POJOKSATU.ID - Aparatur Sipil Negara (ASN) kini tidak cukup hanya bekerja rutin dan patuh aturan.

Pemerintah mendorong ASN untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan.

Inilah yang ditegaskan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lewat penguatan konsep learning organization bagi ASN.

Gagasan ini disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Yusharto Huntoyungo.

Dalam kegiatan peningkatan kapasitas ASN yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga: Cara Cek Penerima Insentif Guru Non-ASN Rp400 Ribu per Bulan Tahun 2026

Kegiatan ini dengan tema “Membangun Learning Organization ASN melalui Teamwork Kolaboratif dan Kepemimpinan Transformatif.”

 

ASN Harus Terus Belajar dan Beradaptasi

Yusharto menegaskan, tantangan birokrasi ke depan makin kompleks.

Karena itu, ASN dituntut tidak hanya mengandalkan pengalaman lama.

Nah tetapi juga kemampuan belajar secara berkelanjutan.

Baca Juga: Hoaks! Bereda Pendaftaran CPNS Kementerian Pertanian 2026, Pemerintah Tegaskan Belum Ada Pendaftaran

Menurutnya, learning organization adalah konsep organisasi yang selalu belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri.

Konsep ini penting agar ASN mampu mengikuti perubahan zaman.

Nah termasuk perkembangan teknologi, kebijakan publik, dan tuntutan pelayanan masyarakat.

“ASN harus punya budaya belajar. Kalau berhenti belajar, organisasi akan tertinggal,” ujarnya dikutip pojoksatu.id dari Liputan6 pada 6/02/2026.

 

Lima Pilar Learning Organization

Konsep learning organization yang diterapkan Kemendagri merujuk pada pemikiran Peter Senge dalam buku The Fifth Discipline.

Ada lima disiplin utama yang menjadi fondasinya.

1. Personal mastery, yakni ASN harus benar-benar menguasai bidang tugasnya secara profesional.

Baca Juga: Insentif Guru 2026 Resmi Naik Rp400 Ribu, Berlaku untuk Pengajar TK, SD, SMP, SMA dan SMK, Ini Syaratnya

2. Mental model, yaitu cara berpikir ASN harus terbuka dan selaras dengan visi organisasi.

3. Shared vision, di mana pimpinan dan pegawai punya tujuan bersama.

4. Team learning, yakni belajar melalui kerja tim dan kolaborasi.

5. System thinking, kemampuan melihat persoalan secara menyeluruh, bukan parsial.

Baca Juga: Insentif Guru Honorer 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal, Syarat, dan Mekanisme Penyalurannya

Kelima disiplin ini diharapkan membentuk ASN yang adaptif dan solutif.

 

Dukungan dari LAN RI

Kegiatan ini juga dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Ia menilai, meski konsep learning organization sudah lama dikenal, penerapannya di instansi pemerintah belum maksimal.

Menurutnya, kunci keberhasilan organisasi bukan hanya anggaran besar, tetapi kualitas sumber daya manusia.

ASN yang mau terus belajar akan membuat organisasi lebih tangguh menghadapi perubahan.

 

Arah Baru Penguatan ASN

Kemendagri berharap budaya learning organization bisa diterapkan tidak hanya di BSKDN, tetapi juga di seluruh instansi pemerintah.

Baca Juga: Ribuan PPPK Paruh Waktu di Pamekasan Belum Digaji, Skema Anggaran Masih Mandek, Ini Penjelasannya

Dengan begitu, ASN tidak sekadar menjalankan rutinitas.

Tetapi juga, melainkan menjadi agen perubahan yang aktif dan inovatif.

Demikian konsep learning organization menjadi strategi Kemendagri untuk meningkatkan kapasitas ASN.

Baca Juga: Kejaksaan Ingatkan Publik! CPNS Tak Dipungut Biaya, Jangan Percaya Orang Dalam

ASN dituntut terus belajar, berpikir terbuka, dan bekerja kolaboratif agar kinerja birokrasi makin adaptif dan berkualitas.***