POJOKSATU.id - Masalah jam mengajar guru yang terkunci di Info GTK kembali banyak dikeluhkan, terutama menjelang validasi SKTP Januari.

Kondisi ini membuat sebagian guru panik karena jam sebenarnya ada, rombongan belajar tersedia, tetapi sistem justru menandai jam tidak terbaca atau terkunci.

Jika tidak dipahami dengan benar, persoalan ini bisa berujung pada gagalnya SKTP dan tertundanya pencairan TPG.

Penyebab Jam Mengajar Bisa “Dikunci” Sistem

Jam mengajar terkunci umumnya terjadi karena sistem mendeteksi adanya irisan jam antar guru pada rombel yang sama.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Waspada! Kontrak Kerja Bisa Diputus karena Alasan Ini!

Biasanya, satu rombel tercatat memiliki jam yang sudah “diklaim” oleh guru lain yang SKTP-nya lebih dulu terbit.

Dalam kondisi ini, sistem secara otomatis mengunci jam guru lain untuk mencegah kelebihan alokasi jam pada satu rombel.

Selain itu, jam terkunci juga bisa muncul akibat data Dapodik yang belum sinkron, perubahan jam tanpa penyesuaian rombel, atau input jam yang tidak linier dengan mata pelajaran.

Penjelasan Pembukaan Otomatis dari Admin GTK

Kabar baiknya, admin Info GTK telah mengonfirmasi bahwa jam mengajar yang terkunci dapat terbuka secara otomatis tanpa perlu membongkar rombel, selama syarat tertentu dipenuhi.

Baca Juga: Pencairan TPG 2026 Dilakukan setelah 7 Hari SKTP Diterbitkan? Begini Aturan Resminya!

Artinya, guru tidak selalu harus mengubah struktur rombel atau memindahkan siswa, asalkan penyesuaian dilakukan secara tepat di Dapodik dan disinkronkan.

Pembukaan ini tidak instan, melainkan berlaku pada penarikan data berikutnya setelah perbaikan dilakukan.

Empat Syarat Wajib yang Harus Terpenuhi

Agar jam terkunci bisa terbuka otomatis, empat syarat berikut harus dipenuhi secara bersamaan:

1. Tidak ada perombakan rombongan belajar

2. Jam guru yang sebelumnya mengunci sudah dihapus atau dikurangi dari rombel tersebut

3. Jam guru yang sebelumnya terkunci sudah dientri ke rombel yang benar

4. Guru yang jamnya dikurangi tetap memenuhi minimal 24 jam linier setelah pembukaan

Baca Juga: OTT di Ditjen Bea Cukai Ungkap Harta Fantastis, KPK Sita Uang Miliaran hingga Emas 3 Kg

Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, sistem akan tetap mengunci jam meskipun rombel terlihat normal.

Studi Kasus Guru yang Jamnya Saling Mengunci

Kasus yang sering terjadi adalah dua guru mapel linier berbagi rombel yang sama.

Guru A sudah terbit SKTP lebih dulu sehingga jamnya “mengunci” sistem.

Baca Juga: LKBN Antara Gelar UKW, Upaya Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Indonesia

Guru B kemudian tidak terbaca jamnya.

Solusinya bukan menambah rombel baru, tetapi mengatur ulang distribusi jam di rombel tersebut agar kedua guru tetap memenuhi syarat linier tanpa saling mengunci.

Cara Memastikan Guru Lain Tetap Memenuhi 24 Jam

Koordinasi dengan operator sekolah menjadi kunci.

Baca Juga: OTT di Ditjen Bea Cukai Ungkap Harta Fantastis, KPK Sita Uang Miliaran hingga Emas 3 Kg

Setiap pengurangan jam harus dihitung agar guru yang sebelumnya mengunci tidak jatuh di bawah batas 24 jam.

Perhitungan ini wajib selesai sebelum sinkronisasi, karena pusat hanya membaca data final hasil sinkron.

Kesalahan Fatal yang Membuat Jam Makin Terkunci

Kesalahan paling fatal adalah melakukan perubahan berulang tanpa sinkron, menghapus rombel sembarangan, atau menambah jam di Info GTK.

Perlu dipahami, Info GTK bukan tempat memperbaiki data, melainkan hanya menampilkan hasil verifikasi pusat.

Dengan memahami mekanisme ini, guru tidak perlu panik dan bisa menyelesaikan masalah jam terkunci secara sistematis, aman, dan sesuai aturan.***