangkah lebih depan dalam pengembangan talenta manusia yang berkontribusi pada inovasi teknologi dan keberlanjutan sosial.

Untuk mewujudkan misi tersebut, Yayasan Del mendirikan sejumlah institusi pendidikan seperti Institut Teknologi Del, SMA Unggul Del, Sekolah NOAH, dan Rumah Faye.

Tujuannya jelas, yakni menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, khususnya di daerah terpencil.

Cikal bakal IT Del adalah Politeknik Informatika Del (PI Del) yang berdiri tahun 2001.

Baca Juga: Resep Sahur 5 Menit: Menu Sat-Set untuk Kamu yang Sering Bangun Kesiangan di Puasa Pertama Ramadhan

Kampus ini sengaja dibangun di desa pelosok Sitoluama, Toba, agar anak-anak daerah memiliki kesempatan yang sama menikmati pendidikan teknologi informasi dan komputer yang bermutu.

Pada 2013, statusnya meningkat menjadi Institut Teknologi Del dengan empat fakultas dan sepuluh program studi, mulai dari vokasi hingga sarjana.

Peresmian kampus IT Del dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 1 Desember 2005 dalam sebuah simposium tentang dukungan IT untuk mewujudkan good governance.

Sejak saat itu, IT Del berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan teknologi terkemuka di Sumatera Utara.

Perjalanan kepemimpinan kampus ini diwarnai figur-figur akademisi unggul.

Baca Juga: Urutan Surat untuk Salat Tarawih dan Witir 23 Rakaat Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya

Direktur pertama PI Del adalah Dr. I Gde Nyoman Merthayasa, M.Eng, dosen senior ITB yang menanamkan budaya mutu pendidikan, otonomi, akuntabilitas, dan akreditasi sejak awal berdiri.

Kepemimpinan berikutnya diisi tokoh-tokoh seperti Peter John Bowyer, Prof. Saswinadi Sasmojo, Dr. Inggriani Liem, dan Dr. Arlinta Christy Barus yang memperkuat tata kelola akademik dan budaya intelektual kampus.

Transformasi menjadi IT Del menghadirkan kepemimpinan rektor seperti Prof. Roberd Saragih, Prof. Togar M. Simatupang, hingga Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga.

Di bawah kepemimpinan mereka, pengembangan kurikulum berbasis KKNI, sistem penjaminan mutu, riset, serta kolaborasi nasional dan internasional terus diperkuat.

Baca Juga: Aktivasi Rekening PIP 2025 Diperpanjang hingga 28 Februari 2026, Ini Data Terbaru dan Cara Ceknya

Nilai dasar Del terangkum dalam karakter “selangkah lebih maju” berlandaskan iman, hati nurani bersih, dan akal budi terpelajar.

Filosofi MarTuhan, Marroha, dan Marbisuk menjadi fondasi pembentukan insan berintegritas, sadar, dan bijaksana.

Tak sekadar membangun kampus, Yayasan Del juga membangun harapan.

Harapan bahwa dari pelosok Danau Toba akan lahir technopreneur, ilmuwan, dan pemimpin masa depan yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Di tengah keterbatasan geografis, Del membuktikan bahwa kualitas tidak mengenal batas wilayah karena masa depan Indonesia bisa tumbuh dari desa, selama ada keberanian untuk bermimpi dan bekerja selangkah lebih maju.***