POJOKSATU.id - Bapak Ibu guru, situasi seperti ini hampir selalu terulang setiap awal tahun.

Di ruang guru ada yang tersenyum karena TPG Januari sudah masuk rekening, sementara di sudut lain ada yang mulai bertanya-tanya, “Kenapa saya belum?”

Bahkan, tak jarang muncul bisik-bisik yang mengarah pada satu prasangka: jangan-jangan ada pilih kasih.

Baca Juga: Inilah Persiapan Surat Lamaran dan Surat Pernyataan PPPK Guru SMA Garuda 2026, Begini Cara Lengkapnya

Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, persoalannya bukan di situ.

Sistem tidak bekerja berdasarkan kedekatan, tapi berdasarkan data.

Perbedaan Status Validasi Jadi Penentu

Kunci utama perbedaan pencairan ada pada status validasi di Info GTK.

Baca Juga: Ada Formasi Khusus untuk PPPK Paruh Waktu Naik Jadi Penuh Waktu, Begini Mekanismenya

Guru yang datanya sudah dinyatakan valid dan SKTP-nya terbit lebih dulu akan otomatis masuk dalam gelombang pencairan awal.

Sementara guru yang masih berstatus proses atau belum valid, harus menunggu sampai datanya benar-benar terbaca sistem.

Inilah yang membuat pencairan terlihat “tidak adil”, padahal alurnya berjalan sesuai mekanisme.

Faktor Teknis, Bukan Subjektif

Bapak Ibu perlu tenang memahami bahwa pencairan TPG bukan keputusan manusia per individu, melainkan hasil pemrosesan sistem.

Tidak ada ruang subjektif seperti suka atau tidak suka.

Semua ditentukan oleh kelengkapan dan keterbacaan data yang masuk.

Kalau data A selesai lebih dulu, maka A diproses lebih dulu. Sederhana seperti itu.

Peran Data Sekolah Sangat Besar

Sering kali masalah bukan ada pada guru, melainkan di data sekolah secara keseluruhan.

Rombongan belajar, pembagian jam, data siswa, hingga sinkronisasi Dapodik berpengaruh besar.

Baca Juga: Ingin Lolos CPNS 2026? Kesempatan Lulus Menipis, Disarankan Hindari 10 Instansi Favorit Ini Jika Tak Mau Gugur di Awal

Jika satu bagian saja bermasalah, dampaknya bisa menahan validasi beberapa guru sekaligus.

Karena itu, koordinasi dengan operator sekolah menjadi kunci penting, bukan saling menyalahkan.

Dampak Satu Data Bermasalah

Bapak Ibu mungkin tidak menyangka, satu data yang belum beres bisa berdampak panjang.

Baca Juga: Perangkat Desa Ramai-Ramai Mundur, Pilih Jadi Pekerja MBG karena Penghasilan Lebih Pasti

Jam mengajar yang terkunci, siswa terbaca nol, atau sinkron yang tertunda bisa membuat SKTP belum terbit.

Selama SKTP belum keluar, sistem belum bisa mengirimkan rekomendasi pembayaran.

Inilah sebabnya mengapa ada guru yang harus menunggu lebih lama, meski jamnya sudah terpenuhi.

Edukasi agar Tidak Saling Curiga

Daripada energi habis untuk curiga atau membandingkan diri dengan rekan sejawat, jauh lebih sehat jika Bapak Ibu memahami alur sistem dan fokus memperbaiki data.

Semua guru memiliki hak yang sama, hanya jalur datanya saja yang berbeda waktunya.

TPG bukan lomba siapa paling cepat, tapi hak yang akan dibayarkan ketika sistem menyatakan data siap.

Dengan pemahaman ini, suasana di sekolah bisa tetap kondusif, saling mendukung, dan jauh dari prasangka yang tidak perlu.***