POJOKSATU.id — Prosedur cuci darah atau hemodialisis dengan menggunakan BPJS Kesehatan menjadi informasi penting bagi pasien gagal ginjal kronis maupun keluarganya.
Layanan ini pada dasarnya dapat ditanggung BPJS selama peserta mengikuti alur pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.
Cuci darah merupakan tindakan medis untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring limbah dan cairan berlebih dari tubuh.
Baca Juga: BPJS PBI Dinonaktifkan Pemerintah, Masih Bisa Aktif Lagi? Ini Penjelasan Lengkapnya
Prosedur ini umumnya dilakukan secara rutin beberapa kali dalam seminggu di fasilitas kesehatan yang memiliki layanan hemodialisis.
Untuk bisa mendapatkan layanan tersebut melalui BPJS, peserta harus memastikan status kepesertaan aktif dan iuran dibayar tepat waktu.
Tanpa kepesertaan aktif, biaya pengobatan tidak dapat ditanggung.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, klinik, atau dokter keluarga yang terdaftar di BPJS.
Pada tahap ini dokter akan melakukan pemeriksaan awal serta menilai apakah pasien membutuhkan penanganan lanjutan oleh dokter spesialis.
Jika diperlukan tindakan lebih lanjut, dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama akan memberikan surat rujukan ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS dan memiliki layanan hemodialisis.
Baca Juga: Sejarah Universitas Andalas, Kampus Tertua di Sumatera yang Lahir dari Semangat Kebangsaan
Rujukan ini menjadi syarat utama agar biaya pengobatan dapat dijamin.
Setelah tiba di rumah sakit rujukan, pasien akan menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis penyakit dalam atau konsultan ginjal.
Dokter kemudian menentukan kebutuhan terapi, frekuensi cuci darah, serta jadwal tindakan sesuai kondisi medis pasien.
Baca Juga: Anak Adies Kadir Masuk DPR, Bahlil Tegaskan Bukan Dinasti tapi Aturan Undang-Undang
Selama prosedur mengikuti ketentuan BPJS, biaya hemodialisis umumnya ditanggung melalui sistem paket pembiayaan pelayanan kesehatan.
Namun, biaya tambahan dapat muncul apabila pasien memilih fasilitas di luar ketentuan jaminan atau layanan nonmedis tertentu.
Beberapa dokumen yang biasanya perlu dibawa saat berobat antara lain kartu BPJS Kesehatan, kartu identitas, serta surat rujukan yang masih berlaku.
Kelengkapan dokumen membantu mempercepat proses pelayanan di rumah sakit.
Memahami alur cuci darah dengan BPJS sangat penting agar pasien tidak mengalami kendala administratif saat membutuhkan perawatan rutin.
Baca Juga: Perbandingan Gaji Pegawai SPPG MBG vs Guru Honorer, Berapa Selisihnya? Ini Penjelasannya
Dengan mengikuti prosedur yang benar, layanan hemodialisis dapat diperoleh secara optimal tanpa beban biaya besar.***




