POJOKSATU.ID – Upaya pencegahan kanker serviks kini makin serius digencarkan.

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) lewat program Sejuta Vaksin Kanker Serviks, tak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN).

Akan tetapi juga membuka akses bagi masyarakat umum.

Program ini menjadi bukti bahwa isu kesehatan perempuan tidak bisa ditangani setengah-setengah.

Baca Juga: Fakta Terbaru! Gaji Pensiunan ASN 2026 Masih Sesuai PP 8/2024, Tak Ada Rapelan Baru, Ini Penjelasannya

Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Prof. Zudan Arif, tegaskan bahwa vaksinasi HPV adalah langkah preventif yang harus diperluas jangkauannya.

Lalu, demi melindungi generasi perempuan Indonesia dari ancaman kanker serviks.

 

Program Nasional, Bukan Sekadar Seremonial

Program Sejuta Vaksin HPV mulai berjalan sejak Desember 2025 di berbagai instansi pemerintah.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Aturan dan Tata Tertib Seleksi Kompetensi PPPK KemenHAM 2026

Awalnya, sasaran utama adalah ASN perempuan.

Namun seiring tingginya angka kasus kanker serviks, Korpri memutuskan memperluas cakupan hingga keluarga ASN dan masyarakat umum.

“Awalnya memang untuk ASN perempuan. Tapi kami sadar, keluarga ASN dan masyarakat juga punya risiko yang sama. Karena itu cakupan kami perluas,” ujar Prof. Zudan Pojoksatyu.id dari bkn.go.id pada 09/02/2026.

Pelaksanaan di Yogyakarta Disambut Antusias

Kegiatan vaksinasi HPV ini digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-26 BPOM dan didukung penuh oleh Dewan Pengurus Korpri BPOM.

Program ini terbuka bagi peserta berusia 15 hingga 60 tahun.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Dari target awal hanya 100 peserta, jumlah pendaftar melonjak hingga 370 orang.

Baca Juga: Ramai Dibahas! Apakah Gaji Pensiunan PNS Akan Disesuaikan pada 2026? Simak Selengkapnya

Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin HPV sebagai langkah pencegahan dini.

 

DPR RI Apresiasi Langkah Korpri

Anggota DPR RI, Dr. H. Sukamta, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Korpri.

Menurutnya, program ini sejalan dengan kebijakan kesehatan nasional yang menitikberatkan pada pencegahan, bukan hanya pengobatan.

Baca Juga: Apakah PPPK Dapat THR dan Gaji 13? Ini Penjelasan Resmi yang Wajib Diketahui

“Respons masyarakat luar biasa. Ini menandakan kesadaran mulai tumbuh bahwa vaksinasi HPV itu penting,” katanya.

 

Vaksin HPV, Investasi Jangka Panjang

Prof. Zudan menegaskan bahwa kanker serviks adalah salah satu kanker mematikan yang sebenarnya bisa dicegah.

Karena itu, vaksinasi HPV bukan sekadar urusan kesehatan individu, tetapi investasi jangka panjang bagi keluarga dan negara.

Menurutnya, ASN yang sehat akan berdampak langsung pada produktivitas kerja dan kualitas pelayanan publik.

Prinsip inilah yang terus didorong Korpri lewat berbagai program kesehatan.

Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks yang digagas Korpri menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi perempuan Indonesia dari kanker serviks.

Dengan membuka akses bagi ASN, keluarga ASN, hingga masyarakat umum, Korpri tegaskan bahwa pencegahan adalah kunci utama.

Antusiasme masyarakat menjadi sinyal kuat bahwa program ini sangat dibutuhkan dan layak diperluas ke lebih banyak daerah.***