POJOKSATU.id - Olympiade Ahmad Dahlan (OlympiCAD) VIII resmi dibuka di Balai Sidang Muktamar Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Kamis, 12 Februari 2026.
Ajang kompetisi nasional ini akan berlangsung hingga Sabtu, 14 Februari 2026, dengan melibatkan peserta dari 36 provinsi, dari Sabang hingga Merauke.
Pembukaan OlympiCAD VIII dirangkaikan dengan seminar internasional bertema Membentuk Global Muslim Citizens melalui STEM, Teknologi, dan Pendidikan Internasional.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita tersebut digelar oleh Panitia OlympiCAD Makassar 2026 bekerja sama dengan EduCourse Indonesia.
Ketua Panitia Pusat OlympiCAD VIII, Prof. Dr. Baharuddin, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan setelah melalui proses persiapan panjang selama beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Usai Kontrak Diperpanjang Hingga 2026, 51 PPPK Deli Serdang Justru Turun Jadi Paruh Waktu
Ia menyebut keberhasilan acara ini merupakan buah kerja sama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, panitia pusat, serta tim lokal di Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyaksikan detik-detik pembukaan Olimpiade Ahmad Dahlan VIII di Makassar.
Persiapan telah berlangsung beberapa bulan terakhir berkat kerja sama yang solid,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan ini dihadiri secara daring oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.
Hadir secara luring Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pendidikan Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Ph.D., Ketua PWM Sulsel Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag., serta Rektor Unismuh Makassar Dr. Ir. H. Abdul Rahim Nanda, M.T. IPU.
Prof. Baharuddin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya OlympiCAD VIII, termasuk Unismuh Makassar sebagai tuan rumah serta sejumlah mitra dan sponsor seperti EduCourse Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, dan UMB Bandung.
Baca Juga: Konsep Kegiatan Ramadan Bermakna 2026 di Sekolah, Adaptasi Pembelajaran Lengkap Contoh Kegiatannya
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan berbagai pihak. Terima kasih atas kontribusi tenaga, pikiran, dan materi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Kepada para peserta yang disebutnya sebagai duta pelajar Muhammadiyah, Prof. Baharuddin berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi. Menurutnya, nilai kejujuran dan integritas jauh lebih penting dibandingkan sekadar kemenangan.
“Menang atau kalah itu biasa. Tapi sportivitas dan kejujuran adalah yang utama,” ujarnya.
Sementara itu, seminar internasional yang menjadi bagian dari rangkaian OlympiCAD VIII menghadirkan dua narasumber, yakni Mutiara Hikma Mahendradatta, CEO Maleo Group, dan Eng. Abdullah Bawazier, CEO Tymozz Iqraa Arabic dari Ummul Quro University.
Dalam pemaparannya, Mutiara menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam menyiapkan masa depan pendidikan. Ia menyoroti perlunya penguatan kompetensi teknologi yang berjalan seiring dengan pembentukan karakter peserta didik.
Baca Juga: Program PANAH KESATRIA Pertamina Tingkatkan Mitigasi Bencana di SMPN 1 Balongan Indramayu
“Masa depan itu penuh harapan dan kebutuhan. Kita belajar tanggung jawab, bukan sekadar tentang warna sekolah, tetapi kualitas sekolah yang mampu memahami tantangan zaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya akselerasi literasi digital, termasuk coding dan pemanfaatan teknologi pendidikan, agar pemerataan kualitas pendidikan dapat berlangsung lebih cepat melalui kolaborasi lintas institusi dan lintas negara.
Sementara itu, Abdullah Bawazier menyoroti urgensi penguasaan bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an sekaligus bahasa keilmuan Islam. Menurutnya, pemahaman langsung terhadap Al-Qur’an akan memperkuat koneksi spiritual sekaligus intelektual peserta didik.
“Bahasa Arab bukan sekadar bahasa, tetapi bahasa spiritual. Ketika memahami Al-Qur’an secara langsung, koneksi kita menjadi lebih dalam,” katanya.
Ia juga membuka peluang kolaborasi internasional bagi institusi pendidikan di Indonesia, khususnya dalam penguatan kompetensi guru dan penyusunan kurikulum bahasa Arab yang lebih terstandar.
Kesempatan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) internasional pun menjadi salah satu agenda yang ditawarkan dalam forum ini. ***




