POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan peran krusial para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai elemen kunci dalam kesuksesan program pemberdayaan masyarakat.

Dalam arahannya pada rapat koordinasi daring, Kamis (22/1/2026), ia menyebutkan bahwa keberhasilan penyaluran bantuan sosial (bansos) dan program Sekolah Rakyat sangat bergantung pada kinerja para pendamping di lapangan.

Para pendamping PKH memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Data ini merupakan fondasi utama untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan pemerintah.

Baca Juga: JawaraASN Buka Peluang Persiapan CPNS 2026 Melalui Tryout Gratis dan Mentoring

Sesuai dengan arahan terbaru, pemutakhiran data di lapangan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan guna menjaga ketepatan sasaran.

Gus Ipul menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga transparansi data.

Masyarakat kini didorong untuk turut mengoreksi informasi yang tersedia agar tidak ada manipulasi.

Dalam proses ini, pendamping berperan mengedukasi warga bahwa penentuan peringkat ekonomi (Desil 1, 2, dan 3) dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan data yang dikumpulkan oleh para pendamping.

Baca Juga: Hoaks! Isu Menkeu Purbaya Tertipu Dana Rp200 Triliun di Himbara

Kementerian Sosial menerapkan kebijakan zero tolerance atau tanpa toleransi terhadap segala bentuk penyimpangan dalam proses rekrutmen maupun pendataan.

Gus Ipul memperingatkan agar tidak ada praktik titipan dari pihak manapun, manipulasi data, maupun suap dalam bentuk apa pun.

Sehingga tidak lagi terjadi aduan yang segala bentuk penyimpangan dalam proses rekrutmen maupun pendataan.***

 

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala