POJOKSATU.ID - Antusiasme peserta didik dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 menunjukkan angka yang signifikan.

Sejak gerbang pendaftaran dibuka pada 19 Januari lalu, tercatat sebanyak 8.568.828 siswa dari jenjang SD/MI serta SMP/MTs sederajat telah dipastikan akan mengikuti ujian tersebut.

Bagi siswa yang belum mendaftar, proses registrasi masih akan dilayani melalui laman resmi hingga 28 Februari 2026.

Baca Juga: Bocoran Awal Rekrutmen BUMN 2026, Formasi Ini Diprediksi Paling Diburu Pelamar

Persyaratan dan Mekanisme Pendaftaran

Untuk dapat berpartisipasi, peserta didik harus terdaftar pada satuan pendidikan yang memenuhi syarat utama, yaitu memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid.

Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya oleh pihak sekolah melalui situs tka.kemendikdasmen.go.id.

Dalam sistem ini, sekolah berperan mendampingi siswa dalam menentukan pilihan untuk mengikuti ujian dengan tetap mengutamakan persetujuan dari orang tua atau wali murid.

Mekanisme ini sengaja dirancang agar seluruh data murid tetap terekam dalam sistem nasional sekaligus memberikan fleksibilitas bagi keluarga dalam mengambil keputusan tanpa mengganggu akurasi pemetaan kemampuan belajar.

Baca Juga: Bansos Masuk KKS tapi Tertulis Pengkreditan Gaji? Ini Fakta Sebenarnya

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan kebebasan bagi sekolah untuk memilih satu dari dua moda pelaksanaan, yaitu:

Full Online: Terhubung langsung secara real-time ke server pusat.

Semi Online: Soal diunduh terlebih dahulu ke server lokal sekolah untuk kemudian dikerjakan secara luring.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga inklusivitas dengan menyediakan fasilitas screen reader bagi peserta didik penyandang disabilitas netra.

Adapun materi yang akan diujikan mencakup empat komponen utama: Matematika, Bahasa Indonesia, Survei Karakter, serta Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).

Rangkaian jadwal penting pelaksanaan TKA 2026 akan dimulai dengan tahap Simulasi yang dilaksanakan pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026 untuk jenjang SMP/Sederajat, disusul oleh jenjang SD/Sederajat pada 2 hingga 8 Maret 2026.

Selanjutnya, kedua jenjang tersebut akan melaksanakan Gladi Bersih secara serentak pada periode 9 hingga 17 Maret 2026 untuk memastikan kesiapan teknis.

Baca Juga: Guru PPPK Paling Sering Mengalami SKTP Tertahan, Ini Titik Rawan Data Rekening dan Administrasi yang Wajib Dicek

Memasuki tahap inti, Ujian Utama bagi siswa SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, sementara siswa SD akan menyusul pada 20 hingga 30 April 2026.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian kegiatan, Ujian Susulan bagi siswa yang berhalangan di kedua jenjang tersebut akan diadakan secara bersamaan pada tanggal 11 hingga 19 Mei 2026.

Seluruh hasil ujian akan diolah pada 20-25 Mei dan diumumkan secara nasional pada 26 Mei 2026.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Jaminan Pensiun Bisa Cair Bulanan atau Sekaligus, Ini Penjelasan Lengkapnya

Peserta yang berpartisipasi akan menerima Sertifikat Hasil TKA dalam bentuk digital yang dapat dicetak melalui sekolah masing-masing.

Berdasarkan regulasi terbaru melalui Surat Edaran Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Nomor 0301/C/HK.04.01/2026, hasil TKA ini memiliki peran krusial.

Nilai yang diperoleh siswa akan digunakan sebagai acuan akademik yang standar dan objektif dalam proses seleksi penerimaan murid baru di jenjang SMP maupun SMA, khususnya melalui jalur prestasi.

Baca Juga: SKTP Februari 2026 Belum Terbit? Ini Tahapan Normal Sistem Info GTK Awal Tahun

Kemendikdasmen terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk memastikan pendaftaran menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) serta area yang terdampak bencana.

Upaya pendampingan dan penyesuaian di lapangan terus disiapkan agar tidak ada siswa yang kehilangan haknya untuk berpartisipasi karena kendala geografis atau situasi darurat.

Bagi guru dan siswa yang ingin mempersiapkan diri, contoh soal latihan telah disediakan.

Dapat diakses melalui laman Ayo Coba TKA pada situs resmi Pusmendik.***